RAUL GONZALEZ
Suporter Spanyol mengharapkan Raul, striker andalan di
Piala Dunia 2002, mengeluarkan "tendangan meteor" dan
membawa tim Matador meraih kemenangan di Korea/Jepang.
Tepat pada tanggal 27 Juni 2002 Raul Gonzalez berusia 25
tahun. Saat itu Raul bertekad memasuki fase baru sebagai
generasi pemain matang yang didaulat untuk membawa Spanyol
mencetak sejarah Piala Dunia.
Raul tidak bisa tampil prima pada Piala Dunia empat tahun
lalu, karena tulang pahanya cedera selama beberapa bulan. Cedara
itu juga membuat Raul membuat langkah tidak biasa. Ia mengadakan
konferensi pers untuk menjelaskan penampilannya yang buruk.
"Piala Dunia adalah pertandingan penting dalam karier
saya," kata Raul. Tetapi wartawan tidak begitu tertarik
dengan penampilan Raul di lapangan, dibandingkan hubungan roman
cintanya dengan beberapa gadis dan kebiasaannya keluar masuk
klub malam. Pertanyaan-pertanyaan itu memang tidak bisa
dielakkan bagi seseorang seperti Raul yang sering keluar masuk
kolom gosip. Ibanyak rumor tentang Raul dan dunia malam
menghiasi halaman-halaman majalah olahraga. Namun, Raul
kelihatannya lebih dewasa dalam menghadapi pertanyaan-pertanyaan
seperti itu.
Raul memulai kariernya di Atletico Madrid. Kebetulan kedua
orangtuanya adalah penggemar berat klub ini. Ia menyeberang ke
klub yang berlokasi di ibukota Spanyol, Real Madrid, hanya
karena pemilik Atletico, Jesus Gil, memotong bayaran tim junior.
Tim junior U-14 itu mencetak 308 gol dalam satu musim, 65 gol
di antaranya milik Raul. Setelah menciptakan sejumlah gol di tim
junior Real Madrid, Raul mulai diperhitungkan bermain di tim
senior, meskipun kesempatan itu munculnya jauh lebih cepat.
Pada 1994, ia bermain melawan Brasil ketika usianya baru 17
tahun empat bulan. Dengan usia itu ia tercatat sebagai termuda
pertama kalinya dalam sejarah Real Madrid.
Orang yang berjasa mematangkan Raul adalah Jorge Voldano.
Pelatih asal Argentina itu membela Raul mati-matian melalui
perdebatan keras dengan pengurus klub. Voldano juga mendapat
penghargaan setelah Raul berhasil mencetak gol dalam
pertandingan kedua--yang ironisnya--melawan Atletico, mantan
klubnya.
Sejak itulah nama Raul Gonzalez melambung dengan cepat. Pers
Spanyol begitu terpesona dengan kemampuannya. Mereka
mempelesetkan kata Real Madrid menjadi "Raul Madrid".
Dalam Piala Dunia empat tahun lalu, Spanyol berjuang keras
untuk menghasilkan pemain-pemain bertahan yang mampu
"tampil beda" dalam panggung sepakbola terbesar di
dunia. Mantan teman satu tim Raul di Real Madrid, Emilio
"Vulture" Butragueno adalah sebuah pengecualian. Empat
golnya ketika melawan Denmark pada Piala Dunia 1986 memberikan
gelar pemain legendaris. Valdano mengatakan bahwa sebutan
"Butragueno Baru" bisa membawa pengaruh buruk pada
Raul.
Meskipun demikian Raul memang muncul pada saat yang tepat. Di
kalangan suporter Spanyol, keyakinan bahwa Raul mampu mengulang
sukses Emilio di Piala Dunia memang bukan isapan jempol.
mahmudiono lamin/fwc |