 |
 |
|
BOLA BUNDAR: DARI A SAMPAI Z |
-
Alf Ramsey, manajer Inggris pada Piala Dunia 1996, bergegas
lari ke dalam lapangan begitu peluit terakhir berbunyi.
Inggris lolos ke semifinal dengan mengalahkan Argentina.
Ramsey berlari-lari bukan karena merayakan kemenangan itu,
tetapi ingin mencegah pemainnya bertukar kaos dengan
pemain-pemain Argentina. Ramsey mengatakan, "Kami tidak
mau tukar-menukar kaos dengan binatang-binatang itu."
- Kebersamaan mestinya menumbuhkan persaudaraan di Piala
Dunia. Victor dan Vyacheslav memperlihatkan hal unik. Mereka
tergabung dalam squad Uni Soviet sebagai penjaga gawang
cadangan. Tak seorang pun dari mereka bermain lebih dahulu,
seperti Rinat Dassayev, yang menjadi pilihan pertama.
- Menjadi kapten tim pemenang Piala Dunia adalah impian semua
pemain. Jika impian itu terwujud, setiap pemain akan tercatat
dalam sejarah. Namuan, tak banyak pemain menjadi kapten,
apalagi sampai dua kali. Diego Armando Maradona menjadi kapten
Argentina ketika merebut juara tahun 1986 dan runner-up Piala
Dunia 1990. Dunga menjadi kapten ketika Brasil menjadi juara
1994 dan kalah di final 1998. Karl-Heinz Rummenigge adalah
satu-satunya kapten yang timnya kalah dalam dua kali final
Piala Dunia, 1982 dan 1986.
- Erik Nilsson dari Swedia dan Alfred Bickel dari Swiss
adalah dua pemain yang bermain di Piala Dunia sebelum dan
sesudah Perang Dunia II. Keduanya tampil tahun 1938 dan 1950.
- Bagi Uni Emirat Arab, kemenangan Piala Dunia sungguh tidak
masuk akal. Mereka tersingkir setelah kalah dalam tiga kali
pertandingan grup pada Piala Dunia 1990. Ketika mencetak dua
gol, pemain tim asal Teluk itu merayakannya bak menang dalam
pertandingan final. Pantas saja, sebab setiap satu gol akan
diberi hadiah.
- Pemain berambut gondrong tidak punya tempat dalam tim
nasional selama tim Tango dilatih Daniel Passarella. Dia
membuat peraturan seperti itu menjelang putaran final Piala
Dunia 1998 di Prancis. Pengecualian bagi Gabriel Batistuta
yang tidak mau mencukur rambutnya, tetapi tetap tidak
kehilangan kesempatan. Batigol malah menjadi top skor.
- Harald Schumacher adalah penjaga gawang terbesar Jerman
Barat yang meraih dua medali perak Piala Dunia. Sejak gagal di
final 1986, dia ingin kembali pada Piala Dunia 1990 untuk
memenangkan piala. Tetapi dia menulis sebuah buku pada tahun
1987, yang menyebut mayoritas pemain Bundesliga (90 persen)
melakukan doping. Sejak itu, dia tidak pernah masuk tim
Jerman. Schumacher minggat ke Turki dan bermain dengan salah
satu klub di sana.
- Wasit menghitung waktu yang diperlukan ketika pertandingan
memasuki injury time. Tetapi wasit Michel Vautrot dari Prancis
memberi toleransi sampai delapan menit dalam periode pertama
tambahan waktu pada pertandingan semifinal antara Italia dan
Argentina pada final 1990. Ia mengaku lupa.
- Jose Batista dari Uruguay dikeluarkan ketika baru bermain
56 detik saat melawan Skotlandia pada Piala Dunia 1986. Hal
itu merupakan pengusiran tercepat dalam sejarah Piala Dunia.
Kesalahannya terhadap Gordon Strachan, membuat wasit Joel
Quiniou dari Prancis tak memberikan ampunan. Uruguay
memaksakan hasil imbang 0-0 dan memperoleh kemajuan pada
putaran berikutnya dengan menyingkirkan Skotlandia.
- Korea Utara mengalahkan Italia pada Piala Dunia 1966.
Italia tampak malu dan tidak mau menerima kekalahan itu. Dalam
penerbangan pulang, tim Azzuri menghindari kejaran pers dan
kemarahan pendukung. Banyak pendukung melihat para pemain
bungkam. Rombongan pemain itu kelabakan, karena dilempari
dengan buah-buahan busuk sepanjang perjalanan dari bandara ke
Roma.
- Laszlo Kiss dari Hongaria adalah satu-satunya pemain
pengganti yang mencetak hattrick. Hongaria memimpin 5-1 ketika
Kiss mencetak gol pertama melawan El Savador dengan hasil
akhir 10-1 pada Piala Dunia 1982 di Spanyol. Skor itu
merupakan kemenangan terbesar dalam sejarah Piala Dunia.
- Mario Zagallo, manajer Brasil pada Piala Dunia 1970, adalah
orang pertama yang memenangkan dua Piala Dunia sebagai pemain
maupun manajer. Ia menjadi pemain tim Samba ketika menjadi
juara tahun 1958 dan 1962. Prestasi Zagallo itu disamai Franz
Beckenbauer.
- Tak ada pertandingan paling dibenci kecuali pertarungan
Jerman dan Austria pada Piala Dunia 1982. Jika Jerman Barat
menang 1-0, negara tetangganya itu menjadi korban, karena
Aljazair lolos ke putaran kedua. Ketika Jerman Barat telah
memimpin dalam 10 menit, kedua tim sebenarnya telah berhenti
bertanding. Permainan sangat lamban. Kedua tim tidak tertarik
melakukan tekanan ke depan. Pendukung Spanyol dan Aljazair
marah dan berteriak-teriak. Seorang di antaranya membakar
bendera Jerman Barat dan Austria. Sebagai tindak lanjut,
Aljazair mengajukan protes kepada FIFA agar kedua tim
didiskualifikasi. Namun, protes itu tidak ditanggapi. Sejak
Piala Dunia 1986, pertandingan terakhir dalam putaran pertama
dimainkan bersamaan untuk menghindari main mata.
- Satu hal paling kontroversial dilakukan manajer Ademar
Pimenta dari Brasil pada Piala Dunia 1938. Leonidas, seorang
bintang dalam kejuaraan itu, mencetak enam gol dalam dua
putaran, tetapi ditarik keluar dari pertandingan semifinal
melawan juara bertahan Italia. Leonidas dipersiapkan untuk
persiapan final. Keputusan Pimenta membuat Brasil kalah.
- Adu tendangan penalti adalah bagian dari pertandingan Piala
Dunia. Jerman Barat dan Argentina mempunyai rekor unik.
Argentina memenangkan seluruh tiga pertandingan dengan cara
itu. Italia sebaliknya tidak beruntung, karena kalah dalam
tiga kesempatan adu tendangan penalti.
- Quiroga, dengan nama depan Ramon, penjaga gawang Peru pada
Piala Dunia 1978, mempunyai style mirip kiper Kolombia Rene
Higuita. Peru kalah 0-1 dari Polandia gara-gara membuat sebuah
kesalahan dengan terlalu maju hingga setengah lapangan.
- Wasit Rusia Miroslav Stupar membuat sebuah keputusan
kontroversial atas Kuwait pada Piala Dunia 1982. Prancis
memimpin 3-1 ketika Alain Giresse membuat gol keempat saat
defender Kuwait meninggalkan lapangan. Mereka berhenti main
setelah mendengar bunyi peluit. Presiden Federasi Sepakbola
Kuwait Pangeran Fahed datang ke lapangan untuk menolak gol
tersebut. Namun, gol keempat Prancis itu tetap disahkan.
Karena campur tangan Pangeran Fahed, Kuwait dihukum delapan
ribu poundsterling.
- Paolo Rossi tak mungkin bermain selama dua tahun akibat
skorsing. Hanya beberapa minggu sebelum Piala Dunia 1982, ia
bebas dari hukuman akibat skandal suap. Pelatih Enzo Bearzot
mendukung Rossi dan memasukkan namanya dalam squad Azzuri.
Pendukung Italia menginginkan Rossi dicoret. Tetapi dalam
pertandingan penentuan melawan Brasil, Rossi mencetak hattrick
dan membawa Italia ke semifinal. Rossi, lagi-lagi menjadi
pahlawan Italia, dengan mencetak dua gol kemenangan atas
Polandia. Pemain ini juga mengawali gol kemenangan 3-1 atas
Jerman Barat dalam partai final. Jadi, enam gol dibuat Rossi,
menjadikannya sebagai top skor Piala Dunia 1982.
- Hanya lima pemain tampil untuk dua negara sepanjang sejarah
Piala Dunia: Jose Altafini (dipanggil Mazzola) bermain dengan
tim Brasil pada Piala Dunia 1958 dan membawa bendera Italia
tahun 1962; Luis Monti (Argentina) tahun 1930 dan Italia pada
tahun 1934; Ferenc Puskas (Hongaria, 1954) dan Spanyol tahun
1962; José Santamaria (Uruguay, 1954) dan Spanyol tahun 1962,
serta Robert Prosinecki (Yugoslavia, 1990) dan Kroasia pada
Piala Dunia 1998. Peraturan sekarang telah berubah. Pemain
tidak boleh lagi bermain untuk lebih dari satu negara.
- Final Piala Dunia umumnya diwarnai dengan produktifitas
gol. Tidak demikian dengan final antara Jerman Barat dan
Argentina yang berakhir 1-0 pada Piala Dunia 1990. Gol
kemenangan itu dicetak melalui tendangan penalti Andreas
Brehme. Final Piala Dunia 1994 juga berakhir dengan sebuah
tendangan penalti Jorge Burruchaga untuk mengantarkan
Argentina atas Jerman Barat.
- Venues untuk pembukaan Piala Dunia 1970 adalah Stadion
Azteca Meksiko. Pertandingan ini mempertemukan Meksiko dan Uni
Soviet. Kejuaraan ini juga memasuki era baru dalam hal
pergantian pemain, dan penggunaan kartu kuning serta merah
untuk pertama kalinya dalam sejarah Piala Dunia.
- Walter Zenga, penjaga gawang Italia, merupakan pemegang
rekor tak pernah kemasukan gol dalam sejarah Piala Dunia. Dia
bermain 517 menit tanpa pernah kebobolan pada Piala Dunia
1990. Claudio Caniggia dari Argentina menjadi algojo tendangan
penalti pada pertandingan semifinal yang mengakhiri rekor
Zenga itu bertahan lebih lama.
- Xuereb-dengan nama depan Daniel-dari Prancis masuk ke
lapangan sebagai pengganti Bruno Bellone dalam pertandingan
semifinal Piala Dunia 1986 melawan Jerman Barat. Daniel adalah
nama keluarga pemain itu yang dipakai sejak kejuaraan ini
diselenggarakan pertama kali pada tahun 1930.
- Pemain termuda dalam pertandingan Piala Dunia atas nama
Norman Whiteside dari Irlandia Utara. Ketika tampil pada Piala
Dunia 1982 melawan Yugoslabia, Whiteside berusia 17 tahun 42
hari. Pemain tertua adalah Roger Milla. Oldcrack Dari Kamerun
ini berusia 42 tahun 39 hari ketika bertanding melawan Rusia
pada Piala Dunia 1994. Milla mencetak gol dalam pertandingan
itu.
- Zairean Muampa Kazadi adalah penjaga gawang pertama yang
digantikan karena cedera ketika Zaire kalah 0-3 dari
Yugoslavia setelah bermain 22 menit pada Piala Dunia 1974.
Sang pengganti, Dimbi Tubilandu, tidak dapat menghentikan
hujan gol hingga timnya menyerah 0-9!
mahmudiono lamin/fwc
|
|
|