GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


AMERIKA SERIKAT



PRESTASI

  • Semifinal Piala Dunia 1930 
  • Juara Gold Cup 1991 
  • Runner-up Gold Cup 1993 
  • Juara ketiga Piala Konfederasi 1999
  • L ebih mudah menghitung klub-klub bola basket di seantero Amerika Serikat daripada menghitung peluang tim nasional sepakbola di kancah Piala Dunia. Sindiran itu sebagai penggambaran atas "kekerdilan" AS yang mengglobalisasikan permainan bola basket daripada sepakbola yang belum diterima sebagai olahraga paling digemari.

    Tim sepakbola AS memang masih "tidur" jika dibandingkan tetangga benua seberang, Amerika Latin. Namun, bukan berarti Amerika terlelap dalam mimpi keterpurukan. Setelah tampil menawan pada Piala Dunia 1994 dan tidak menggembirakan pada Piala Dunia 1998, Amerika Serikat membutuhkan masuknya para pemain baru.

    Karena itu Amerika beralih ke Bruce Arena, pelatih tersukses di persepakbolaan Amerika Serikat. Arena berhasil memenangkan berbagai kejuaraan sepakbola dari gelar sepakbola universitas sampai gelar MLS dan pernah juga menjadi penjaga gawang Amerika Serikat.

    Arena merekrut pemain dari berbagai belahan dunia dan dengan pengelolaan yang bebas, 20 pemain pilihan bergabung dengan Tim Negeri Paman Sam ini. Formasi pemain mengalami perubahan antara formasi 4-4-2 dan 3-5-2 tergantung lawan yang mereka hadapi. Tetapi lemahnya kecepatan pada lini belakang membuat tim Amerika Serikat harus berpegang pada formasi yang mengandalkan kekuatan pemain belakang.

    Pada dasarnya tim AS memiliki kekuatan pertahanan yang bagus, dengan diperkuat kiper Kasey Keller dan Brad Friedel. Sebagai pelengkap, Tim Merah, Putih dan Biru ini akhirnya menemukan pemain tengah dan depan yang konsisten.

    Kemajuan ini terlihat kurang berarti dengan hengkangnya pemain tengah dan kapten Claudio Reyna dan pemain sayap Earnie Stewart, pencetak gol terbanyak di babak penyisihan dengan menyarangkan delapan gol. Reyna kini bermain di Glasgow Rangers dan Stewart di NAC Breda, Belanda.

    Menurut pemain legendaris Pele, tim manapun tidak mampu mengukur kekuatan AS secara matematis. Menurut dia, AS adalah sebuah tanda tanya besar. Pasukan Negeri Paman Sam ini kadang-kadang tak lebih sebagai tim kekuatan sepakbola dunia ketiga atau sekadar tim kuda. Namun, AS bisa membuat kejutan.

    Namun, problem pokok tim asuhan Arena cukup jelas, yaitu belum mampu bermain dengan kharakter. AS bisa bermain baik dan diyakini mampu mendekati standar permainan tim-tim kelas dunia jika mereka menginginkan sebuah "mimpi Amerika". Singkatnya, Keller dkk. bisa menjadi pembunuh raksasa jika tim lawan mencoba "pamer" kemampuan.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws