ROY KEANE
Mayoritas manajer atau pelatih menginginkan seorang midfielder
serba bisa. Roy Keane adalah jawaban atas kebutuhan itu. Ia
pemain komplit, skill tinggi, bertenaga kuda, cerdas,
berbakat memimpin, dan memiliki kualifikasi goalgetter.
Pemain kelahiran Cork, Republik Irlandia, pada 10 Agustus
1971, itu dianggap sebagai pemain serba-bisa yang bisa bermain
sebagai gelandang, defender, dan second striker.
Tangguh dalam bola-bola atas, pekerja keras, dan dihormati
rekan-rekan satu tim, membuat Keane menjadi pemain kesayangan
Alex Ferguson dan pendukung Old Trafford.
Hanya sedikit pemain mampu menjelajah sebagai bek kanan,
tengah, maupun berfungsi sebagai midfielder tanpa
kehilangan visi serangan tajam. Dengan kualitas
"super", karena mampu mengakomodasikan pertahanan
tanpa kehilangan insting menyerang itu, Keane tak pelak lagi
menjadi "komandan" klub elit Manchester United maupun
tim nasional Irlandia.
Bersama Setan Merah-julukan Manchester United-Keane
mempertontonkan permainan dengan balance paling stabil di
Liga Inggris. Sebagai kapten, ia sanggup memimpin banyak pemain
bintang Manchester United tanpa beban. Keane, bagi tim nasional
Irlandia, bak konduktor.
Keane mulai berkiprah di Liga Inggris ketika memperkuat
Nottingham Forest pada musim kompetisi 1990 dengan gaji 25 ribu
pound. Tiga tahun kemudian, Sir Alex Ferguson tanpa ragu-ragu
merogoh kantong Manchester United sebesar 3,75 juta
poundsterling untuk memboyong bintang Irlandia ini ke Old
Trafford. Jumlah itu menjadi rekor.
Ferguson diakui sebagai manajer jeli. Ia bisa
"mengendus" keistimewaan Keane, sehingga Setan Merah
tak rugi merogoh uang 3,75 juta poundsterling. Jumlah itu
tampaknya tak bernilai apa-apa jika dibandingkan dengan
kesanggupan dan kontribusi Keane dalam mengukir kejayaan klub
itu di Divisi Utama Liga Inggris dan kompetisi Eropa.
Manchester United terbukti menjadi kampiun dan mendominasi
kekuatan selama musim kompetisi 1995-1996, 1996-1997, 1998-1999,
dan 1999-2000. Tim brilian 1999 malah mencetak treble,
yaitu mengawinkan tiga gelar sekaligus-Piala FA, Liga Inggris,
Liga Champions.
Manchester United dengan performance Keane memang
mencengangkan. Keane segera menjadi pusat perhatian petinggi
Manchester United dan para pendukung klub Setan Merah di seluruh
dunia. Asosiasi Wartawan Sepakbola Inggris menganugerahi sang
bintang lapangan tengah ini dengan gelar Player of the Year.
Satu-satunya catatan buruk Keane, ia dikenal sebagai pemain
temperamental.
Keane pertama kali mendapat kepercayaan di tim nasional
Irlandia pada tahun 1991 dan berlanjut hingga usai Piala Dunia
1994. Pelatih Mick McCharty memberikan tanggung jawab lebih
besar dengan memberikan ban kapten saat Irlandia mengawali babak
kualifikasi Piala Dunia 2002. Keane tak menyia-nyiakan
kepercayaan itu dengan memimpin rekan-rekannya lolos ke putaran
final. Padahal, pesaing Irlandia sangat kuat, yaitu semifinalis
Piala Eropa 2000, Portugal dan Belanda.
Irlandia mendapatkan momentum besar ketika meraih kemenangan
1-0 atas Belanda, sehingga mereka menduduki runner-up grup.
Dalam pertandingan itu Keane mampu memompa semangat 10 pemain.
Di mata McCharty, Keane sukses menjadi kapten dan menonjol
sebagai inspirator sepanjang 90 menit.
Selama persiapan ke Piala Dunia 2002, pelatih yang berjasa
mengangkat namanya, Sir Alex Ferguson, memberikan garansi bagi
Keane untuk menjadi asisten pelatih. Kapten berusia 31 tahun itu
memang berencana menjadi pelatih jika kariernya sebagai pemain
berakhir.
Keinginan Ferguson untuk menjadikan Keane sebagai salah satu
kandidat penggantinya itu mungkin bisa diterima manajemen
Manchester United. Fergie pernah menyatakan bahwa Keane
merupakan satu-satunya pemain yang bisa menerjemahkan
keinginannya. Jika benar, Keane akan mengikuti jejak Kenny
Dalglish, sukses sebagai pemain dan manajer Liverpool. Namun
,manajemen MU tampaknya takkan mengambil risiko dengan
cepat-cepat mengangkat Keane sebagai pelatih. MU cenderung
memilih pelatih tim nasional Inggris, Sven Goran Eriksson, atau
manajer Bayern Muenchen Ottmar Hitzfeld.
mahmudiono lamin/fwc
|