GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


URUGUAY



PRESTASI

  • Juara Piala Dunia 1930, 1950 
  • Juara Olimpiade 1924, 1928 
  • Juara Copa America 1916, 1917, 1920, 1923, 1924, 1926, 1935, 1942, 1956, 1959, 1967, 1983, 1987, 1995
  • U ruguay adalah bagian tak terpisahkan dari sejarah Piala Dunia, karena telah menorehkan dua kali tinda emas sebagai pemegang Jules Rimet.

    Dengan kharakter Amerika Latin-nya, Uruguay mengalami timbul tenggelam di kancah Piala Dunia. Meskipun menjadi salah satu kampiun Copa America, Uruguay sebelumnya belum siap menghadapi persaingan dengan potensi dan kharakter permainan lebih beragam.

    Namun, raksasa sepakbola Amerika Selatan yang tengah tidur ini siap mengalahkan para pesaing di Piala Dunia Korea/Jepang. Uruguay, sebuah negara berukuran kecil namun memiliki tim nasional yang kuat, mempersiapkan diri dengan matang dalam final Piala Dunia musim panas tahun ini.

    Tim Celeste baru dua kali masuk ke final Piala Dunia, di Mexico 1986 dan Italia 1990. Syukurlah mereka masih mendapat tempat kelima di Amerika Selatan, atau Conmebol, grup kualifikasi. Hanya Australia yang sempat menghalangi mereka dalam perjalanan menuju Timur Jauh.

    Tujuh dari sepuluh negara-negara Conmebol mengganti pelatih mereka di tengah berlangsungnya babak kualifikasi, termasuk Uruguay. Pelatih asal Argentina, Daniel Passarella, menangani Uruguay namun mengundurkan diri setelah memenangkan sepuluh dari delapan belas pertandingan.

    Penggantinya, Victor Pua, dinilai mengacaukan kesebelasan dan juga pola permainan tim yang kurang membuahkan hasil memuaskan dan sulit untuk diprediksi. Di luar fluktuasi ini, Uruguay berhasil meraih tempat kelima di bawah bimbingan Passarella.

    Final kualifikasi melawan Argentina di Montevideo, seri 1-1, Uruguay kurang memperlihatkan permainan terbaik. Kesempatan selalu terbuka untuk memperbaiki pola permaina. Peluang ini juga didukung oleh para pemain Pua yang tergabung dalam kesebelasan yang mengantarkan Uruguay ke putaran final, antara lain Fabian Carini dan Paolo Montero (Juventus FC); Washington Tais (Real Betis); Gustavo Sorondo dan Alvaro Recoba (Internazionale FC); Darío Rodríguez (Peñarol); Gonzalo De los Santos (Valencia CF); Pablo Garcia (Milan AC); Gianni Guigou (AS Roma); Dario Silva (Malaga CF); Federico Magallanes (AC Venezia).

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws