NAMA
Adel Sellimi NEGARA
Tunisia TGL. LAHIR
16 November 1972 TINGGI/BERAT
1,83m/72kg FINAL PIALA DUNIA
1998 CAPS PIALA DUNIA
3 KLUB
Club Africain de Tunis, Nantes, Real Jaen, Freiburg
ADEL SELLIMI
Seperti bocah umumnya, Adel Sellimi suatu ketika bermimpi
menjadi seorang pemain profesional kelas dunia. Ketika usianya
baru memasuki sepuluh tahun, Sellimi bergabung dengan klub
African de Tunis.
Dalam klub itu Sellimi mendapatkan pelatihan keras hingga
berusia 14 tahun. Ia merasa jalan ke pentas dunia telah terbuka
setelah membawa klub itu meraih gelar kedua Liga Tunisia dan
juara Piala Tunisia.
Sebagai striker, Sellimi memperoleh popularitas secara cepat
di Tuinisia. Ia mendapatkan kesempatan berharga dengan terpilih
dalam pasukan Tunisia ketika menghadapi Jerman pada September
1993. Pertandingan itu merupakan debut internasional Sellimi.
Penampilan cemerlang pada momentum itu rupanya menetapkan
namanya untuk mengenakan seragam tim nasional hingga 70 kali.
Karier internasional Sellimi mulai bersinar sejak Piala
Afrika 1996 ketika Tunisia menembus babak semifinal. Sellimi
tampil habis-habisan dalam duel melawan Zambia. Kendati gagal
membawa Tunisia ke final, ia diakui sebagai salah satu pemain
terbaik kejuaraan tersebut.
Usai Piala Afrika dan Olimpiade 1996 di Atalanta, Sellimi
menandatangani kontrak dengan klub divisi satu Liga Prancis,
Nantes. Namun kesempatan terbuka untuk mengembangkan karier
internasional tampaknya tak kunjung datang, karena lebih banyak
menjadi pemain pengganti. Sellimi hanya menjaringkan dua gol
dalam 30 pertandingan tahun pertama musim kompetisi. Usai musim
kompetisi 1997-1998, Sellimi pindah ke klub divisi dua Liga
Spanyol, Real Jaen.
Pengalaman internasional cukup memadai di Liga Eropa itu
menjadi inspirasi bagi Sellimi dalam memimpin rekan-rekannya
pada putaran final Piala Dunia 1998 di Prancis. Ia telah memberi
contoh yang baik ketika membukukan empat gol selama babak
kualifikasi.
Pada Agustus 1998, ia hijrah ke klub Bundesliga, Freiburg. Di
klub inilah Sellimi membentuk trio Tunisia bersama Zoubaier Baa
dan Mehdi Ben Slimane. Pada putaran final Piala Dunia 2002 di
Korea/Jepang, Sellimi mempunyai kesempatan terbaik setelah
berpengalaman pada putaran final di Prancis.