BINTANG

RIVALDO

GABRIEL BATISTUTA

MICHAEL OWEN

ZINEDINE ZIDANE

JOSE LUIS CHILAVERT

SAMI AL JABER

SHAUN BARTLETT

CUAUHTEMOC BLANCO

ALEN BOKSIC

DELGADO

ELHADJI DIOUF

FAN ZHIYI

LUIS FIGO

TOMASZ HAJTO

OLIVER KAHN

ROY KEANE

SEOL KI-HYEON

HENRIK LARSSON

PAOLO MALDINI

PATRICK MBOMA

HERNAN MEDFORD

EMILE MPEZA

HIDETOSHI NAKATA

VIKTOR ONOPKO

AUGUSTINE OKOCHA

RAUL GONZALEZ

ALVARO RECOBA

CLAUDIO REYNA

EBBE SAND

ADEL SELLIMI

HAKAN SUKUR

ZLATKO ZAHOVIC

KARIER

NAMA
Emile Mpenza
NEGARA
Belgia
TGL. LAHIR
4 Juli 1978
TINGGI/BERAT
1,77m/75kg
FINAL PIALA DUNIA
1998
CAPS PIALA DUNIA
3
KLUB
Royal Léopold Club Mesvin, KV Courtrai, Royal Excelsior Mouscron, Standard Liège, FC Schalke 04 

EMILE MPENZA

Mpenza adalah minoritas dalam squad pemain berkulit putih Belgia. Namun, ia merupakan penentu keberhasilan atau kegagalan tim berjuluk Setan Merah itu. Mpenza adalah pemilik rekor transfer termahal di Liga Belgia. Usianya baru 22 tahun ketika menciptakan rekor itu.

Keberadaan Mpenza dalam tim Belgia sangat mencolok karena dua hal, warna kulit dan kontribusi permainan. Ia adalah satu-satunya striker berkulit hitam legam di antara sepuluh pemain kulit putih. Sang kakak, Mbo Mpenza, sebenarnya juga bermain untuk tim nasional. Namun, prestasi Mbo tidak sebaik Emile, sehingga gagal mempertahankan caps internasional.

Warna kulit itu menjadi berkah atau sebaliknya mengundang cemooh bagi Emile. Jika bermain bagus, ia tampak mendominasi permainan, seolah-olah pemain Belgia lainnya hanya sebagai pelengkap. Sebaliknya, jika bermain di bawah form, caci-maki penonton pun hanya dialamatkan kepadanya. Mengapa? Karena dialah figur paling mencolok dengan warna kulitnya.

Kemampuan Emile membawa bola di petak penalti lawan sedikit di atas rata-rata pemain Belgia. Kelebihannya terletak pada kombinasi antara kecepatan dan kepandaian menciptakan peluang serta naluri mencetak gol tinggi.

Ketika Belgia berlaga di Piala Dunia 2002, Emile mulai matang. Pada Euro 2000, ia hanya tampil dua kali sebagai pengganti. Emile sebenarnya dilahirkan di Kongo. Nama aslinya adalah Lokonda Mpenza. Namun, ia lebih dikenal dengan panggilan Emile. Belgia kemudian menjadi negara keduanya setelah Kongo.

Di negeri yang dijuluki Jantung Eropa ini karier sepakbola Emile menanjak pesat. Sepakbola memang hobi yang sangat disukainya. Sejak berumur delapan tahun, Emile berlatih teknik main bola di klub bernama Mesvin. Kakaknya, Mbo Mpenza, juga berlatih di klub ini. Sampai usia delapan tahun, Emile masuk klub FC Courtai. Di klub ini Emile menghabiskan delapan tahun. Pada umur 16, Emile pindah ke Mouscron.

Bakatnya bermain bola makin terpupuk. Karier Si Mutiara Hitam ini makin bersinar setelah digosok para pelatih klub elit Liga Belgia, Standard Liege, selama satu musim. Ia mengemas 16 gol dari 26 penampilan. Klub Jerman, Schalke 04, berani merogoh kocek dalam-dalam untuk membelinya. Harga Rp65,6 miliar yang dikeluarkan Schalke 04 merupakan nilai transfer termahal klub tersebut, sekaligus harga transfer tertinggi di Liga Belgia. Kepindahannya ke Jerman hanya beberapa hari sebelum kakaknya, Mbo Mpenza, mengikuti jejaknya ke Standard Liege.

Namun, penampilan Emile di kompetisi Bundesliga pada tahun pertama tak begitu menawan. Ia hanya mencetak lima gol dari 32 pertandingan Schalke 04. Wajar, sebab di Liga Jerman Emile dihadapkan pada persaingan baru.

Ia masih dalam tahap penyesuaian terhadap iklim kompetisi baru. Ia juga harus bersaing dengan striker andalan Ebbe Sand yang sukses mengoleksi 14 gol. Persaingan itu tak membuat pamor Emile pudar. Bia tetap dipanggil memperkuat Belgia ke Euro 2000 hingga Piala Dunia 2002 di Jepang/Korea. Bagi Mpenza, arena akbar Piala Dunia 2002 adalah kesempatan untuk membuktikan kemampuan individunya.

Pelatih Belgia di Euro 2000, Robert Waseige, tak berharap banyak pada bintang-bintang tua. Kondisi tersebut jelas membuka ruang bagi Emile menambah jam terbang di partai internasional. Sejauh ini ia telah memperkuat timnas sebanyak 24 kali dan mempersembahkan 8 gol. Namun, partai paling membahagiakan bagi Emile sendiri adalah pertandingan pembukaan Euro 2000 pada 10 Juni. Pada duel tersebut ia mempersembahkan kemenangan pada Setan Merah, julukan timnas Belgia, yang mengalahkan Swedia 2-1.

Gol Emile di awal babak kedua tersebut akhirnya memang memastikan Belgia memetik sukses di partai perdana. Jika saja Emile tak membuat gol, mungkin kedudukan akan berakhir imbang 1-1. Sebab Swedia pada menit 54 berhasil menggetarkan jala Filip De Wilde melalui Johan Mjallby, untuk menyamakan skor setelah Belgia sempat unggul di menit 43 melalui Bart Goor. Di masa depan, Mutiara Hitam ini dipercaya bakal makin mencorong pamornya. Apalagi jika klub-klub Seri A telah mengincar.

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws