NAMA
Zlatko Zahovic NEGARA
Slovenia TGL. LAHIR
1 Februari 1972
TINGGI/BERAT
1,8m/76kg FINAL PIALA DUNIA
0 CAPS PIALA DUNIA
0 KLUB
Partizan Belgrade, Proleter Zrenjanin, Vitoria Guimaraes, Porto, Olympiakos,
Valencia, Benfica
ZLATKO ZAHOVIC
Walaupun Zlatko Zahovic tidak pernah memperkuat klub di
negara sendiri, ia dielu-elukan menjadi pemain andalan tim
nasional Slovenia. Pecandu bola masih ingat dengan aksi-aksi
brilian midfielder dengan naluri serang tinggi ini ketika
Slovenia mencuri perhatian di Piala Eropa 2000.
Bagi Zahovic, performa Slovenia di kompetisi terbesar kedua
setelah Piala Dunia itu merupakan pembuka mata bagi dunia bahwa
Slovenia bukan lagi anak bawang. "Mereka tidak bisa menutup
mata lagi," kata Zahovic tentang calon lawan-lawan Slovenia
di putaran final Piala Dunia 2002 di Korea/Jepang.
Skill individu Zahovic sungguh menggiurkan banyak klub Eropa.
Ia diakui pemain dengan tipikal fair play sejati. Bermain
ngotot, pantang menyerah dan pintar mencari celah, yang
diimbangi dengan umpan-umpan khas trade mark Zahovic. Ia
tidak mau serakah dalam mencetak gol. Zahovic boleh dibilang
menjadi pembuka tabir atau "pelayan setia" bagi striker
dalam usaha menjebol gawang.
Kadang-kadang sulit membedakan, apakah Zahovic itu second
striker, striker atau sekadar midfielder. Namun, tim-tim pencari
bakat tidak perlu memusingkan klasifikasi itu. Mereka hanya tahu
bahwa Zahovic adalah salah satu dari pemain paling berbahaya
pada putaran final Piala Dunia 2002.
Dengan performa cenderung dingin dalam mengolah si kulit
bundar, Zahovic tampaknya mewakili satu dari sedikit sosok
pemain dengan tipikal"tidak biasa". Orang bilang
Zahovic adalah John Barnes-nya Liverpool pada masa kejayaan klub
Inggris itu.
Apapun sebutan dan predikat yang melekat, Zahovic berterima
kasih telah melampaui masa-masa sulit ketika memngawali karier
bersama klub Partisan Belgrade, hingga melanglang-buana ke Liga
Portugal, Yunani, dan Spanyol. Ia pernah merasakan tekanan amat
berat dari pendukung Olympiakos.
Sejak mengasah kemampuan di Liga Portugal, Zahovic mengakui
bahwa negara itu merupakan tempat paling berharga dalam
kariernya. Porto adalah klub top Portugal yang memberikan
keharuman ketika ia menjadi top skor. Terpenting, seluruh pemain
Slovenia kini memberikan dukungan penuh bagi Zahovic untuk
memulai lembaran baru di kancah Piala Dunia 2002.