LEGENDA

LEGENDARIS

PELE

MARADONA

FRANZ BECKENBAUER

PLATINI

MULLER

JOHAN CRUYFF

JAIRZINHO

GARRINCHA

PUSKAS

GINSEPPE MEAZZA

KARIER

1964-1958
Sc Muenchen 06
1958-1977
FC Bayern Muenchen
1977-1980
New Yorke Cosmos
1980-1982
Hamburg SV
1983
Cosmos New Yorke




PENGHARGAAN

KLUB

424
tampil di Bundesliga
(44 gol)
78
tampil di Piala Eropa
(6 gol)
1976
Juara Piala Dunia Antarklub
1974-1976
Juara Piala Eropa
1967
Juara Piala Winners
1969, 1972-1974, 1982
Juara Liga Jerman
1970, 1971, 1981
Runner-up Liga Jerman
1966, 1967, 1969, 1971
Juara Piala Jerman
1977, 1978, 1980
Juara Liga Amerika Serikat

Internasional

103 caps
(14 gol), 50
sebagai kapten
1974
Juara Piala Dunia
1966
Runner-up Piala Dunia
1970
Juara Ketiga Piala Dunia
1972
Juara Piala Eropa
1976
Runner-up Piala Eropa
Manajer
66 Pertandingan
(34 Menang - 19 Seri - 13 Kalah)
1990
Juara Piala Dunia
1986
Runner-up Piala Dunia
1988
Semifinalis Piala Eropa
1994
Juara Liga Jerman
1996
Runner-up Liga Jerman
1996
Juara Piala UEFA

GARRINCHA

Garrincha adalah malapetaka. Dua dekade membuktikan Garrincha lebih mudah dijinakkan jauh sebelum memasuki kotak penalti daripada membiarkannya menebar bahaya di daerah jarak tembak itu. Penjaga gawang akan berteriak-teriak manakala pemain brilian ini membuat awalan serang.

Begitulah, Garrincha adalah tipikal pemain berdaya dobrak tinggi yang memadukan teknik gaya Brasil dan tak pernah kehabisan tenaga. Jika menggempur barisan pertahanan lawan, garrincha bak angin puting beliung. Defender dibuat kucar-kacir.

Garrincha memang mempunyai keistimewaan yang membuatnya disegani, sekaligus mengundang perhatian ekstra. Setiap kali menguasai si kulit bundar, ia bak punya mata kaki. Ia tahu bahwa dirinya tak cukup hanya dihentikan dengan sliding tackle manakala men-drible bola ke arah gawang. Selain Si Kijang Johan Cruyff, Garrincha adalah pemain dengan keistimewaan drible bola tiada duanya di dunia.

Jadi sasaran empuk permainan kasar. Itulah pemahaman dasar Garrincha setiap kali hendak bermain. Namun, setiap kali pula Garrincha bisa membuar drible brilian. Ia sempat cedera karena sering "dimakan" lawan, tetapi ia kembali pada top form seperti ketika belum menderita cedera.

Manuel Francisco Santos, begitulah nama aslinya, namun lebih populer dengan panggilan Garrincha. Ia adalah satu dari pasukan Samba yang merebut gelar Piala Dunia dua kali (1958 dan 1962). Pada Piala Dunia 1962 di Cuili, Garrincha sukses menutup lubang kunci Brasil yang kehilangan Pele karena cedera.

Garrincha telah bermain 60 kali untuk tim nasional Brasil. Selama diperkuat Garrincha, tim Samba meraih kemenangan 52 kali dan tujuh imbang. Lebih fenomenal lagi, Brasil tak pernah kalah ketika Garrincha dan Pele tampil bersama. Satu-satunya kekalahan Brasil hanya pada pertandingan Piala Dunia 1966 di Inggris.

Selama memperkuat Botafogo, tim profesional pertama sebelum melambung ke jagad sepakbola internasional, ia mencetak 232 gol dari 581 pertandingan. Ia mempersembahkan gelar juara Liga Carioca pada 1957, 1961 dan 1962. Botafogo juga menduduki tahta Liga Rio-Sao Paulo tahun 1962 dan 1964.

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws