CLAUDIO REYNA
Claudio Reyna merasa tak mampu berbuat banyak jika
mengembangkan karier sepakbola di negeri sendiri. Padahal, dia
merasa punya cukup bakat untuk bersaing dengan midfielder
terbaik dunia. Mantan pelatih tim nasional AS Bora Milutinovic
mengatakan padanya, "Saya meyakinkan dirinya bahwa perlu
terobosan untuk mengembangkan Claudio."
Reyna mengawali karier sepakbola sejak usia empat tahun dan
telah masuk tim Olimpiade AS ketika duduk di sekolah menengah
atas. Usai menyelesaikan sekolah menengah, ia melanjutkan
pendidikan ke Universitas Virginia. Selama bergabung dengan tim
olahraga perguruan tinggi, Reyna memenangkan sebuah kejuaraan
dan dinobatkan sebagai College Player of the Year.
Sebagai anak keturunan mantan pemain klub Argentina,
Independiente, Reyna mewarisi bakat sepakbola. Ia telah
memperkuat tim U-16 AS dan meraih kemenangan dalam pertandingan
internasional pada tahun 1994. Bak mendapat durian runtuh, Reyna
yang baru melejit itu menarik minat pelatih tim nasional AS saat
itu, Bora Milutinovic. Harapan Reyna untuk bermain cemerlang
bersama tim nasional rupanya terhambat oleh cedera, sehingga
gagal unjuk gigi di depan publik sendiri pada Piala Dunia 1994.
Walaupun kehilangan kesempatan dalam momentum terbesar, ia
telanjur masuk hitungan tim pencari bakat dari berbagai klub
kelas atas Eropa. Reyna memilih klub Bundesliga, Bayer
Leverkusen, dengan kontrak mulai Agustus 1994. Tetapi Reyna
tampaknya tidak memenuhi kualifikasi Erich Ribbeck dan Christoph
Daum, sehingga merasa frustrasi berkepanjangan. Reyna melirik
Wolfburs sebagai gantungan masa depan kariernya.
Dia tampaknya menjadi sosok pemain yang berjiwa pemimpin
sejati setelah kembali dari Bundesliga dan dipercaya menjadi
kapten tim nasional AS. Visi permainan Reyna pun mengilhami gaya
permainan Wolfsburg. Bukan hal aneh jika teriakan Reyna membuat
barisan midfielder Wolfsburg makin bersemangat.
Perjalanan karier indah bersama Wolfsburg tidak berjalan
lama, karena Reyna memutuskan hijrah ke Glasgow Rangers pada
tahun 1999. Pada usia 28 tahun, Reyna menikahi Danielle, seorang
anggota tim putri AS. Danielle juga pemain popular di negaranya.
Claudio Reyna kini telah matang sebagai pengendali tim AS.
Sebagaimana cita-citanya, putaran final Piala Dunia 2002
merupakan momentum paling tepat untuk mengukir namanya lebih
harum. Paling tidak, keberadaan Reyna membawa perubahan besar
bagi tim nasional Negeri Paman Sam.
mahmudiono lamin/fwc
|