|
Italia tak pernah mulus setiap mengawali kejuaraan besar.
Tim Azzuri biasanya terseok-seok di awal turnamen, makin panas
di tengah kejuaraan, dan menjadi merebut tahta pada detik
terakhir. Pada kejuaraan empat tahun lalu, tim Azzuri lolos ke
putaran final Piala Dunia 2002 melalui jalan berliku. Namun,
Italia masuk daftar tim favorit juara. Kualitas permainan
mereka tak diragukan lagi sepanjang sejarah Piala Dunia.
Dengan tiga kali menjuarai Piala Dunia--1934, 1938 dan
1982--Italia termasuk salah satu tim elit dalam pesepakbolaan
dunia. Dalam empat Piala Dunia terakhir, mereka selalu masuk
hingga babak empat besar.
Pendekatan khas Italia, yakni memperkuat pertahanan, perang
di lapangan tengah dan memanfaatkan serangan, cocok untuk
turnamen Piala Dunia yang berlangsung cukup lama. Pada Piala
Dunia yang berlangsung sebulan itu, kemampuan menyimpan tenaga
untuk babak-babak akhir smerupakan strategi yang tepat.
Meskipun permainannya di babak kualifikasi kurang
meyakinkan, Italia tetap percaya diri akan meraih sukses di
pertandingan final Piala Dunia setelah kesuksesan Azzurri di
tempat kedua pada Piala Eropa UEFA tahun 2000.
La Nazionale memiliki tim solid dengan kemampuan tinggi.
Banyaknya pemain bintang menuntut kejelian Direktur Teknik
Giovanni Trapattoni dalam memilih kombinasi pemain. Yang pasti
pemain kunci Azzurri adalah Francesco Totti. Sang maestro Roma
ini tampil memukau sepanjang kompetisi Seri A musim lalu. Ia
berhasil merebut scudetto. Trapattoni menyebut Totti merupakan
seorang pemimpin yang memiliki visi dan mampu memompa semangat
pemain lainnya untuk berjaya di Piala Dunia musim panas 2002.
Totti juga memiliki komitmen tinggi.
Dalam memenuhi materi pemain berkualifikasi attack,
Trapattoni menjatuhkan pilihan pertama kepada striker
Christian Vieri. Sayangnya, pemain Inter Milan ini cenderung
mudah cedera. Namun, Italia tak perlu khawatir, karena
mempunyai penyerang tajam sekelas Vieri, yaitu Alessandro Del
Piero, Filippo Inzaghi, dan Roberto Baggio.
Kunci sukses tim Italia dalam memenangkan Piala Dunia
terletak pada sistem pertahanannya. Italia terkenal
"pelit" dalam memberikan kesempatan pada lawan untuk
menyarangkan bola karena sistem pertahanan yang memang sangat
kuat. Pada pertandingan Piala Eropa saja mereka hanya
kebobolan tiga gol dari delapan pertandingan. Hal ini
menunjukkan betapa kuatnya pertahanan tim Italia.
Salah satu faktor kuatnya pertahanan Italia adalah karena
peran Paolo Maldini, pemain Italia yang permainannya banyak
diacungi jempol dan bakal pensiun setelah final Piala Dunia
2002. Pemain berusia 33 tahun ini termasuk konsisten dalam
mensukseskan Italia selama sepuluh tahun terakhir.
Penampilannya untuk Milan dan Italia menunjukkan dirinya
pantas disebut sebagai defender terbaik.. Ia menggabungkan
kesadaran taktik dengan kecekatan dan kelincahan langkah.
Pemain kelas dunia seperti Fabio Cannavaro dan Alessandro
Nesta di garis belakang menjadikan tim pemenang tiga kali
Piala Dunia ini siap tempur.
mahmudiono lamin/fwc |