GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA

IRLANDIA



PRESTASI

  • Perempat final Piala Dunia Italia 1990

  • Republik Irlandia mulai menjadi kekuatan sepakbola dunia pada tahun 1987 di bawah asuhan Jack Charlton. Mantan pelatih Inggris itu membawa tim Irlandia dua kali ke final Piala Dunia dan satu kali ke putaran final Piala Eropa dalam jangka waktu enam tahun.

    Sejak "Big Jack" pensiun pada tahun 1995, anak asuhnya, Mick McCarthy, berjuang untuk mengembalikan Irlandia ke kejayaan sebelumnya di Piala Dunia Korea/Jepang 2002.

    Beberapa tahun belakangan ini kapten tim Roy Keane memiliki reputasi internasional berkat penampilan gemilang bersama klub raksasa Inggris, Manchester United. Pemain tengah ini memiliki pengaruh besar bagi tim Irlandia. Ia jenderal lapangan tengah dan menentukan hitam-putihnya performance tim Irlandia. Dengan memompa semantat Keane berarti memupuk semangat tanding tim secara keseluruhan.

    Para pendukung Keane kebanyakan pemain muda yang memiliki prospek menjanjikan. Damien Duff (Blackburn Rovers), Matt Holland (Ipswich), Mark Kinsella (Charlton) dan Mark Kennedy (Wolves) semuanya memiliki tingkat kemampuan dan fleksibilitas yang belum terukur di tengah lapangan.

    Striker Robbie Keane (Leeds) merupakan ancaman serius di garis depan, sedangkan Clinton Morrison (Crystal Palace) disebut-sebut sebagai pemain yang memiliki masa depan cerah dalam tim berkaos hijau ini. Pemain asal klub Wimbledon dan mantan striker Feyenoord, David Connolly, juga patut diperhitungkan pihak lawan. Pemain andalan Irlandia adalah Paul McGrath, Liam Brady, Johnny Giles.

    Keistimewaan tim Irlandia terletak pada "bagaimana bermain bola" dan bukan "sejauhmana Irlandia sanggup bertahan". Mereka tidak masuk hitungan di Eropa sekali pun, tetapi menjadi kerikil dalam sepatu.

    Bagi Keane, Irlandia tidak perlu terprovokasi oleh psywar tim-tim besar. "Kami tidak mau menghabiskan waktu untuk beradu mulut mengenai peluang kami di Korea/Jepang. Kami sanggup dan berjanji merepotkan mereka. Kami tidak siap jika hanya menjadi penggembira," kata Keane.

    Pernyataan itu bisa diasumsikan bahwa Irlandia sebenarnya telah mempersiapkan diri dengan baik. Terbukti, mereka mampu menyisihkan tim kelas dunia, Belanda, pada babak kualifikasi.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws