LEGENDA

LEGENDARIS

PELE

MARADONA

FRANZ BECKENBAUER

PLATINI

MULLER

JOHAN CRUYFF

JAIRZINHO

GARRINCHA

PUSKAS

GINSEPPE MEAZZA

KARIER

Lahir
25 April 1947, Amsterdam, Belanda
Caps Internasional
48
Gol Internasional
33
Tim
Ajax, Barcelona, Los Angeles Aztecs, Washington Diplomats, Levante, Feyenoord



PENGHARGAAN

Internasional

Tim Piala Dunia 1972
Tim Piala Eropa
1971, 1972, 1973
Juara Liga Belanda
1966, 1967, 1968, 1972, 1973, 1982, 1984
Juara Piala Belanda
1967, 1970, 1971, 1972, 1983
Juara Liga Spanyol
1974
Juara Piala Spanyol
1978
Gelar Pemain Terbaik Eropa
1971, 1973, 1974

PELE

"Saya dilahirkan untuk sepakbola, seperti juga Beethoven dilahirkan untuk musik." Sombong, pengumbar kata-kata. Kesan itu muncul jika kita bicara dengan Edson Arantes do Nascimento, pemain legendaris dunia asal Brasil yang populer dipanggil Pele.

Pele telah bermain dalam empat Piala Dunia dan mencetak gol brilian sebanyak 1.283, 12 gol di antaranya diciptakan pada putaran final Piala Dunia. Ia seorang pemain jenius Brasil yang mempersembahkan gelar terbesar pada Piala Dunia 1958, 1962, dan 1970.

Pele adalah seorang samba: teknik atau skill-nya sungguh indah, diiringi kecepatan luar biasa, dan kontrol bola amat akurat. Pendek kata, di antara semua pemain legendaris berkaos kuning hijau-seragam kebesaran Brasil-Pele adalah pemain paling hebat.

Dia amat lentur, cerdas, kuat, dan terlihat begitu mudah dalam membuat umpan hingga mencetak gol-gol akrobatik. Tendangannya bak dewa maut yang membuat barisan pertahanan lawan terkelabui. Celakanya, Pele makin ditekan justru menunjukkan kelasnya dengan meliuk-liuk penuh harmoni dan magis bak simponi Beethoven.

Dan pemain-pemain Brasil memang dikenal sangat berani, tak kenal lelah dalam mengejar keunggulan. Siapa dapat melupakan dukungan bergemuruh yang ditingkahi kegembiraan suporter Brasil dengan tarian sambanya? "Brasil, cha… cha… cha, Brasil… cha… cha… cha…."

Hal itu terjadi pada Piala Dunia 1962 di Cili ketika nyanyian magis itu terdengar pertama kali pada siaran televisi di Eropa dan penggemar Inggris segera menirunya. Namanya dielu-elukan, diikuti oleh ledakan tepuk tangan bergemuruh. Dalam tiga dekade, nyanyian seperti itu terus bergema. Pele memang ruhnya Brasil.

Pele dilahirkan di daerah pertanian miskin, Tres Coracoes, tahun 1940. Ayahnya bernama Dondhino, juga seorang pemain sepakbola, tetapi tidak terkenal.

Kehidupan pribadi Pele sehari-hari tak pernah lepas dari bola. Tetapi sang ibu rupanya cukup cerewet. Dondhino mengharapkan Pele kecil mencari sedikit uang dan bukan membuang-buang waktu untuk bermain sepakbola. Sang ibu menginginkan sesuatu lebih besar berguna lagi. Tetapi Pele tetap keras kepala dengan jalan hidup yang ia tempuh dan menolak nasihat sang ibu.

Keahlian Pele tampaknya lahir lebih cepat dibandingkan Brito, seorang mantan pemain internasional Brasil yang melatih Pele sejak pemula. Ketika berumur 14 tahun ia bergabung dengan klub Bauru Athletic junior di Sao Paulo pada tahun 1954. Pada usia 16 tahun, kariernya terancam karena cedera lutut dan pindah ke klub Santos sampai tahun 1974.

Bersama Pele, Santos menjadi klub legendaris, keliling Eropa dan meladeni banyak pertandingan persahabatan. Satu di antaranya ke Inggris untuk mempertontonkan kemampuannya melawan Shefield Wednesday. Sampai tahun 1972, Pele melawat ke Inggris lagi bersama tim beratribut putih-putih untuk tampil dalam setengah main pada sebuah kunjungan persahabatan ke Hillsborough.

Jenius

Pentas Piala Dunia 1958 di Swedia merupakan even yang membesarkan nama Pele sebagai pemain jenius. Ia baru berusia 17 tahun dan telah memenangkan caps internasional pertama. Ia tiba di Swedia dalam kondisi cedera. Kendati demikian Pele masih bisa tampil ketika Brasil lolos ke putaran ketiga melawan Soviet di Gothenburg.

Brasil menang 2-0, Pele mendapatkan kembali posisinya, berperan dalam melahirkan gol kedua Vava. Terpenting, pengamat bola sedunia mengakui lahirnya seorang bintang baru.

Brasil bertemu Wales pada perempat final. Pele dkk. hanya menang 1-0. Satu gol dicetak Pele setelah tendangannya gagal diblok Stuart Williams. Itulah gol pertama Pele di Piala Dunia dan ia mencetak enam gol dalam tiga babak hingga final.

Sebuah hattrick ia ciptakan ke gawang Prancis pada semifinal dan berlanjut dengan dua gol lagi dalam final melawan Swedia. Satu dari gol-gol Pele itu dilukiskan oleh pengamat sepakbola kenamaan Brian Glanville dalam bukunya The Story of the World Cup sebagai perjuangan yang mendebarkan.

"Ia mengontrol bola yang melayang tipis di daerah penalti dengan pahanya," tulis Glanville, "Dia sempat melakukan jugling sebelum bola jatuh tepat di atas kepala, disempurnakan menjadi gol melalui tendangan first time."

Pele menuntaskan tugas mulia dengan menumbangkan Swedia 5-2 di hadapan pendukung tuan rumah. Brasil memenangkan Piala Dunia pertama kalinya berkat keajaiban seorang anak usia belasan tahun memasuki kemasyhuran internasional. Tim Brasil 1962 sebagai raksasa bola tak perlu dipersoalkan lagi dan Pele telah mendapatkan gelar pemain terbaik dunia.

Pada Piala Dunia di Cili, Brasil bertanding pada hari pembukaan melawan Meksiko. Brasil menang 2-0 dan Pele mencetak sebuah gol brilian setelah membuat kucar-kacir empat pemain belakang, sebelum mengelabui kiper dengan trik mematikan.

Pada pertandingan berikutnya, tim Samba bermain imbang tanpa gol atas Cekoslowakia. Melawan tim yang sama di final, Brasil menang 3-1. Tetapi Piala Dunia 1962 merupakan pengalaman buruk bagi Pele, Piala Dunia 1966 jauh lebih buruk lagi.

Tidak demikian dengan Inggris yang memasuki tahun keemasan setelah melihat Brasil gugur pada putaran pertama Piala Dunia dalam 12 tahun terakhir. Brasil hanya bermain tiga kali pada Piala Dunia 1966, semuanya di Goodison Park, Everton. Rasanya tak masuk akal, karena mengawali pertandingan dengan kemenangan 2-0 atas Bulgaria, dan Pele pun mencetak gol dari sebuah tendangan bebas. Tetapi pada pertandingan kedua Brasil bermain tanpa Pele yang cedera, mereka digilas tim Magyars-julukan Hongaria-dengan angka telak 1-3.

Pele kembali terjepit ketika duel dengan Portugal, apalagi ia diketahui fit. Brasil membuat tujuh perubahan sejak terpukul karena dikalahkan Hongaria,tetapi perubahan itu tidak begitu penting bagi Portugal.

Morais, pemain Portugal, terus memperolok Pele sambil memperagakan permainan brutal. Pele tak pernah janji untuk muncul dalam Piala Dunia lainnya, tetapi pada Piala Dunia tahun 1970 berubah pikiran. Kejuaraan saat itu berlangsung dalam suasana kemeriahan Meksiko dan tim Brasil kini mungkin merupakan tim terhebat yang pernah ada.

Pele, remaja di sisi Zito dan Garrincha, kini makin dewasa dengan memperagakan aksi-aksi terukur bersama Amarildo dan Didi, pemain veteran berusia 29 tahun, dengan barisan pemain berkharakter menyerang Rivelino, Tostao, dan pemain tanpa banding Jairzinho.

Partai Klasik

Dan dalam duel di Gualadajara pun menunggu duel klasik melawan juara bertahan Piala Dunia, Inggris. Brasil membuka pertandingan melawan Cekoslowakia dengan keunggulan 4-1.

Kini giliran Inggris. Dan apa yang terjadi dalam pertandingan? Tim Inggris melejit sebagai juara Piala Dunia 1966 berkat teknik permainan superior. Allan Mullery melakukan marking ketat dan melakukan pekerjaan mengerikan atas Pele.Tetapi bagaimana Mullery melakukannya secara jenius? Hanya dalam sepuluh menit, Pele mengoyak barisan defender dari jarak jauh dan diakhiri dengan sundulan ganas Jairzinho.

Gordon Bank mengangkat sebuah tangannya dan menyentak bola. Sebuah penyelamatan gemilang abad ini? Mungkin. Pele hanya dapat berdiri dan memandang dengan takjub, selanjutnya beberapa juta pemirsa televisi dunia bertanya-tanya, seolah penyelamatan Bank tak masuk akal.

Pertandingan inipun ditasbihkan sebagai "real final", sebuah partai klasik. Inggris mempertahankan permainan brilian. Alan Ball sukses melakukan cegatan, tetapi sebuah gol Jairzinho cukup memberikan kemenangan bagi Brasil.

"Episode" apakah yang terjadi pada detik berikutnya? Pele bak menari-menari di antara pemain Inggris. Sementara kapten Inggris Bobby Moore tak membiarkan gemerlap samba menenggelamkan permainannya. Mereka saling mengejar dan mengelabui.

Dua gol Pele mengantarkan Brasil pada pertandingan terakhir grup mengantarkan kemenangan 3-2 atas Rumania. Sebelumnya menaklukkan Peru 4-2 dan Uruguay 3-1. Dan Brasil melawan Italia, sesama tim yang menang dua kali di Piala Dunia. Artinya, kedua tim sama-sama menginginkan trofi Jules Rimet secara tetap jika meraih gelar tiga kali.

Pele, dalam kesempatan tampil di Piala Dunia terakhir, mencetak gol spektakuler dengan sundulan dan membuat dua gol lainnya bagi Brasil, mempertontonkan permainan luar biasa guna menghentikan Italia 4-1.

Brasil pun tercatat sebagai negara pertama yang mencetak hattrick di Piala Dunia. Pele segera berhenti dari persepakbolaan internasional, tetapi melanjutkan karier bersama Santos selama empat tahun. Ketika menggantung sepatu ketika berusia 34 tahun, Santos membuat penghormatan dengan mencopot nomor punggung 10 dari line-up.

Di luar dugaan, Pele pada tahun 1975 membuat kejutan dengan kembali bermain untuk New Yorke Cosmos, AS. Pele benar-benar menutup supremasi karier persepakbolaannya pada tahun 1977. Siapa sangka Pele kemudian menjadi menteri olahraga Brasil?

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws