GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


PARAGUAY



PRESTASI

  • Juara Copa America 1953, 1979 
  • Runner up Copa America 1922, 1929, 1947, 1949, 1963 
  • Juara babak kualifikasi Olimpiade 1992

Tidak mudah bagi Paraguay untuk menjadi peserta putaran final Piala Dunia secara konsisten. Dengan jumlah penduduk kurang dari lima juta, target ke putaran final Piala Dunia merupakan perjuangan berat. Apalagi, olahraga kurang mendapat perhatian masyarakat. Sepakbola hanya dimainkan di ibu kota Asuncion, kota berpenduduk kurang dari satu juta jiwa.

Paraguay meraih sukses pertama kali pada Piala Dunia 1998 berkat bimbingan pelatih Sergio Markarian. Karena latar belakang pemain tidak mendukung untuk kompetisi di level atas, Markarian semula kesulitan menentukan formasi dan taktik permainan. Ia cenderung meramu strategi hit and run. Taktik ala Markarian ini mengawinkan keunggulan skill individu penyerang dan kecermatan pemain belakang atau tengah dalam memberikan umpan.

Ketika pertama kali melatih tim nasional, Markarian cukup prihatin, karena kualitas pemain tidak standar. Ia tidak mempunyai waktu untuk membuat perubahan. "Saya hanya menginginkan jalan pintas. Taktik ini bisa dijalankan dengan baik. Namun, selama empat tahun ini telah banyak perubahan," katanya.

Apakah Paraguay dapat mengulangi kesuksesan empat tahun lalu di Korea/Jepang? Apalagi terdengar rumor bahwa Jose Luis Chilavert gembar-gembor tak mau memperkuat negaranya. Padahal, penjaga gawang eksentrik inilah kunci permainan Paraguay.

Paraguay terpaksa tampil di dua pertandingan awal Korea/Jepang Chilavert. Kapten berusia 35 tahun ini sedang menjalani hukuman yang melarangnya bermain dalam empat pertandingan setelah ia meludahi pemain Brasil Roberto Carlos di babak kualifikasi bulan Agustus lalu. Tindakan Chilavert ini tentu saja mencoreng tim Paraguay.

Menjelang putaran final Piala Dunia 1998, Chilavert juga membuat ulah dan menyulut keretakan. Keretakan pertama dipicu oleh amarah Jose Luis Chilavert, kapten tim nasional, kiper utama tim yang sering melakukan tendangan bebas dan menciptakan gol dan juga juru bicara pemain.

Keretakan lainnya adalah beberapa pemain kunci tidak bersedia ikut tim dalam serangkaian pertandingan pemanasan. Chilavert menuduh pelatih menghina para pemain.

Hal ini bisa dibilang memalukan karena dalam kualifikasi kawasan Amerika Selatan, Paraguay tampil dengan semangat yang menggebu untuk menutupi kekurangan dalam pertahanan. Para pemain asuhan Markarian termasuk para pencetak angka kedua terbanyak setelah Argentina, yang menyarangkan 29 gol.

Paraguay memang penuh dengan kejutan, tetapi dalam urusan pemilihan pemain tidak terlalu banyak perubahan. Mereka antara lain: Chilavert (Strasbourg, Prancis); Arce (Palmeiras, Brasil), Caniza (Santos Laguna, Meksiko), Gamarra (AEK Athens, Yunani), Ayala (River Plate, Argentina), Enciso (Olimpia Asuncion), Struway (Libertad Asuncion), Acuna (Real Zaragoza, Spain), Paredes (Porto, Portugis); Cardozo (Toluca, Meksiko), Santa Cruz (Bayern Munich, Jerman).

Namun, tim ini kurang mendapat sambutan dari para sepakbola mania. Pelatih Argentina Marcelo Bielsa, yang timnya bermain seri dua kali saat melawan Paraguay, mengakui kesiapan Paraguay. Lupakan Brasil, katanya, "Paraguay memang lawan tangguh di babak kualifikasi.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

ANALISIS

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

KRIMINAL

1
Hosted by www.Geocities.ws