GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


KOREA SELATAN



PRESTASI

  • Juara Piala Asia 1956, 1960 
  • Juara 2 Piala Asia 1972, 1980, 1988 
  • Putaran Final Piala Dunia 1954, 1986, 1990, 1994, 1998

Korea Selatan memasuki final Piala Dunia 2002 dengan rekor partisipan tertinggi dari Asia. Mereka unggul dalam kuantitas penampilan, namun belum terangkat ke persaingan global. Korea tampaknya belum mampu menanggalkan cap sebagai penggembira, karena gagal memenangkan satu pertandingan pun sepanjang keikutsertaannya.

Guus Hiddink dan pasukannya dituntut menyamai atau bahkan melebihi prestasi negara-negara tetangga, terutama Korea Utara, yang lolos ke perempat final Piala Dunia 1966. Tim Negeri Ginseng itu setidaknya mencatat kemenangan pertama dan lolos ke putaran kedua.

Dipilihnya Hiddink sebagai pelatih pada Januari 2001 menunjukkan bahwa Korea Selatan membutuhkan bantuan luar untuk menjembatani jurang kemampuan antara kualitas sepakbola Asia dan dunia. Pelatih berkebangsaan Belanda ini adalah orang non-Korea pertama yang melatih tim nasional Korea Selatan untuk final Piala Dunia.

Mantan pelatih PSV Eindhoven ini memiliki beberapa pemain berbakat dalam susunan pemain seperti striker Seol Ki-Hyeon, yang mengalami kemajuan pesat sejak pindah ke Belgia beberapa musim lalu. Seol bergabung dengan klub Anderlecht selama musim panas 2001. Ia dijadikan kartu as Korea Selatan dalam pertandingan di rumah sendiri.

Selain Seol, pemain wajah baru, Korea Selatan juga masih mengandalkan pemain-pemain yang berlaga di Piala Dunia empat tahun lalu, seperti Hong Myung-bo di garis belakang, Yoo Sang-chul (tengah) dan Hwang Sun-hong (striker).

Hiddink dihadapkan pada banyak tantangan. Secara internal, ia tidak mempunyai banyak kesempatan mendulang banyak pemain kelas dunia untuk menjembatani ambisi Korea Selatan yang belum masuk klasifikasi kelas atas sepakbola dunia.

Jepang, sesama penyelanggara Piala Dunia 2002, justru berada sedikit di atas angin dengan keberhasilan mereka meruntuhkan Brasil pada Olimpiade 1994. Sebuah momentum itu rupanya cukup sebagai pengakuan atas kesiapan Jepang untuk menghadapi Piala Dunia 2002. Padahal, rentang waktu dan kualitas pemain tim Olimpiade dan Piala Dunia jelas berbeda.

Namun, Hiddink sepakat bahwa ia bersama pasukannya memang ingin menciptakan sebuah momentum. Kesempatan sungguh terbuka, karena Korsel bermain di kandang sendiri.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

ANALISIS

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

KRIMINAL

1
Hosted by www.Geocities.ws