BINTANG

RIVALDO

GABRIEL BATISTUTA

MICHAEL OWEN

ZINEDINE ZIDANE

JOSE LUIS CHILAVERT

SAMI AL JABER

SHAUN BARTLETT

CUAUHTEMOC BLANCO

ALEN BOKSIC

DELGADO

ELHADJI DIOUF

FAN ZHIYI

LUIS FIGO

TOMASZ HAJTO

OLIVER KAHN

ROY KEANE

SEOL KI-HYEON

HENRIK LARSSON

PAOLO MALDINI

PATRICK MBOMA

HERNAN MEDFORD

EMILE MPEZA

HIDETOSHI NAKATA

VIKTOR ONOPKO

AUGUSTINE OKOCHA

RAUL GONZALEZ

ALVARO RECOBA

CLAUDIO REYNA

EBBE SAND

ADEL SELLIMI

HAKAN SUKUR

ZLATKO ZAHOVIC

KARIER

NAMA
Paolo Maldini
NEGARA
Italia
TGL. LAHIR
16 Juni 1968
TINGGI/BERAT
1,85m/85kg
FINAL PIALA DUNIA
1990, 1994, 1998
CAPS PIALA DUNIA
19

KLUB
AC Milan

PAOLO MALDINI

Paolo Maldini adalah satu dari sederet legenda sepakbola Italia. Ia, sebagaimana ayahnya, Cesare Maldini, menjadi bintang AC Milan dan tim nasional Italia pada generasi masing-masing. Cesare mencatat zaman keemasan sejak meniti karier pemain hingga menjadi nasional. Paolo Maldini, sang anak, sekarang tercatat sebagai salah satu defender terbesar dunia.

Ia bermain di AC Milan sejak masa remaja dan membuat debut di Seri A ketika berumur 16 tahun. Selama memperkuat tim berkostum merah hitam itu, Paolo Maldini memenangkan beberapa gelar domestik dan menjembatani sejarah keemasan AC Milan di kompetisi internasional. 

Maldini telah memenangkan gelar-gelar juara Italia (scudetto) 1988, 1992, 1993, 1994, dan 1996. Bersama The Dream Team-julukan AC Milan-Maldini pun meraih tiga trofi Cup Winners Cup (1989, 1990, 1994), dua kali juara dunia antarklub (1989, 1990), dan merebut Piala Super Italia tiga kali (1989, 1990, 1995).

Penampilan perdana bersama Squadra Azzura tercatat pada Maret 1988. Ia senantiasa terusik untuk mempersembahkan gelar internasional sejak Italia tampil di final Piala Dunia 1994 di AS. Sayangnya, tim Azzuri dikalahkan Brasil dengan adu tendangan penalti.

Maldini benar-benar penjelmaan kejayaan sang ayah. Sebagai pemain belakang, ia pemain berkharakter taktis dan dibutuhkan sebagai peredam keganasan striker. Namun, Maldini tidak menghalalkan segala cara. Ia justru memberi "pelajaran" bermain bola modern ala Italia dengan bermain efisien, yaitu menyerang hanya pada saat yang tepat dan mengandalkan ketajaman dalam membaca permainan.

Dengan menjunjung fair play, Maldini memberi teladan kepada pemain-pemain muda. Dengan sepasang kakinya yang kuat, Maldini merupakan tembok keras yang sulit dilewati. Sebaliknya, pemain brilian ini begitu cekatan dalam menyerang dari sektor kiri.

Kematangan visi permainan bertahan dan menyerang sudah tampak sejak muda. Ia mengaku punya "warisan" ilmu dari sang ayah dalam mengembangkan visi pertahanan. Ketajaman serangan ia pelajari dari banyak pemain dunia yang memperkuat klub-klub Italia. Maldini, yang semula hanya dikenal sebagai defender, ternyata mampu bermain menyerang dengan perubahan formasi pemain secara cepat.

Tak seperti pemain-pemain kelas dunia yang suka foya-foya dan keluar-masuk klub hiburan malam, Maldini menghabiskan istirahat dengan sang istri, Adriana Fossa, seorang foto model. Mereka dikarunia seorang anak, Christian, ketika Italia menghadapi Piala Eropa 1996.

Fabio Capello, pelatih AS Roma, melihat kelebihan Maldini bukan hanya pada profesionalisme di lapangan. "Maldini menjadi pemain besar Italia, karena ia berbeda dengan pemain manapun. Ia tidak suka keluyuran, apalagi membuat skandal," katanya.

Sebagai salah satu pemain terbaik Italia pada generasinya, Maldini (34) ingin menuntaskan karier profesional dengan memperkuat Italia pada Piala Dunia 2002. "Saya telah mendapatkan apapun bersama AC Milan. Saya tidak mau kehilangan momentum bersama tim nasional," tutur wingback kiri itu.

Maldini terpilih menjadi bagian squad Azzuri di Piala Dunia. Ia menjadi kapten tim biru putih itu sepeninggal libero legendaris Franco Baressi, juga pemain AC Milan. Ia menjadi pemain besar bukan karena anak Cesare Maldini. "Saya memang mewarisi darah sepakbola dari ayah. Namun, saya mengumpulkan gelar lebih banyak. Saya masih punya kesempatan lebih besar lagi," kata pemain alim ini.

Karena akselerasinya sangat cepat, Maldini sering menjadi titik awal serangan tim Italia. Skill individunya sangat menunjang gaya permainan Italia. Pada Piala Dunia 1994, Maldini menunjukkan kecepatan beradaptasi di posisi libero dalam pertandingan final melawan Brasil.

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws