|
Ato, Nik, dan Kaz
Komite Penyelenggara Piala Dunia FIFA 2002 Korea/Jepang
(KOWOC) dan agen marketing FIFA (ISL) ketika mengadakan
perayaan 500 hari menuju kejuaraan Piala Dunia mengumumkan
tiga maskot Piala Dunia.
Pilihan nama untuk tiap maskot diungkap dalam acara
tersebut dan hanya satu nama untuk satu maskot dipilih melalui
voting. "Tokoh kartun Piala Dunia 2002 ini memiliki
keunikan karena pertama kalinya dibuat dengan menggunakan
teknologi tiga dimensi," kata Chung Mong-joon, seorang
wakil ketua KOWOC.
Maskot berwarna kuning, tokoh pelatih, memiliki tiga nama
pilihan: Amo, Poz dan Ato. Maskot berwarna biru tiga pilihan
nama: Char, Nik dan Rem, serta temannya berwarna ungu memiliki
pilihan nama Kaz, Rom atau Dap.
Nama-nama maskot dipilih dan diumumkan bertahap di Korea
dan Jepang. Nama ketiga maskot, yang melambangkan
partikel-partikel energi di udara, dipilih melalui pemungutan
suara oleh fans sepakbola di Jepang, Korea dan juga seluruh
dunia. Para fans sepakbola memilih nama ketiga maskot melalui
homepage resmi Piala Dunia: www.FIFAworldcup.com. Warga Korea
dan Jepang sendiri berpartisipasi dengan memilih melalui situs
www.mcdonalds.co.kr dan www.McDonald's.co.jp. Hasilnya
diumumkan secara resmi pada 26 April 2001, tepat 400 hari
sebelum digelarnya Piala Dunia.
Sebagai
hadiah, McDonald's menjanjikan sepuluh tiket menonton gratis
dan berbagai hadiah hiburan lainnya. Selain itu ISL memiliki
rencana untuk membuat serial kartun dengan tokoh tiga maskot
ini untuk disiarkan di televisi. Sekitar 10.000 orang
berpartisipasi dalam pemungutan suara ini. Akhirnya
terpilihlah tokoh pelatih sepakbola yang bernama
"Ato", sedangkan para pemain diberi nama
"Nik" dan "Kaz".
"Tidak ada arti khusus tiap nama maskot ini. Sebisa
mungkin nama mereka mudah diucapkan siapa saja di seluruh
dunia," kata Kim Sung-jong, wakil general manager ISL
Korea. Kontes penamaan ini dimulai 1 Februari 2001.
Berbagai mitos dan kisah menarik banyak terdapat dari Asia,
benua tempat di mana fantasi dan imajinasi tumbuh dengan
subur. Asia juga merupakan tempat berkembangnya karakter
kartun dan animasi. Tim marketing FIFA berusaha menciptakan
sebuah kisah untuk menyampaikan kegembiraan turnamen sepakbola
dan membangun minat masyarakat luas untuk turut merasakan
maraknya pembukaan Piala Dunia dengan seluruh rangkaian
acaranya. Dengan memanfaatkan teknik tiga dimensi paling
mutakhir, cerita ini memiliki tiga karakter utama - ATO, NIK
dan KAZ - yang akan menambah semaraknya Piala Dunia 2002.
Kisah ini menceritakan pengalaman mereka menuju final Piala
Dunia FIFA dan karena kekuranghati-hatian mereka banyak
terjadi kekacauan selama dalam perjalanan. Fantasi ini
diharapkan dapat menghibur pencinta sepakbola segala usia.
Pemasaran seperti ini menjadi bisnis besar di Asia dan
turnamen Piala Dunia yang sudah lewat memiliki karakter untuk
dijadikan promosi, tapi baru kali ini seluruh promosi
dibebankan pada Maskot resmi. ATO, NIK dan KAZ diharapkan
dapat memainkan peranan penting dalam menarik perhatian
masyarakat luas pada event ini dan peluang penjualan
barang-barang berbau Piala Dunia, terutama maskot, terbuka
lebar.
Tokoh-tokoh ini juga menjadi ajang pameran bagi animasi
Asia yang unik dan nyatanya banyak mendapat perhatian.
Penggunaan model tiga dimensi dinilai begitu inovatif untuk menciptakan
karakter-karakter realistis dan menarik. Piala Dunia FIFA 2002 memiliki tiga maskot yang digerakkan
oleh komputer. Tokoh-tokoh utama dalam film animasi
ditampilkan di tempat yang disebut Atmozone. Bagi fans berat
sepakbola, ketiga karakter ini membantu menciptakan suasana
final Piala Dunia.
Dua maskot termuda memiliki banyak pengalaman dan
menimbulkan banyak masalah dalam perjalanan mereka menuju
pertandingan final Piala Dunia Korea dan Jepang. Di akhir
cerita, mereka membantu menjadikan final Piala Dunia FIFA 2002
sebagai turnamen terhebat yang pernah ada dengan menciptakan
suasana yang meriah di antara para pemain dan penonton dengan
tujuan menyampaikan pesan bahwa harmoni adalah kunci menuju
setiap kesuksesan.
Upacara peresmian nama maskot di Jepang diselenggarakan di
toko resmi Piala Dunia di Shibuya, Tokyo. Sekjen JAWOC
Yasuhiko Endoh, tiga maskot Piala Dunia dan Ronald McDonald,
perusahaan waralaba yang ikut mempromosikan penamaan maskot,
menghadiri acara ini.
Maskot pertama diciptakan menjelang Piala Dunia 1966 di
Inggris dan setiap penyelenggaraan Piala Dunia selalu memiliki
satu buah maskot (atau dua seperti di tahun 1974).
Maskot-maskot ini menjadi simbol yang cukup terkenal dan
jutaan orang membeli tiruannya.mahmudiono lamin/fwc
|