NAMA
Luis Felipe Madeira Caeiro NEGARA
Portugal TGL. LAHIR
4 November 1972 TINGGI/BERAT
1,80m/75kg FINAL PIALA DUNIA
0 CAPS PIALA DUNIA
0 KLUB
Os Pastilhas, Sporting Lisbon, Barcelona, Real Madrid
LUIS FIGO
Figo telah membangun tradisi juara sejak belasan tahun. Bola
seolah menuruti kehendak hatinya. Di kalangan pemandu bakat
Portugal, tak seorang pun meragukan kemampuan Luis Filipe
Madeira Caeiro dalam membawa bola sambil menyisir area sempit
sepanjang pinggir lapangan. Luis Figo juga elegan dalam
membangun serangan melalui posisi central midfielder.
Sejak berusia 16 tahun, Figo sudah membawa kebesaran
sepakbola Portugal dengan merebut Piala Dunia U-16. Empat tahun
kemudian, Figo mempersembahkan Piala Eropa U-20. Ia menjadi
pemain ketiga Portugal yang ikut merebut Liga Champions. Pemain
lainnya adalah striker sekaligus kapten Benfica Jose Aguas pada
musim kompetisi 1962, dan Joao Pinto, ujung tombak FC Porto,
merebut mahkota Liga Champions pada musim kompetisi 1987.
Dengan meraih gelar, Figo mendapatkan banyak ruang untuk
memasuki gerbang internasional. Gagal bersama Barcelona, ia
sukses bersama Real Madrid. Figo coba mengukir kesuksesan
bersama tim nasional Portugal di Piala Dunia 2002. Mobilitasnya
sangat mengagumkan dan sulit dideteksi lawan. Bak makhluk
siluman, dalam waktu sekejap ia cepat berpindah-pindah di area
berbeda, tanpa pemain lawan mampu mengendusnya. Figo sering
mengacaukan fokus defender selama bergerak dari sayap kiri dan
kanan, area penalti atau cover daerah pertahanan sendiri.
Figo mempunyai keistimewaan du akaki sama-sama hidup. Defender
sering salah antisipasi, apakah Figo mengumpan bola, menendang
langsung ke gawang, atau sekadar menarik perhatian. Kaki Figo
seolah-olah punya daya magis yang membuat bola menuruti
kehendaknya, sekaligus enggan berpisah darinya. "Figo tak
membutuhkan peluang besar atau kejuraan besar untuk membuktikan
kemampuannya. Tapi, ia akan membuat pentas Piala Dunia 2002 jadi
menarik," kata Humberto Coelho, dedengkot sepakbola
Portugal.
Mantan pemain legendaris Portugal Eusebio juga tak mau
ketinggalan memuji Figo. Bintang Portugal di Piala Dunia 1966
itu mengatakan bahwa penampilan Figo mencapai puncak dengan
kematangan skill memainkan bola pada Piala Dunia 2002 di
Korea/Jepang. Figo adalah cermin superioritas pemain atas si
kulit bundar.
Eusebio, yang sengaja terbang dari tanah kelahirannya,
Mozambique (Afrika Timur Laut), untuk menyaksikan pertandingan
Portugal-Inggris di Piala Eropa 2000, sempat berteriak histeris
setelah Figo membobol gawang Inggris pada menit ke-22. Eusebio
menyatakan, kostum merah tua Portugal terlihat sangat manis saat
Figo menyelesaikan peluangnya dengan baik.
Penampilan konsisten itu membuat Figo jadi langganan timnas
Portugal. Debut bersama tim senior berawal di Euro 1996. Namun,
Figo saat itu tak mampu berbuat banyak. Portugal tersingkir
setelah kalah 0-1 dari Ceko. Tapi, kegagalan itu tak membuatnya
patah semangat. Figo bersinar lagi pada babak penyisihan Euro
2000.
Figo kini jadi tumpuan Portugal maupun Real Madrid. Menurut
"diktator" Louis van Gaal, Figo merupakan salah satu
pemain yang sulit digantikan pemain lain. "Ia pemain serba
bisa." Figo bisa ditempatkan di mana saja. Sisi kiri, kanan
atau lini tengah sampai penjaga in the hole. Beban Figo
memang tak berkurang sedikit pun. Dengan predikat kebintangan
itu Figo diyakini mencapai puncak karier internasional di Piala
Dunia 2002.