BINTANG

RIVALDO

GABRIEL BATISTUTA

MICHAEL OWEN

ZINEDINE ZIDANE

JOSE LUIS CHILAVERT

SAMI AL JABER

SHAUN BARTLETT

CUAUHTEMOC BLANCO

ALEN BOKSIC

DELGADO

ELHADJI DIOUF

FAN ZHIYI

LUIS FIGO

TOMASZ HAJTO

OLIVER KAHN

ROY KEANE

SEOL KI-HYEON

HENRIK LARSSON

PAOLO MALDINI

PATRICK MBOMA

HERNAN MEDFORD

EMILE MPEZA

HIDETOSHI NAKATA

VIKTOR ONOPKO

AUGUSTINE OKOCHA

RAUL GONZALEZ

ALVARO RECOBA

CLAUDIO REYNA

EBBE SAND

ADEL SELLIMI

HAKAN SUKUR

ZLATKO ZAHOVIC

KARIER

NAMA 
Alen Boksic
NEGARA
Kroasia
TGL. LAHIR
21 Januari 1970
TINGGI/BERAT
1,87m/81 kg
FINAL PIALA DUNIA
1990
KLUB
Hajduk Split, AS Cannes, Olympique Marseille, Lazio, Juventus, Middlesbrough

ALEN BOKSIC

Alen Boksic adalah sedikit dari pemain Kroasia yang sukses dalam kompetisi Liga Italia dan Inggris. Anak sopir truk ini piawai memainkan si kulit bundar. Skill-nya tinggi, tendangan keras, dan tangguh dalam duel bola atas. Pers Barat menyebut Boksic sebagai Angin Ribut, karena ia sering membuat porak-poranda jika beraksi di kotak penalti.

Klub-klub besar Inggris terkejut dengan determinasi Boksic. Dia muka baru di Divisi Utama Liga Inggris 2000/2001. Gaya kick and rush belum begitu akrab, tetapi ia mudah mencetak gol. Padahal, menjelang perpindahan ke Liga Inggris, ia lebih banyak disimpan oleh pelatih Sven Goran Eriksson.

"Saya bukan spesialis pemain cadangan. Anda tahu bahwa Eriksson itu ahli taktik. Sebagai pelatih Lazio, ia tidak mau menyia-nyiakan bakat saya," kata Boksic.

Begitu menjaringkan gol untuk Middlesbrough, manajer Boro--julukan Middlesbrough--Bryan Robson,langsung memuji Boksic setinggi langit. "Boksic adalah striker terbaik di dunia saat ini. Semua pasti terkagum-kagum melihat permainannya," kata Robson.

Pemain depan kelahiran Makarska, Kroasia, ini merasa menemukan kembali permainan terbaik yang sempat hilang setelah lama cedera dan duduk di bangku cadangan. "Saya tidak muda lagi. Usia saya tiga puluh tahun, tetapi Boro memberi kepercayaan penuh," tuturnya.

Dalam kondisi fit, penetrasi anak supir truk yang hidup pas-pasan ini begitu ditakuti pemain belakang lawan. Ia sejak junior menjadi striker andal. Ketika Federasi Yugoslavia masih utuh, Boksic mengantarkan negerinya memenangi Piala Dunia U-20 pada tahun 1987.

Boksic juga berperan besar dalam sukses klub Hajduk Split di Liga Yugoslavia. Tapi, namanya benar-benar baru melejit setelah musim panas 1991. Boksic dibeli Olympique Marseille, klub elit Liga Prancis, milik taipan Bernard Tapie.

Pertama kali di Marseille, permainannya tidak begitu bagus, karena pelatih Marseille cenderung memilih pemain asing lainnya seperti Carlos Mozer, Chris Waddle, dan Abedi Pele. Abedi Pele adalah pemain yang memprovokasi Boksic untuk pindah ke Cannes, pesaing Marseille.

Boksic terpaksa melalui musim kompetisi pertama tanpa bermain, karena transfernya bermasalah. Federasi Sepakbola Prancis (FFF) sempat melarang dirinya bermain dalam beberapa pertandingan.

Setelah penampilan buruk pada pertandingan pertama di Prancis, ia melesat pada musim kompetisi 1992/93, dengan menjadi pencetak gol terbanyak Liga Prancis. Boksic mencetak 23 gol dari 37 pertandingan bersama Marseille. Pada musim yang sama, ia juga turut mengantarkan klub itu meraih Piala Champions.

Keistimewaan Boksic dalam mencetak gol ditunjang oleh kemampuan individu rata-rata cukup tinggi. Meski terlihat individual, Boksic sering menggunakan kedua kaki dan kepala dalam mencetak gol. Pada November 1993, Lazio beruntung bisa memilikinya. Tanpa Boksic, Marseille degradasi ke divisi dua lantaran kasus suap dan terbelit masalah keuangan.

Boksic membuat debut dengan kemenangan 2-1 melawan Napoli. Pada pertandingan kedua melawan Atalanta, Boksic makin memahami gaya permainan sepakbola Italia. Selama tiga musim bersama Lazio, ia kurang produktif dengan mencetak gol kurang dari 20.

Namun, Boksic berhasil mengembangkan permainanya dengan kecepatan lari yang tidak dapat ditandingi barisan pertahanan lawan. Dengan postur 1,87 meter, ia menjadi ditakuti lawan. Apalagi, ia juga memiliki dribling hebat, baik kaki kiri maupun kanan.

Dengan mengandalkan kecepatan lari, ia andal dalam melakukan counter-attack, dan sempurna memperagakan static attack . Keistimewaan mencetak gol dengan mengandalkan kecepatan itulah yang mendorong pendukung Lazio memberi julukan Hurricane alias Badai kepada Boksic.

Boksic ingin mengembalikan pamornya sebagai salah satu striker terbaik di Eropa. Meski baru cedera panjang, pelatih Middlesbrough masih percaya bahwa Boksic mampu bangkit lagi.

Impian terakhir Boksic sebelum gantung sepatu adalah membawa Kroasia ke puncak tertinggi Piala Dunia. Kesempatan itu datang ketika usianya mendekati senja. "Saya tidak mau kehilangan momentum. Ini satu-satunya Piala Dunia yang menjadikan impian saya menjadi kenyataan," kata Boksic.

mahmudiono lamin/fwc

© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws