|
Jauh sebelum Piala Dunia 2002, Pemerintah Inggris begitu
menggebu-gebu untuk memberikan penghargaan kepada para anggota
tim juara sepakbola Piala Dunia 1966. Disebutkan oleh Menteri
Olahraga Tony Banks bahwa sungguh tidak fair jika para
pahlawan lapangan hijau itu terabaikan. Mereka telah memberi
prestise tinggi bagi Inggris setelah Perang Dunia II dengan
kemenangan 4-2 atas Jerman di Stadion Wembley.
Beberapa pemain tim itu, seperti pembuat hattrick Geoff
Hurst dan Bobby Charlton, telah diberi gelar kesatria
(bangsawan), sedang para pemain lainnya diabaikan. Mereka
termasuk penjaga gawang Gordon Banks, bek George Cohen dan Ray
Wilson serta pemain tengah Nobby Stiles dan Martin Peters.
Banks mendesak ke-11 pemain yang memberikan andil bagi
kemenangan Inggris di Piala Dunia 1966 harus diberi
penghargaan. Desakan Banks adalah manifestasi dari kerinduan
Inggris untuk tampil sebagai kampiun. Kini, generasi David
Beckham diharapkan menjembatani kerinduan bangsa Inggris atas
prestasi tinggi Piala Dunia 1966.
Tim nasional Inggris pada Piala Dunia 2002 mayoritas
diperkuat oleh pemain-pemain Manchester United dan Liverpool.
Selama musim tanding 2000-2001, kedua klub ini banyak
mengumpulkan piala domestik dan juga memenangkan berbagai
kejuaraan Piala UEFA. Banyaknya pengalaman ini membentuk inti
yang kuat bagi pasukan Sven-Goran Eriksson.
David Beckham, yang disebut Eriksson sebagai pengambil bola
tendangan bebas terbaik di dunia melegenda dalam skala klub,
dan di usia ke 25 menjadi kapten kesebelasan Inggris,
bersama-sama generasi bintang berbakat Michael Owen, Emile
Heskey dan Robbie Fowler akan membuktikan kembalinya sejarah
1966.
Dengan kehadiran Owen, salah satu penyerang terbaik dunia,
Inggris mampu menyajikan permainan dengan serangan-serangan
yang mengalir cepat dan menerapkan tekanan-tekanan terhadap
lawan secara konsisten. Di garis belakang, pertahanan dipegang
oleh Rio Ferdinand dan Sol Campbell, yang masih terlihat
kurang kompak, namun sesaat kerja sama sudah kuat terbangun di
antara mereka dan dibantu pemain sayap belakang Ashley Cole,
mereka bisa membuat pertahanan kuat yang mengandalkan
kecepatan dan tenaga.
Meskipun banyak anggota tim yang sekarang ini tampil kurang
memuaskan dalam Piala Eropa Belgia/Belanda tahun 2000 dan
kalah melawan Argentina di babak perempat final di Piala Dunia
Prancis 1998, mereka berharap dapat tampil seperti tim Inggris
pada tahun 1990, atau bahkan seperti pada tahun 1966 saat
Inggris berhasil membawa pulang trofi Piala Dunia.
Dengan keyakinan pelatih dan suporter bahwa mereka belum
sepenuhnya mengerahkan kemampuan, Inggris berpotensi
menghapuskan segala keraguan dalam putaran final Piala Dunia
Korea/Jepang 2002.
mahmudiono lamin/fwc |