|
Hidetoshi Nakata, playmaker tim sepakbola Jepang,
merupakan figur penting bagi tuan rumah pada Piala Dunia 2002.
Ia menjadi inspirator dalam sebagian besar serangan-serangan tim
Jepang yang akan mencoba menggebrak Piala Dunia pada penampilan
kedua.
Sejak membuat debut dalam pertandingan persahabatan melawan
Korea Selatan di Tokyo pada tahun 1997, namanya semakin populer.
Foto Nakata sering terpampang di berbagai surat kabar dan
majalah. Ia juga menjadi model iklan di televisi.
Suporter klubnya, Bellmare Hiratsuka, selalu meneriakkan Nama
Hidetoshi Nakata dalam setiap pertandingan. Nakata, yang kala
itu baru berusia 21 tahun, sudah mengemban tugas bangsa Jepang
melalui sepakbola di Piala Dunia.
Tanpa dia, tim Jepang kehilangan seorang koordinator lapangan
karena lini tengah tidak hidup. Mengenai tugas sebagai playmaker
itu, Nakata mengatakan, "Tidak, saya tidak pernah
menjadikan tugas itu sebagai beban. Saya bermain tanpa
memikirkan hal tersebut."
Perjuangan di babak kualifikasi, menurut Nakata, cukup berat.
Namun, lolos babak kualifikasi, bagi Nakata, juga bukan akhir
dari segalanya. "Kini lebih banyak pekerjaaan rumah yang
harus kami selesaikan."
Ciri penampilan Nakata terutama pada kemampuannya bergerak
secara lugas. Ia selalu menemukan saat dan tempat yang tepat
untuk mengirim umpan secara akurat, sehingga ia sering disebut
sebagai "pengisi peluru" bagi rekan-rekan yang akan
melakukan tembakan ke gawang. Ia juga dapat mencetak gol,
terutama melalui tendangan jarak jauh.
Banyak orang memuji penampilan Nakata, termasuk mantan pemain
Piala Dunia Argentina, Ossie Ardiles, yang pernah menjadi
manajer klub Liga Jepang, Shimizu S-Pulse. Prediksi Ardiles,
Nakata akan menjadi salah satu bintang usai Piala Dunia 1998,
ternyata menjadi kenyataan. Ia menjadi salah satu tulang
punggung klub Roma dalam meraih scudetto, sebelum hijrah ke
Parma.
Nakata pernah bermain bersama pemain Argentina Gabriel
Batistuta dan Ronaldo dari Brasil dalam pertandingan
bintang-bintang FIFA antara tim Eropa dan tim sisa dunia. Ketika
masih melatih tim nasional Argentina, Daniel Passarella juga
kagum dengan kemampuan Nakata dan lebih suka jika Nakata tidak
main dalam pertandingan melawan timnya.
Salah satu keistimewaan Nakata lainnya adalah kemampuannya
melakukan tendangan bebas dengan bola meluncur menurut kurva.
Jika terlihat kesamaan antara gaya Nakata dan bintang-bintang
sepakbola dunia, hal tersebut karena ia belajar dari video
rekaman penampilan sejumlah pemain seperti Roberto Baggio.
mahmudiono lamin/fwc
|