BINTANG

RIVALDO

GABRIEL BATISTUTA

MICHAEL OWEN

ZINEDINE ZIDANE

JOSE LUIS CHILAVERT

SAMI AL JABER

SHAUN BARTLETT

CUAUHTEMOC BLANCO

ALEN BOKSIC

DELGADO

ELHADJI DIOUF

FAN ZHIYI

LUIS FIGO

TOMASZ HAJTO

OLIVER KAHN

ROY KEANE

SEOL KI-HYEON

HENRIK LARSSON

PAOLO MALDINI

PATRICK MBOMA

HERNAN MEDFORD

EMILE MPEZA

HIDETOSHI NAKATA

VIKTOR ONOPKO

AUGUSTINE OKOCHA

RAUL GONZALEZ

ALVARO RECOBA

CLAUDIO REYNA

EBBE SAND

ADEL SELLIMI

HAKAN SUKUR

ZLATKO ZAHOVIC

KARIER

NAMA
Sami Al Jaber
NEGARA
Mesir
TGL. LAHIR
11 Desember 1972
TINGGI/BERAT
1,70m/65kg
FINAL PIALA DUNIA
1994, 1998
CAPS PIALA DUNIA
5
KLUB
Al Hilal, Wolverhampton Wanderers

SAMI AL JABER

Pemain berbakat Arab Saudi umumnya sulit berkembang ke jenjang internasional. Sami Al Jaber adalah pengecualian. Dalam usia 15 tahun, dia sudah menjadi perhatian klub-klub besar. Ketika bermain dengan klub nomor satu Al Hilal selama dua musim, ia mengakhiri kompetisi sebagai pencetak gol terbanyak tahun 1988.

Para pengamat sepakbola Arab Saudi kurang menyadari bahwa Al Jaber membutuhkan kompetisi lebih keras agar kemampuannya tidak mentok. “Saya tidak ingin bermain dalam kompetisi kelas dua atau kelas tiga. Saya ingin berkembang dalam kompetisi kelas satu,” kata Al Jaber. Ia meroket sebagai pencetak gol subur dan memaksa tim pemandu bakat Arab Saudi memberikan rekomendasi bagi Al Jaber untuk mengenakan kaos tim nasional di bawah asuhan pelatih Carlos Alberto Parreira, manajer asal Brasil yang populer pada Piala Dunia 1994. Kepercayaan itu tidak disia-siakan. Dalam debut internasional bersama tim nasional, Al Jaber mencetak gol.

Empat tahun kemudian, Al Jaber mengantarkan tim nasional sukses pada babak kualifikasi Piala Dunia 1994. Dalam persaingan keras dengan Iran, Arab Saudi menang 4-3.

Al Jaber mengawali putaran final Piala Dunia 1994 sebagai pemain pengganti, tetapi ia menjadi pilihan pertama pada putaran kedua melawan Maroko. Gol tunggalnya memberikan kemenangan pertama Arab Saudi di Piala Dunia. Kemenangan itu juga membuka peluang ke babak perempat final, sebelum ditaklukkan Swedia 1-3.

Ketangguhan Arab Saudi tak lepas dari Al Jaber. Pemain ini makin matang dalam memimpin rekan-rekannya untuk memenangkan Piala Asia 1996. Di Prancis, Anak-Anak Gurun gagal mengukir prestasi mengesankan seperti Piala Dunia 1994. Padahal, Al Jaber telah mencetak gol untuk memaksakan hasil imbang 2-2 atas Afrika Selatan.

Al Jaber bermain konsisten dan berkembang pesat usai Piala Dunia. Sayangnya, ia terpaksa istirahat lima bulan akibat cedera. Pada Agustus 2000, klub Inggris, Wolverhampton, meminang si anak gurun ini sebagai bagian dari pasukan andalan.

Al Jaber secara fisik perlu memahami gaya permainan Inggris. Namun, sebagai pemain pertama Arab Saudi yang bermain di Liga Inggris, ia harus bersikap profesional. Dalam waktu relatif singkat, Al Jaber membuktikan trade mark sepakbola Arab Saudi tidak kalah dengan gaya Inggris. Merumput di Inggris belum setahun, Al Jaber cedera berat dan kembali ke Al Hilal.

Berbekal kematangan pemain nasional dan pengalaman kompetisi internasional, Arab Saudi tidak menyia-nyiakan Al Jaber untuk kembali memimpin rekan-rekannya di Piala Dunia 2002. Penampilan ketiga di Piala Dunia merupakan sejarah bagi Arab Saudi.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws