BLANCO
Jika penggemar bola ingin menyaksikan aksi-aksi pencetak gol
dengan tembakan akurat, Cuahtemoc Blanco merupakan jawaban. Ia
memperagakan permainan ala Negeri Sombrero yang meledak-ledak,
tetapi tetap bermain dalam koridor fair play. Aksi-aksi brilian
Blanco akan tampak pada Piala Dunia 2002.
Pemain kelahiran Mexico City, 17 Januari 1973, itu mampu
mengangkat Meksiko dalam melewati babak-babak kualifikasi Piala
Dunia 2002. Ia membuat debut mengesankan untuk klub America de
Mexico pada 2 Desember 1993. Bersama klub ini, karier Blanco
menanjak pesat dan terpanggil untuk memperkuat Meksiko dalam
pertandingan Piala Dunia 1998. Tanpa gol Blanco atas Belgia,
Meksiko tak mampu berbuat banyak pada putaran 16 besar. Namun,
Meksiko gagal ke perempat final setelah ditaklukkan Jerman.
Ketika namanya terangkat dan menjadi idola baru persepakbolaan
Meksiko, Blanco menandatangani kontrak dengan Real Valladolid.
Sebelum turun ke lapangan, Blanco masih bertanya-tanya,
persaingan seperti apa gerangan Liga Primera Spanyol itu? Namun,
teka-teki itu terjawab dalam debut melawan Mallorca pada 10
September 2000. Masa “bulan madu” bersama Valladolid tak
berumur panjang. Ia cedera tiga bulan, padahal posisi Valladolid
kritis dalam klasemen Liga Spanyol. Setelah pulih dan bertanding
melawan klub raksasa Liga Spanyol, Real Madrid, di Stadion
Santiago Bernabeu, Blanco mencetak gol brilian. Gol penentu
kemenangan itu mengangkat Valladolid kembali ke papan atas.
Meskipun jarang main dengan pemain nasional Meksiko, Blanco
tetap berperan penting bagi tim Sombrero sejak Piala Dunia 1998.
Berkat pengalaman internasional dan kombinasi permainan gaya
Eropa serta kepemimpinannya yang disegani, Blanco menjadi simbol
kekuatan tim nasional. Namanya disejajarkan dengan bintang masa
lalu, Luis Hernandez dan Francisco Palencia.
Blanco pula yang menjadi Man of The Match dengan mencetak gol
kedua dalam pertandingan babak kualifikasi melawan Honduras dan
memastikan tiket ke putaran final Piala Dunia 2002 di Stadion
Azteca.
Pers mendaulat Blanco sebagai pahlawan. Di bawah kepemimpinan
Blanco, pers pun menitipkan pesan pecandu sepakbola Meksiko yang
mendambakan tim nasional kembali mencetak prestasi dengan tampil
di perempat final. Paling tidak, Meksiko mampu bertahan di
putaran 16 besar seperti pada Piala Dunia 1994 dan 1998.
mahmudiono lamin/fwc |