AUGUSTINE OKOCHA
Augustine Okocha-lebih akrab dipanggil Jay-Jay-memasuki jagad
baru sepakbola dunia sejak 1992. Dalam usia 19 tahun, midfielder
Eintracht Frankburt ini memukau fans klub Bundesliga itu dengan
membuat dribble menawan yang memberikan inspirasi
permainan gaya baru.
Nigeria, sebuah negara berkembang, tak luput mengambil
keuntungan atas sensasi Okocha. Sebagai pemain muda berbakat
dari dunia ketiga, Okocha memperoleh kesempatan debut dalam
starting line up bagi Rangers International dari Enugu
dalam usia 16 tahun. Setahun kemudian, dalam liburan dua minggu
ke Jerman, ia mendapat tawaran bermain dari Borussia
Neunkirchen. Tawaran itu langsung disambar dengan
penandatanganan kontrak.
Pada 1992, Okocha hijrah dari Neunkirchen ke klub Bundesliga
Eintracht Frankfurt dan langsung bermain pada musim kompetisi
saat itu. Pemain Nigeria itu diakui bermain baik sepanjang empat
musim kompetisi dengan mencetak gol bersejarah di kompetisi
Bundesliga tahun 1993.
Dalam pertandingan di Karlsruhe, ia begitu brilian
men-dribble bola pada menit ke-87 dari daerah pertahanan hingga
memenangkan duel atas penjaga gawang Oliver Kahn dan
menceploskan bola ke gawang kosong. Tak ayal lagi, gol Okocha
langsung ditasbihkan sebagai Goal of The Year.
Pada akhir musim kompetisi 1995-1996, Okocha pindah ke klub
Fenerbahce dengan transfer satu juta poundsterling. Penampilan
konsisten dan brilian membawa klub itu sebagai jawara Liga
Turki. Dalam dua musim kompetisi divisi satu Liga Turki, Okocha
menjadi tulang punggung klub Fenerbahce. Fenerbahce tak kuasa
menahan bintang Nigeria itu setelah Paris Saint Germain
memberikan tawaran transfer uang lebih besar pada musim
kompetisi 1988.
Sukses di kompetisi top Eropa tampaknya menjembatani ambisi
Okocha untuk meraih momentum serupa dalam pertandingan
internasional. Dengan Jay-Jay Okocha, penampilan tim nasional
Nigeria memukau Afrika. Gelar juara Piala Afrika mereka peroleh
pada 1994. Nigeria bahkan meraih prestise sebagai peraih medali
emas Olimpiade 1996.
Tim Nigeria serta-0merta mendapat julukan Super Eagle. Okocha
tampaknya telah belajar banyak menyusul pentas Piala Dunia 1994
ketika Nigeria menembus putaran kedua. Empat tahun kemudian,
Nigeria menjadikan Okocha sebagai tumpuan harapan bagi tim
nasional pada Piala Dunia 1998.
Okocha, pemain sepakbola Nigeria yang kini menjadi bintang di
klub Prancis, Paris Saint-Germain (PSG), dinobatkan sebagai
pemain terbaik Nigeria tahun 2001. Ia mengalahkan saingan
utamanya, Finidi George, yang tergabung di klub Inggris, Ipswich
Town, dan pemain terbaik tahun sebelumnya, Victor Agali, yang
bermain di klub Jerman, Shalke 04. "Saya merasa tersanjung
dengan kehormatan ini. Saya berharap mampu memberikan dedikasi
terbaik untuk negara saya," ujar Okocha.
Okocha membela tim Elang Super sejak 1993 dan bermain
gemilang di PSG. Ia pun memegang peranan penting dalam sejumlah
pertandingan babak kualifikasi dan ikut mengantar Nigeria lolos
ke final Piala Dunia 2002.
mahmudiono lamin/fwc |