SHAUN BARTLETT
Tidak banyak pemain profesional mendapat kehormatan dari
seorang presiden dan pemenang nobel perdamaian. Shaun Bartlett
adalah satu-satunya pemain yang mendapat kehormatan itu ketika
Presiden Afsel Nelson Mandela menghadiri pesta pernikahannya. Striker
Charlton Athletic dari Cape Town Hope ini memang sahabat
keluarga Mandela.
Selama menjadi mesin gol di Liga Utama Inggris, Bartlett
tampaknya cukup matang, terutama dalam memanfaatkan pengalaman
bermain di Liga Amerika (Major League Soccer) bersama Colorado
Rapids dan New York Metrostars. Ia sempat mampir ke klub Swiss,
Zurich FC. Setelah berusia 29 tahun, Bartlett mewujudkan
cita-cita bermain di Liga Utama Inggris.
Bartlett berpeluang membesarkan namanya di Liga Utama
Inggris, karena ia cepat menyesuaikan diri. Ia tangguh dalam
duel bola atas dan kontrol bolanya akurat. Persaingan untuk
mendapatkan tempat utama dalam line up Charlton
sebenarnya cukup sulit.
Bartlett ternyata mampu menjawab keragu-raguan dengan menjadi
pasangan ideal Jonathan Johansson, Martin Pringle dan Clive
Mendonca. Pemain Afsel ini pernah mencetak hattrick dan memawa
Charlton meraih promosi. Prestasi ini sangat mengesankan, karena
Bartlett sebelumnya tak menduga mampu tampil prima pada
kompetisi musim pertama.
Bartlett, yang mengidolakan pemain legendaris Ruud Gullit,
mampu melewati masa-masa kritis. Sejak kapten tim nasional
Afrika Selatan Lucas Redebe menurun kemampuannya, Bartlett
mengambil alih ban kapten ketika tim Bafana-Bafana diasuh
pelatih Carlos Querios. Ia akan membuktikan kepemimpinan itu
pada Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang.
Penunjukan Bartlett sebagai kapten mengundang debat di
kalangan pecandu sepakbola Afrika Selatan. Pelatih Querios
mengatakan, "Saya puas dengan permainan Bartlett. Saya
percaya, ia juga mampu memimpin dengan baik seperti Lucas
Redebe. Jadi, Bartlett adalah kapten ideal bagi Afrika Selatan.
Saya menginginkan seorang kapten yang mampu menjadi teladan.
Bartlett memenuhi kualifikasi itu."
Publik sepakbola Afrika Selatan menunggu bukti kesanggupan
Bartlett memimpin tim nasional di Piala Dunia 2002.
mahmudiono lamin/fwc |