GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA

ARGENTINA



PRESTASI

  • Juara Piala Dunia 1978, 1986 
  • Runner-up Piala Dunia 1930, 1990 -
  • Juara Copa America 1921, 1925, 1927, 1929, 1937, 1941, 1945, 1946, 1947, 1955, 1957, 1959, 1991, 1993 -
  • Runner-up Olimpiade 1926, 1996 
  • Juara Piala Dunia Junior 1979, 1995, 1997, 2001

  • Keberhasilan Argentina lolos ke putaran final Piala Dunia 2002 merupakan kesempatan ke-13. Pelatih Marcelo Bielsa harus mempersiapkan anak buahnya dengan matang pada pertandingan di Korea/Jepang. Bielsa berusaha keras untuk mengantarkan Tim Albiceleste-julukan Argentina--meraih kemenangan ketiga. Ia optimistis target itu tercapai, karena tim Tango mengawali babak kualifikasi dengan mulus dan menjadi juara Amerika Latin.

    Pelatih Kolombia Francisco Maturana mengatakan bahwa Argentina merupakan favorit juara dan satu-satunya tim yang paling siap mewakili Amerika Latin untuk menembus dominasi Eropa di Piala Dunia. Bukan hal aneh bahwa ajang Piala Dunia selama ini menjadi rivalitas antara tim terkuat Eropa dan Amerika Latin.

    Bielsa percaya bahwa tim asuhannya mampu berbuat banyak. Materi pemain tim Tango memang sarat pengalaman, antara lain Batistuta (Roma, Italia), Crespo (Lazio, Italia), Veron (Manchester United, Inggris), Gonzalez (Valencia, Spanyol), Samuel (Roma, Italia), Gallardo (Monaco, erancis), Ayala (Valencia, Spanyol), Zanetti (Inter Milan, Italia), Ortega (River Plate), dan Sorin (Cruzeiro, Brasil).

    Selain para bintang tersebut, masih banyak pemain Argentina yang kemampuannya tidak diragukan lagi. Di antaranya Juan Roman Riquelme, pentolan Boca Juniors, Javier Saviola (Barcelona), Andres D'Alessandro dari River Plate, dan Martin Palermo, pemain tengah Villarreal. Tidak berlebihan jika tim Tango kali ini paling sarat bintang.

    Siapapun nominasi pemain Argentina, mereka yang masuk dalam formasi Bielsa 3-3-2-2 telah menghasilkan 13 kemenangan dan empat seri dari 18 pertandingan di turnamen Conmebol 2000-01. Pertanyaannya, apakah mereka mampu mengulangi kesuksesan tujuh atau delapan bulan lalu di Timur Jauh?

    Hal seperti ini biasanya dihadapi para pelatih tim jawara Piala Dunia. Para pemain dituntut bermain maksimal dalam formasi ideal dan waktu terbatas. Kekhawatiran Argentina hanya satu, ancaman cedera pemain. Jika ancaman itu bisa dihindari, tim Tango dijagokan memboyong trofi Piala Dunia pada 30 Juni.

    Tim Jepang, Kroasia, Paraguay, Nigeria dan Amerika Serikat merupakan tim-tim potensial, sehingga Argentina tidak bisa santai. Bagi Bielsa, tantangan terberat Argentina bukan di final, tetapi babak-babak awal. "Jika terlambat start, Argentina bisa terjegal. Kami harus ekstra hati-hati, karena segalam kemungkinan bisa terjadi," katanya.

    Argentina tidak boleh terlena dengan mitos yang menuebut bahwa kandidat juara Piala Dunia di tangan pendekar Amerika Latin. Kendati tim Tango telah menjadi kampiun pada babak kualifikasi dan jauh mengungguli Brasil, pemegang rekor Piala Dunia, mereka juga perlu menengok kegagalan di masa lalu.

    Kisah sukses Argentina di kualifikasi Piala Dunia 2002 tak diikuti keberhasilan tim Argentina untuk Olimpiade Sydney 2000. Argentina tersingkir tersingkir dari ajang empat tahunan tersebut setelah menyerah 0-1 di tangan Cili. Bagi Argentina, kegagalan ini merupakan aib. Sebab mayoritas anggota tim yang turun, merupakan skuad Argentina yang memenangkan Piala Dunia Junior 1997 di Malaysia.

    Namun masyarakat Argentina bisa memahami kegagalan itu. Kadang keberuntungan dan prestasi memang tak bisa diajak berkompromi. Setidaknya kegagalan timnas Argentina menuju Olimpiade Sydney 2000 impas dengan prestasi mereka selama ini.

    Argentina merupakan pemegang gelar juara Piala Dunia 1978 dan 1986. Pada tahun 1978, keberhasilan mereka berkat kecermelangan Mario Kempes, striker jangkung andalan tim Tango saat itu. Delapan tahun kemudian, giliran Maradona yang menjadi komandan lapangan.

    Prestasi Argentina bukan hanya dua kali juara dunia saja. Beberapa turnamen penting di ajang internasional pernah mereka gapai. Seperti 14 kali menjuara Copa Amerika, juara Piala Dunia 1997 dan beberapa lainnya. Belum termasuk 11 penampilan mereka di perhelatan Piala Dunia.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws