|
Afrika Selatan merayakan satu dekade kembali ke
persepakbolaan internasional dengan lolos ke putaran final
Piala Dunia 2002 Korea/Jepang 2002 setelah terisolasi
kebijakan aparteid. Dalam sepuluh tahun terakhir, Afrika
Selatan menjadi negara yang kuat di Afrika dan teratas dalam
peringkat dunia FIFA.
Afrika Selatan masuk dalam kuafikasi final Piala Dunia di
Prancis dan juara Piala Afrika ketika mereka menjadi tuan
rumah. Tahun lalu, mereka kalah tipis dari Jerman dalam
persaingan untuk menjadi tuan rumah penyelenggara final Piala
Dunia 2006.
Dengan bertambahnya pemain kunci yang bertanding di
liga-liga Eropa, Afrika Selatan berharap memperoleh pengalaman
lebih tinggi dalam pertandingan internasional dan tampil lebih
baik dari hasil dua seri dan satu kalah di Piala Dunia 1998.
Pelatih Carlos Queiroz, yang mengantarkan Portugal
memenangkan piala sepakbola U-21 tahun 1991, kini menangani
Afrika Selatan. Dengan permainan gaya Eropa yang mengandalkan
kecepatan dan kekuatan, kemampuan Afsel meningkat pesat dan
pantas lolos ke putaran final Piala Dunia.
Para pemain seperti Sibusiso Zuma, Delron Buckley,
Siyabonga Nomvete dan kapten Shaun Bartlett merupakan generasi
baru yang berpotensi membawa kemenangan bagi negaranya.
Kalangan usaha Afrika Selatan kini bergirah dalam mendukung
tim nasional memperbanyak pengalaman internasional dengan
bertanding secara teratur melawan tim-tim dunia seperti
Prancis, Swedia, Denmark dan Meksiko. Pemain andalan Afsel
adalah Kaizer Motaung, Patrick Ntsoelengoe, Jomo Sono, Doctor
Khumalo, Lucas Radebe.
mahmudiono lamin/fwc |