|
Nigeria merupakan negara Afrika dengan jumlah penduduk
terbesar. Mereka telah menghasilkan lebih dari 200 pemain
sepakbola profesional yang tersebar di seluruh dunia,
bergabung dengan berbagai klub di Eropa, Timur Tengah, Asia
dan Amerika.
Besarnya populasi penduduk yang diimbangi dengan minat
tinggi dalam menggeluti sepakbola telah menopang keinginan
pemain-pemain berbakat dalam meningkatkan kompetisi. Negara
ini akan menuai keuntungan dari kebijakan membebaskan pemain
muda mencari banyak pengalaman di luar negeri. Nigeria
terbukti menunai hasil sejak lolos ke putaran final Piala
Dunia 1994 di Amerika Serikat.
Para pemain seperti Sunday Oliseh, "Jay Jay"
Okocha, Finidi George dan Victor Ikpeba kemungkinan besar
bermain kembali dalam putaran final Piala Dunia ketiga bagi
Nigeria. Kekuatan meyakinkan itu masih diperkaya oleh
pengalaman para debutan yang kualitasnya menjanjikan. Ditambah
dengan permainan kharismatik Nwankwo Kanu, kemampuan luar
biasa Victor Agali dalam menyarangkan bola dan pertahanan
Celestine Babayaro memberikan napas segar bagi kesebelasan
Nigeria.
Kesebelasan berjuluk The Super Eagles ini dianggap sebagai
harapan terbesar bangsa-bangsa Afrika untuk meraih kesuksesan
di Piala Dunia 2002 setelah penampilan mereka di fase final
sebelumnya menjadi sorotan. Nigeria berhasil melewati putaran
pertama setelah sebelumnya harapan sempat pupus. Ambisi mereka
kali ini cukup tinggi. Apalagi setelah mereka berhasil bangkit
dari posisi kurang baik di babak kualifikasi grup Afrika.
Pelatih Amodu, yang sebelumnya pernah dua kali mengambil
alih tim sebagai pelatih pengganti, dijanjikan mendapat posisi
lebih permanen. Amodu tentu menyadari bahwa masa depannya
bukan di atas kertas, tetapi tergantung pada penampilan Tim
Super Eagles di Korea dan Jepang.
Nigeria adalah tipikal perjuangan sebuah negeri Afrika.
Sebagaimana Kamerun yang membuat gempar ketika menaklukkan
Argentina pada pembukaan Piala Dunia 1994, Nigeria ingin
selangkah lebih maju sebagai duta Afrika. Namun, Amodu tidak
mau bermimpi dengan mengharapkan datangnya seorang "dewa
penonolong" seperti Roger Milla bagi Kamerun, tetapi
menghitung realistis dengan memaksimalkan pemain-pemain yang
berkelana di kompetisi liga-liga Eropa.
mahmudiono lamin/fwc |