U
ruguay adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Piala
Dunia, karena telah menorehkan dua kali tinda emas sebagai
pemegang Jules Rimet.
Dengan kharakter Amerika Latin-nya, Uruguay mengalami
timbul tenggelam di kancah Piala Dunia. Meskipun menjadi salah
satu kampiun Copa America, Uruguay sebelumnya belum siap
menghadapi persaingan dengan potensi dan kharakter permainan
lebih beragam.
Namun, raksasa sepakbola Amerika Selatan yang tengah tidur
ini siap mengalahkan para pesaing di Piala Dunia Korea/Jepang.
Uruguay, sebuah negara berukuran kecil namun memiliki tim
nasional yang kuat, mempersiapkan diri dengan matang dalam
final Piala Dunia musim panas tahun ini.
Tim Celeste baru dua kali masuk ke final Piala Dunia, di
Mexico 1986 dan Italia 1990. Syukurlah mereka masih mendapat
tempat kelima di Amerika Selatan, atau Conmebol, grup
kualifikasi. Hanya Australia yang sempat menghalangi mereka
dalam perjalanan menuju Timur Jauh.
Tujuh dari sepuluh negara-negara Conmebol mengganti pelatih
mereka di tengah berlangsungnya babak kualifikasi, termasuk
Uruguay. Pelatih asal Argentina, Daniel Passarella, menangani
Uruguay namun mengundurkan diri setelah memenangkan sepuluh
dari delapan belas pertandingan.
Penggantinya, Victor Pua, dinilai mengacaukan kesebelasan
dan juga pola permainan tim yang kurang membuahkan hasil
memuaskan dan sulit untuk diprediksi. Di luar fluktuasi ini,
Uruguay berhasil meraih tempat kelima di bawah bimbingan
Passarella.
Final kualifikasi melawan Argentina di Montevideo, seri
1-1, Uruguay kurang memperlihatkan permainan terbaik.
Kesempatan selalu terbuka untuk memperbaiki pola permaina.
Peluang ini juga didukung oleh para pemain Pua yang tergabung
dalam kesebelasan yang mengantarkan Uruguay ke putaran final,
antara lain Fabian Carini dan Paolo Montero (Juventus FC);
Washington Tais (Real Betis); Gustavo Sorondo dan Alvaro
Recoba (Internazionale FC); Darío Rodríguez (Peñarol);
Gonzalo De los Santos (Valencia CF); Pablo Garcia (Milan AC);
Gianni Guigou (AS Roma); Dario Silva (Malaga CF); Federico
Magallanes (AC Venezia).
mahmudiono lamin/fwc |