GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


SENEGAL



PRESTASI

  • Kualifikasi Piala Afrika 1965, 1986, 1990, 1992, 1994, 2000, 2002


  • Juara Piala Amilcar Cabral 1979, 1980, 1983, 1984, 1985, 1986, 1991
  • M asuknya Senegal ke final Piala Dunia Korea/Jepang merupakan sebuah kejutan. Senegal merupakan satu-satunya dari lima negara Afrika yang baru pertama kali masuk ke putaran final Piala Dunia. Singa Afrika ini membuktikan diri sebagai tim tangguh dalam babak kualifikasi dan berpotensi menjadi kuda hitam di putaran final.

    Diungkapkan pelatih Bruno Metsu, ia mempunyai cukup alasan untuk membuat gebrakan di kancah Piala Dunia, karena kesempatan pertama inilah momentum yang dimiliki Senegal.

    Kesuksesan Senegal di babak kualifikasi bisa disebut sebagai angin segar bagi persepakbolaan Afrika. Dengan pelatih Prancis Bruno Metsu, pembangun tim yang pondasinya telah dibangun oleh pelatih veteran asal Jerman, Peter Schnittger. Metsu mengatakan Senegal akan membawa kharismanya dan bertekad untuk memenangkan Piala Dunia kali ini. "Kami akan menjadi Jamaika-nya Piala Dunia," kata pelatih kelahiran Prancis ini.

    Metsu tidak merasa risau meskipun Senegal hanya dipandang sebelah mata. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa lawan-lawan Senegal tidak akan siap menerima kejutan jika timnya membuat kemajuan beberapa langkah.

    Negara Afrika Barat ini berambisi mengalahkan prestasi negara-negara di Kepulauan Karibia Prancis. Senegal cenderung over confident, karena merasa yakin sebagai kandidat kuat final Piala Dunia, setidaknya lolos ke putaran kedua.

    Mayoritas pemain berbasis di Prancis dan memperkuat klub beberapa Liga Eropa seperti Austria, Yunani, Portugal dan Swiss. Senegal sangat bergantung pada pola penyerangan yang kuat. Kepemimpinan tim ini dipercayakan kepada kapten El Hadji Diouf (21), yang bermain untuk Lens, dan Khalilou Fadida, berbasis di Auxerre, sebagai cadangan. Permainan Henri Camara juga menjadi kunci kesuksesan Senegal, sedangkan Ferdinand Coly menambah solid pertahanan.

    "Banyak pemain berbasis di Eropa. Orang bilang mereka hanya bermain di kompetisi kelas dua atau kelas tiga malah. Namun, mereka sebenarnya tidak mampu menghitung kekuatan realistis kami," ujar Metsu.

    Kualifikasi Piala Dunia membuat demam sepakbola di Senegal. Tim ini meraih prestasi terbaik ketika lolos ke semifinal Piala Afrika tahun 1990 saat ditangani pelatih asal Prancis Claude Le Roy. Rakyat Senegal merayakan lolosnya tim nasional mereka ke final Piala Dunia. Sampai-sampai Presiden Abdoulaye Wade mempersingkat kunjungan kenegaraan ke Eropa dan cepat-cepat pulang untuk memberikan penghormatan bersama rakyatnya.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws