|
Swedia mengobati kekecewaan di Piala Eropa 2000 dengan
lolos ke putaran final Piala Dunia Korea/Jepang 2002 tanpa
kalah satu kali pun. Mayoritas pemain Swedia bermain di luar
negeri, walaupun banyak juga yang bermain di liga Allsvenskan
Swedia seperti Christoffer Andersson (Helsingborgs IF), Håkan
Mild dan Pontus Kåmark (IFK Gothenburg) dan Teddy Lucic (AIK
Solna).
Dua nama tidak diragukan lagi, yaitu pemain depan Henrik
Larsson dan pemain belakang Patrik Andersson. Striker Glasgow
Celtic, Larsson, adalah pencetak gol terbaik dunia dan
memenangkan Golden Boot sebagai top skor Eropa. Kapten Patrik
Andersson memenangkan Liga Champions dengan Bayern Munich pada
tahun 2001, sebelum pindah ke Barcelona musim panas lalu.
Kesuksesan Swedia di final Piala Dunia tergantung pada dua
pemain ini.
Duet pelatih Tommy Söderberg dan Lars Lagerbäck mampu
mempertahankan permainan terbaik selama babak kualifikasi.
Tampilnya Zlatan Ibrahimovic pada tahap berikutnya akan
memberikan peluang menjadi Golden Boy dalam persepakbolaan
Swedia. Pemain berusia 19 tahun ini meninggalkan Malmö FF dan
bergabung dengan klub raksasa Belanda, Ajax Amsterdam. Dalam
transfer itu Ibrahimovic menjadi pemain termahal sepanjang
sejarah sepakbola Swedia.
Kekuatan tim Swedia sebenarnya di pertahanan. Kiper Magnus
Hedman hanya kebobolan tiga gol dalam sepuluh pertandingan
kualifikasi. Di garis depan, Larsson membangun kerja sama yang
produktif dengan Marcus Allbäck (SC Heerenveen).
Tim Swedia siap bertempur dengan segala kreatifitas dan
strategi di lapangan yang menekankan pada kerja sama tim.
Dengan demikian mereka bisa membuktikan sebagai tim tangguh
yang sulit dikalahkan tim manapun.
Sepakbola kolektif yang mengutamakan team work dan
kebersamaan. Itulah trade mark Swedia, salah satu tim yang
diyakini bakal membuat kejutan di Piala Dunia 2002. Tim ini
mendapat tambahan reputasi sebagai kesebelasan tangguh karena
didukung perencanaan dan pengorganisasian.
Artinya, mereka lolos ke Piala Dunia karena perencanaan,
taktik dan strategi matang. Jika dikupas satu per satu,
pemainnya memang tidak begitu istimewa, tetapi memiliki
kemampuan dengan standar Eropa.
Soal strategi dan taktik. Swedia yang ditangani duet
pelatih Tommy Soderberg, dibantu asisten Lars Lagerback, biasa
memakai tiga sistem formasi permainan yang sering mereka
gunakan, formasi klasik 4-4-2, 4-5-1 ketika bertahan serta
pola 4-4-1-1 ketika berada di atas angin.
mahmudiono lamin/fwc |