|
Kamerun masuk ke putaran final
Piala Dunia untuk yang kelima kalinya, rekor untuk sebuah
negara di benua Afrika, dan lagi mereka bertanding dengan
harapan dapat menetapkan standar baru bagi persepakbolaan
Afrika.
Kamerun empat kali berturut-turut masuk ke babak final
Piala Dunia, dan juga merajai kejuaraan-kejuaraan di Afrika
serta menjadi satu-satunya negara di kawasan benua Afrika yang
lolos ke babak perempat final Piala Dunia.
Kamerun menyita perhatian dunia dengan penampilan tim yang
kharismatis di Italia pada tahun 1990, yang ditambah dengan
gol unik Roger Milla (38). Untuk pertama kalinya sebuah tim
negara Afrika tidak gentar menghadapi lawannya dan langkah
mereka sempat terhenti di Naples oleh Inggris. Itu pun dengan
tambahan waktu.
Sudah banyak kesuksesan internasional yang diraih tim Singa
Ganas, di antaranya pada Olimpiade Sydney 2000. Para pemain
kunci kemenangan yang tak terduga ini kembali bermain pada
final Piala Dunia Korea/Jepang 2002. Mereka antara lain Pemain
Terbaik Afrika Patrick Mboma, rekannya Samuel Eto' o dan
Lauren Etame Mayer.
Belakangan Kamerun sering menghadapi masalah mengenai
pelatih, padahal mereka harus mempersiapkan diri untuk final
2002. Pelatih kelahiran Jerman, Winfried Schafer, yang
sebelumnya melatih klub VfB Stuttgart (Bundesliga) dan
Karlsruhe, mengambil alih Tim Kamerun tujuh bulan sebelum
turnamen dimulai.
Kamerun sebelumnya mempunyai tradisi prestasi tinggi ketika
mengandalkan pemain-pemain hebat seperti François Omam-Biyik,
Roger Milla, Jean-Manga Onguene, Theophile Abega, Thomas
N'Kono.
mahmudiono lamin/fwc |