BINTANG

RIVALDO

GABRIEL BATISTUTA

MICHAEL OWEN

ZINEDINE ZIDANE

JOSE LUIS CHILAVERT

SAMI AL JABER

SHAUN BARTLETT

CUAUHTEMOC BLANCO

ALEN BOKSIC

DELGADO

ELHADJI DIOUF

FAN ZHIYI

LUIS FIGO

TOMASZ HAJTO

OLIVER KAHN

ROY KEANE

SEOL KI-HYEON

HENRIK LARSSON

PAOLO MALDINI

PATRICK MBOMA

HERNAN MEDFORD

EMILE MPEZA

HIDETOSHI NAKATA

VIKTOR ONOPKO

AUGUSTINE OKOCHA

RAUL GONZALEZ

ALVARO RECOBA

CLAUDIO REYNA

EBBE SAND

ADEL SELLIMI

HAKAN SUKUR

ZLATKO ZAHOVIC

KARIER

NAMA
Rivaldo Vitor Barbosa Ferreira
NEGARA
Brasil
TGL. LAHIR
19 April 1972
TINGGI/BERAT
1,86m/75kg
FINAL PIALA DUNIA
1998
CAPS PIALA DUNIA
7
KLUB
Paulista Recife, FC Santa Cruz, Mogi-Mirim, SC Corinthians São Paulo, SE Palmeiras São Paulo, Deportivo de La Coruña, FC Barcelona 

RIVALDO

Rivaldo Vitor Barbosa Ferreira adalah sebuah fenomena sepakbola masa kini. Ia muncul dengan latar belakang keluarga miskin, menembus atmosfir sepakbola kelas satu dunia dengan pundi-pundi uang, dan popularitas setinggi langit.

Kehidupannya yang berliku telah menempatkan Rivaldo sebagai figur yang pantas dikagumi. Pada akhir abad ke-21, sepakbola sudah berubah menjadi bisnis dan industri komersial. Pemain berbakat hebat pun menjadi "barang" berharga, termasuk Rivaldo.

Pesepakbola asal Brasil ini disebut-sebut sebagai pemain dengan talenta tertinggi seangkatan Ronaldo. Dia seorang pencipta gol bernapas predator. Pemain yang dibesarkan di klub Palmeiras ini bisa menjadi pusat permainan, sutradara lapangan, sekaligus penentu kemenangan tim mana pun yang dibelanya.

Klub raksasa Spanyol, Barcelona, dan tim nasional Brasil jelas sangat beruntung memiliki Rivaldo, pemain sentral yang menjadi penentu kemenangan atau penyelamat klub. Orang Brasil menyebut Rivaldo sebagai maestro. Wajar bila kemudian nomor punggung 10 kedua tim ini diberikan kepadanya.

Dalam enam tahun terakhir, Rivaldo mengoleksi delapan gelar, baik untuk klub maupun negara. Bersama Palmeiras, ia dua kali membawa klub bermaskot burung kakak tua itu menjuarai Liga Brasil (1994, 1996).

Barcelona dibawa merengkuh mahkota Liga Spanyol (1998, 1999), Piala Raja Spanyol (1998), dan Piala Super Eropa (1998). Brasil pun ikut merasakan tuah Rivaldo dengan meraih gelar Piala Konfederasi (1997) dan Piala Amerika (1999).

"Rivaldo adalah seorang pesepakbola uar biasa. Ketika masih membela Palmeiras, saya melihatnya melakukan hal-hal yang tak terbayangkan. Sukses selalu menyertai langkahnya, itulah yang membuatnya besar," tutur mantan rekan Rivaldo di Deportivo La Coruna, Djalminha.

Sanjungan dari seorang teman tentu kurang objektif. Simak pujian tulus yang dilontarkan eks pelatih AC Milan, Alberto Zaccheroni, saat Barcelona menahan Rossoneri 3-3 di babak penyisihan Liga Champions 2000/01, Oktober tahun lalu. "Saya sudah mengira ia akan tampil bagus. Sejujurnya, Rivaldo benar-benar fantastis," ujar Zac.

Dalam hatinya, Zac barangkali menyesal, karena Milan tak bisa membeli pemain seperti Rivaldo. Rasa iri yang sama dimiliki barisan klub raksasa Eropa seperti Lazio, AS Roma, Inter Milan, dan Manchester United. Sudah sejak lama mereka ingin memboyong sang fenomena.

Sadar kalau pemain andalannya tergoda, Presiden Barcelona Joan Gaspart buru-buru mengikat kontrak baru dengan Rivaldo yang akan berakhir Juni 2003. Dalam kontrak tersebut, penggemar jus buah ini menerima gaji 1,1 miliar pesetas setahun.

Berarti, Rivaldo adalah pesepakbola dengan gaji terbesar di dunia. Penghasilannya jauh melampaui Figo dan Hernan Crespo, yang justru menjadi pemegang rekor transfer tertinggi.

Pendapatan luar biasa itu membuat Rivaldo menolak tawaran dari luar Barcelona. "Saya sangat senang dihubungkan dengan klub sebesar Milan dan Manchester United. Itu artinya saya telah melakukan pekerjaan dengan baik dan dikenal banyak orang. Namun, ketika menandatangani kontrak baru, saya menyerahkan semua masalah transfer kepada Barcelona," katanya.

Ketika dibeli Deportivo La Coruna dari Palmeiras musim 1996/97, nama Rivaldo masih kalah tenar dibanding Ronaldo dan Roberto Carlos. Kedua rekan senegaranya itu sudah lebih dulu beraksi bersama Barcelona serta Real Madrid.

Rivaldo tak butuh banyak waktu untuk mendapatkan pengakuan publik sepakbola Eropa. Sepak terjang bersama Super Depor membuatnya memperoleh julukan El Mago atau Si Penyihir. Jika tengah bermain dengan kemampuan terbaiknya, Rivaldo memang bak menyihir seisi stadion. Dalam waktu singkat, ia mendatangkan segudang kesulitan buat lawan-lawannya.

Majalah Don Balon pada edisi April 1997 memuat karikatur dirinya yang digambarkan sebagai seorang pesulap. Bukan kelinci, burung dara, atau kain warna-warni yang keluar dari topi hitamnya, melainkan gol demi gol bagi tim yang dibelanya.

Legenda Real Madrid asal Hongaria, Ferenc Puskas, termasuk orang yang amat mengagumi kelihaian Rivaldo. Ketika merayakan ulang tahunnya yang ke-70, pria kelahiran 2 April 1927 ini hanya meminta satu hadiah: rekaman gol Rivaldo ke gawang Real Sociedad!

Di mata Puskas, Rivaldo adalah pemain yang serupa, tapi tak sama dengan dirinya. Ketika masih aktif bermain di era 50-an, Puskas juga dianggap sebagai seorang penyihir. Tim nasional Hongaria pun punya julukan The Magic Magyars. Namun, ada perbedaan nyata antara dua bintang berbeda zaman ini.

"Dulu saya punya tenaga luar biasa, tapi bola tidak melekat di kaki seperti yang dilakukan Rivaldo. Saya selalu menikmati ketegangan yang muncul ketika dia melepaskan tendangan dengan penuh keanggunan," tutur Puskas.

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws