LEGENDA

LEGENDARIS

PELE

MARADONA

FRANZ BECKENBAUER

PLATINI

MULLER

JOHAN CRUYFF

JAIRZINHO

GARRINCHA

PUSKAS

GINSEPPE MEAZZA

KARIER

Lahir
25 April 1947, Amsterdam, Belanda
Caps Internasional
48
Gol Internasional
33
Tim
Ajax, Barcelona, Los Angeles Aztecs, Washington Diplomats, Levante, Feyenoord



PENGHARGAAN

Internasional

Tim Piala Dunia 1972
Tim Piala Eropa
1971, 1972, 1973
Juara Liga Belanda
1966, 1967, 1968, 1972, 1973, 1982, 1984
Juara Piala Belanda
1967, 1970, 1971, 1972, 1983
Juara Liga Spanyol
1974
Juara Piala Spanyol
1978
Gelar Pemain Terbaik Eropa
1971, 1973, 1974

FERENC PUSKAS

Seperti Johan Cruyff dengan Belanda, kisah Ferenc Puskas dengan tim nasional Hongaria sungguh identik. Ia dikenal ganas dan pendobrak kemapanan tim-tim favorit dunia dengan sepasang kakinya, sehingga sejarah sepakbola dunia mencatat pemain Hongaria ini sebagai pahlawan asal Eropa Timur.

Semua orang tahu bahwa dengan kehebatannya, Hongaria menjadi favorit Piala Dunia. Ia mendapat julukan Galloping Major. Pada Piala Dunia 1954 di Swiss, Hongaria hadir dengan tidak terkalahkan selama empat tahun dalam pertandingan sepakbola internasional. Dengan pemain-pemain seperti Kocsic, Hidegkuti, Bozsik, dan Czibor, Hongaria diyakini tidak akan terkalahkan oleh tim manapun.

Inggris tak berdaya dengan kekalahan 3-6 ketika bermain di Stadion Wembley. Lebih fantastis lagi, tim Union Jack itu tak berkutik dalam pertandingan di Budapest. Tak tanggung-tanggung, Hongaria menang 7-1. Jika demikian, siapa sanggup menghentikan Hongaria di putaran final Piala Dunia 1954?

Pemain depan Puskas memastikan diri sebagai penjaga kemenangan Hongaria. Bukankah Puskas dibekali bakat luar biasa? Ia menjadi pemain legendaris dunia, karena menunjukkan dirinya sebagai asset paling berharga. Tendangannya bak peluru yang melesat dari laras senapan.

Korea Utara adalah korban keganasan Hongaria ketika wakil Asia itu dihujani sembilan gol tanpa balas. Bak air bah, gempuran hebat Hongaria juga menelan Jerman Barat 8-3. Puskas-lah yang mengawali bombardir gol dan menjadi inspirator bagi rekan-rekannya. Sayangnya, kemenangan besar atas Jerman Barat itu diakhiri dengan cedera kaki. Puskas pun dua kali kehilangan kesempatan terbaik dalam pertandingan perempat final dan semifinal.

Hongaria tidak merasa kehilangan dan mengalahkan Brasil maupun Uruguay 4-2. Finalis ini rupanya kembali bertemu Jerman. Keragu-raguan terus menggelayuti Puskas, karena ia belum fit benar.

Tetapi, semangat pantang menyerah rupanya menghapus keragu-raguan. Dengan keahlian menembak tendangan yang menjadi trade mark-nya, Puskas mampu menyarangkan gol pertama setelah kakinya dibalut sejak menit keenam. Tiga menit kemudian pemain sayap Czibor menambah kemananganmenjadi 2-0 dan semua terlihat seperti rencana semula untuk memenangkan Piala Dunia untuk pertama kalinya.

Apa lacur? Jerman menganggap ketertinggalan dua gol bukan sebagai kiamat perjuangan. Mereka meningkatkan tempo permainan dan berusaha bangkit dalam sepuluh menit terakhir. Sejak itu, beberapa orang justru meragukan kesanggupan Hongaria membendung determinasi Jerman yang mampu menyamakan kedudukan.

Apalagi Puskas memang tidak mungkin memaksakan diri, sementara tak ada pengganti yang sepadan. Begitu Helmut Rahn mencetak gol dengan sisa pertandingan enam menit lagi, Hongaria belum mampu menemukan jawaban. Ambisi membawa pulang trofi Jules Rimet pun melayang.

 

mahmudiono lamin/fwc

 


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED.

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

KRIMINAL

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

HUKUM

1
Hosted by www.Geocities.ws