M
asuknya Senegal ke final Piala Dunia Korea/Jepang
merupakan sebuah kejutan. Senegal merupakan satu-satunya dari
lima negara Afrika yang baru pertama kali masuk ke putaran
final Piala Dunia. Singa Afrika ini membuktikan diri sebagai
tim tangguh dalam babak kualifikasi dan berpotensi menjadi
kuda hitam di putaran final.
Diungkapkan pelatih Bruno Metsu, ia mempunyai cukup alasan
untuk membuat gebrakan di kancah Piala Dunia, karena
kesempatan pertama inilah momentum yang dimiliki Senegal.
Kesuksesan Senegal di babak kualifikasi bisa disebut
sebagai angin segar bagi persepakbolaan Afrika. Dengan pelatih
Prancis Bruno Metsu, pembangun tim yang pondasinya telah
dibangun oleh pelatih veteran asal Jerman, Peter Schnittger.
Metsu mengatakan Senegal akan membawa kharismanya dan bertekad
untuk memenangkan Piala Dunia kali ini. "Kami akan
menjadi Jamaika-nya Piala Dunia," kata pelatih kelahiran
Prancis ini.
Metsu tidak merasa risau meskipun Senegal hanya dipandang
sebelah mata. Sebaliknya, ia mengingatkan bahwa lawan-lawan
Senegal tidak akan siap menerima kejutan jika timnya membuat
kemajuan beberapa langkah.
Negara Afrika Barat ini berambisi mengalahkan prestasi
negara-negara di Kepulauan Karibia Prancis. Senegal cenderung
over confident, karena merasa yakin sebagai kandidat kuat
final Piala Dunia, setidaknya lolos ke putaran kedua.
Mayoritas pemain berbasis di Prancis dan memperkuat klub
beberapa Liga Eropa seperti Austria, Yunani, Portugal dan
Swiss. Senegal sangat bergantung pada pola penyerangan yang
kuat. Kepemimpinan tim ini dipercayakan kepada kapten El Hadji
Diouf (21), yang bermain untuk Lens, dan Khalilou Fadida,
berbasis di Auxerre, sebagai cadangan. Permainan Henri Camara
juga menjadi kunci kesuksesan Senegal, sedangkan Ferdinand
Coly menambah solid pertahanan.
"Banyak pemain berbasis di Eropa. Orang bilang mereka
hanya bermain di kompetisi kelas dua atau kelas tiga malah.
Namun, mereka sebenarnya tidak mampu menghitung kekuatan
realistis kami," ujar Metsu.
Kualifikasi Piala Dunia membuat demam sepakbola di Senegal.
Tim ini meraih prestasi terbaik ketika lolos ke semifinal
Piala Afrika tahun 1990 saat ditangani pelatih asal Prancis
Claude Le Roy. Rakyat Senegal merayakan lolosnya tim nasional
mereka ke final Piala Dunia. Sampai-sampai Presiden Abdoulaye
Wade mempersingkat kunjungan kenegaraan ke Eropa dan
cepat-cepat pulang untuk memberikan penghormatan bersama
rakyatnya.
mahmudiono lamin/fwc |