|
Republik Rakyat Cina baru pertama kali lolos ke putaran final
Piala Dunia. Salah satu bintang tim nasional Negeri Tirai Bambu
itu adalah Fan Zhiyi, pemain veteran berusia 32 tahun. Kapten
tim nasional ini pada 1998 merupakan satu-satunya pemain
profesional Cina di Eropa.
Ia bersama rekan satu tim di klub Shanghai Shenshua, Sun
Jihai, ditransfer klub divisi dua Liga Inggris, Crystal Palace,
dengan kontrak satu juta poundsterling. Berkat sentuhan mantan
manajer Inggris, Terry Venables, penampilan Zhiyi menyamai
standar permainan pemain profesional Eropa.
Sementara Sun Jihai kembali ke Cina, Fan Zhiyi tetap
melajutkan karier di Eropa, karena ia merupakan salah satu dari
pemain andalan Crystal Palace. Dengan penampilan konsisten yang
dilandasi keinginan menjadi pemain profesional sejati, ia
mendapat kepercayaan penuh dari rekan-rekan satu tim dan pelatih
Alan Smith.
Fan Zhiyi memutuskan hijrah ke Liga Skotlandia untuk
memperkuat klub Dundee pada Oktober 2001. "Saya telah
mendapatkan semua pengalaman berharga selama bermain di Cina.
Begitu ke Inggris, saya merasa mempunyai tantangan baru. Saya
pasti kembali ke Cina, tetapi saya masih ingin bermain lebih
lama di Eropa," kata Fan Zhiyi.
Fan Zhiyi merupakan asset bagi tim Dundee. Dia menjadi simbol
pecandu bola Cina, baik yang tinggal di Inggris maupun Cina.
Seperti pemain Jepang Hidetoshi Nakata, Zhiyi menjadi aset merchandise
klub Dundee. Presiden Crystal Palase mengakui banyak manfaat
diperoleh klubnya selama Zhiyi di sana. Penggemar sepakbola Cina
banyak melakukan perjalanan ke Eropa untuk memberikan dukungan.
Fan Zhiyi adalah tipikal pemain bertahan, kuat dalam duel
bola di udara dan kecepatan tinggi, dan bertenaga. Karena itu
Zhiyi juga bisa diplot sebagai worker di lini tengah.
Kerja keras, komitmen dan ketahannnya membuat Zhiyi sebagai
pemain terbaik. Ia telah mencatatkan namanya sebagai Pemain
Bulan Ini (Player of the Months) sebanyak tiga kali selama
memperkuat Crystal Palace.
Seiring dengan permainan yang makin menurun, Fan Zhiyi siap
menghadapi kenyataan bahwa suatu hari dia harus mundur.
"Ketika saya mengakhiri karier, saya akan kembali ke Cina
dan menjadi pelatih," kata Fan Zhiyi.
mahmudiono lamin/fwc
|