|
10 PEMAIN LEGENDARIS
Pertandingan demi pertandingan, apalagi dalam kompetisi
sehebat Piala Dunia selalu melahirkan bintang. Dengan talenta
besar, mereka tampil dengan performa tinggi dan memberikan
kontribusi besar bagi tim nasional masing-masing. Piala Dunia
adalah momentum terbesar bagi karier, masa depan, bahkan merajut
kehormatan seorang pemain. Ia menjadi maskot tim nasional,
disegani kawan dan ditakuti lawan. Boleh dibilang, seorang
bintang belum sempurna dalam menyandang predikat kebintangannya
sebelum membumikan diri di kancah Piala Dunia.
Terdapat beberapa pemain bertalenta tinggi seperti Alfredo Di
Stefano, Marco van Basten, dan George Best mampu menyedot
perhatian jagad sepakbola.
Di Stefano adalah "nyawa" klub Real Madrid (Spanyol),
Marco van Basten menjadi simbol totalitas total football, dan
Best pun mengukir semangat aristokrasi sepakbola Inggris Raya.
Sayangnya, bintang-bintang lapangan hijau itu tidak pernah
tampil di arena Piala Dunia, sehingga tidak masuk deretan
pemain-pemain legendaris.
Pele (Brasil): Sulit menggantikan posisi Pele di puncak
pemain top dunia. Terlebih lagi setelah melihat sepak terjangnya
di Piala Dunia. Pele adalah satu-satunya pemain yang memenangkan
tiga Piala Dunia dan termasuk top skor terbaik sepanjang
sejarah. Ia adalah pemain dengan kekuatan yang mengagumkan
walaupun dengan perawakan relatif kecil. Ia menggawangkan bola
lebih dari 1.000 sepanjang kariernya.
Diego Maradona (Argentina): Penggiring bola terbaik yang
pernah ada di dunia. Pemenang Piala Dunia 1986 dan runner-up
tahun 1990. Sebagai pemain dunia yang bermain dari satu klub ke
klub lain, Maradona tidak berada di bawah bayang-bayang siapa
pun. Tidak juga Pele, tetapi Maradona mengagumi pemain asal
Brasil ini.
Franz Beckenbauer (Jerman): Pemain dominan pertahanan Jerman
selama 10 tahun. Ia memenangkan medali emas, perak dan perunggu
di Piala Dunia tahun 1966, 1970 dan 1974. Ia termasuk dalam
jajaran defender terbaik dalam sejarah sepakbola. Pemimpin baik
di dalam maupun luar lapangan yang juga sukses sebagai manajer
tim Jerman di tahun 1990 saat timnya menjadi juara.
Garrincha (Brasil): Walau dikenal dengan julukan Burung
Kecil, Garrincha adalah pemain dominan dalam dua tim pertama
Brasil di Piala Dunia yang membawa kemenangan di tahun 1958 dan
1962. Bermain sebagai pemain sayap dan defender pada era 50 dan
60-an. Pele mengatakan Brasil tidak bisa menyabet tiga Piala
Dunia tanpa Garrincha.
Gerd Muller (Jerman): Pencetak gol terbanyak per pertandingan
dalam sejarah sepakbola di tingkat internasional (62
pertandingan dengan 68 gol). Müller adalah top skor di Piala
Dunia dengan 14 gol dan memenangkan turnamen di tanah
kelahirannya pada 1974, empat tahun setelah menjadi top skor dan
perain medali perunggu di Meksiko.
Johann Cruyff (Belanda): Ia hanya bermain dalam satu Piala
Dunia, tetapi ia menjadi pemimpin dan kapten bagi kesebelasan
Belanda di tahun 1978. Ia mendapatkan hadiah sebagai balas jasa
memboyong trofi Piala Dunia. Cruyff adalah pemain terbaik
Belanda.
Ferenc Puskas (Hongaria): Puskas menjadi kapten tim Hungaria
yang tak terkalahkan selama empat tahun sebelum dihentikan dalam
final tahun 1954.
Michel Platini (Prancis): Platini adalah kapten dan pemimpin
yang banyak memberikan inspirasi bagi tim Prancis di tahun
80-an. Sayang sekali Platini tidak dapat bermain di final Piala
Dunia setelah kalah di dua semifinal, tetapi ia tetap saja
seorang pemain bola berpotensi dan berbakat.
Jairzinho (Brasil): Sebagai salah satu winger terbaik dunia,
Jairzinho merupakan ancaman bagi pemain belakang tim mana pun.
Ia mencetak banyak gol dan menggawangkan bola di setiap
pertandingan ketika Brasil menang dalam Piala Dunia 1970.
Giuseppe Meazza (Italia): Menang dalam Piala Dunia 1934 dan
1938, Meazza termasuk pemain terbaik Italia. Ia adalah kapten
kesebelasan di tahun 1938. Namanya diabadikan di stadion Milan
di San Siro.
Di samping pemain-pemain legendaries itu, Piala Dunia juga
mencatat kepiawaian bintang-bintang lapangan hijau dengan
predikat pemberi kontribusi terbesar. Misalnya Roberto Baggio
menjadi bintang Italia tahun 1990-an. Gordon Banks adalah salah
satu dari kiper terbaik dunia sepanjang sejarah dan pembawa
kemenangan bagi Inggris di Piala Dunia 1966.
Franco Baresi, defender tengah yang luar biasa dalam 15 tahun
terakhir dan runner-up untuk Italia tahun 1994. Franz
Beckenbauer, defender terbaik sepanjang sejarah dan juara Piala
Dunia 1974.
Giuseppe Bergomi, defender setia, andalan kesebelasan Italia dan
juara Piala Dunia pada usia 18 tahun di 1982. Zbigniew Boniek,
salah seorang pemain terbaik dunia pada awal tahun 80-an dan
membantu Polandia meraih medali perunggu tahun 1982.
Andreas Brehme, pemain kiri belakang Jerman dan ikut
mengantarkan Jerman ke final Piala Dunia tahun 1990. Paul
Breitner, pemain belakang yang kontroversial dan berkelas, juga
pemenang Piala Dunia 1974. Emilio Butragueno, pemain depan
Spanyol tahun 1980-an.
Careca, striker terbaik Brasil di tahun 1980-an. Ia mencetak
tujuh gol dalam dua Piala Dunia.
Jan Ceulemans, pemain andalan Belgia dan pemain tengah terbaik
Eropa di tahun 1980-an.
Bobby Charlton tidak diragukan lagi sebagai pemain Inggris yang
hebat di era kejayaan kesebelasan Inggris ketika memenangkan
Piala Dunia 1966.
Johann Cruyff, playmaker dan kapten kesebelasan Belanda yang
menemukan total football. Teofilio Cubillas, striker Peru yang
mencetak 10 gol Piala Dunia.
Eusebio, pemain terbaik yang pernah dimiliki Portugal dan skor
Piala Dunia 1966.
Ubaldo Fillol, kiper terhebat Amerika Selatan yang pernah ada
dan juara Piala Dunia untuk Argentina di tahun 1978. Juste
Fontaine, pemegang rekor pencetak gol terbanyak dalam satu Piala
Dunia dan mencetak 13 gol di tahun 1958. Garrincha, pemain sayap
Brasil dan penggiring bola yang hebat. Juara Piala Dunia 1958
dan 1962.
Mesin Gol
Gheorghe Hagi, kapten kesebelasan Rumania dan play maker
dalam tiga Piala Dunia. Ia Salah satu pemain terbaik dunia di
tahun 90-an. Geoff Hurst, Juara Piala Dunia 1966 dan pahlawan
Hattrick di final Piala Dunia.
Jairzinho, pemain sayap hebat lainnya dari kesebelasan Brasil
dan bagian tim juara Piala Dunia 1970. Mario Kempes, pemain yang
melakukan hampir segalanya di tahun 1978. Top skor dan pahlawan
bagi kemenangan Argentina.
Jurgwn Klinsmann, striker top Jerman dengan 11 gol dari tiga
Piala Dunia dan juara Piala Dunia 1990. Sandor Kocsis, mesin
pencetak gol bagi Hungaria yang memberi mereka medali perak di
tahun 1954 dan top skor dengan 11 gol.
Hans Krankl, striker hebat bagi tim Austria dan dianggap
sebagai salah satu pemain top Eropa di akhir tahun 70-an. Ruud
Krol, defender Belanda yang elegan dan bagian dari tim total
football di tahun 70-an. Grzegorz Lato, pemenang dua medali
perunggu untuk Polandia dan top skor di tahun 1974 dengan 7 gol.
Leonidas, pemain besar Brasil sebelum perang dan top skor tahun
1938 dengan 8 gol.
Gary Lineker, striker Inggris terhebat di era modern dan top
skor tahun 1986 dengan 6 gol.
Sepp Maier, kipper legendaris Jerman tahun 1970-an dan juara
Piala Dunia 1974.
Diego Maradona, salah satu pemain legendaris dunia sepanjang
masa dan bermain dalam 21 pertandingan di empat Piala Dunia dan
juara dalam Piala Dunia 1986 hampir tidak terkalahkan.
Lothar Matthaus, Pemain out field dengan lima turnamen dan
kapten Jerman Barat dalam Piala Dunia 1990.
Giuseppe Meazza, bintang besar dan anggota kesebelasan Italia
dalam dua Piala Dunia saat mereka menjadi juara Piala Dunia
tahun 1934 dan 1938.
Roger Milla, pemain super yang mengubah kesebelasan Kamerun
menjadi tim berkelas dunia dalam usianya yang ke-38 di tahun
1990 dan bermain dalam tiga Piala Dunia.
Luis Monti, satu-satunya pemain yang bermain untuk dua negara
dalam final Piala Dunia dan juara bersama Italia di tahun 1934.
mahmudiono lamin/fwc
|