GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


SPANYOL



PRESTASI

  • Runner-up Piala Dunia 1950 
  • Perempat final Piala Dunia 1986 
  • Perempat final Piala Dunia 1994 
  • Juara Piala Eropa 1964 
  • Runner-up Piala Eropa 1984 
  • Runner-up Olimpiade 1920 
  • Juara Olimpiade 1992
  • Runner-up Olimpiade 2000
  • S Spanyol selalu tampil dengan reputasi menakutkan di kejuaraan Piala Dunia. Fakta ini tak terbantahkan mengingat tim Matador selalu lolos ke putaran final dengan poin-poin tertinggi. Mereka sering mencetak rekor tak terkalahkan dan memimpin grup penyisihan. Sayangnya, Spanyol yang meroket pada babak kualifikasi itu biasanya mudah tersungkur di putaran final.

    Seperti menjelang Piala Dunia 1998, hanya Prancis yang mampu mengadang rekor tak terkalahkan tim Matador. Dalam pertandingan persahabatan itu Spanyol dikalahkan 0-1 setelah tak terkalahkan dalam 31 pertandingan sejak usai Piala Dunia 1994 di Amerika Serikat.

    Setelah sepuluh kali keikutsertaan di pesta sepakbola Piala Dunia selalu jadi pecundang, untuk kali kesebelas di Korea/Jepang ini Spanyol sangat berambisi meraih predikat tim nomor satu di dunia.

    Sejauh ini Spanyol hanya mampu dua kali lolos ke perempat final Piala Dunia, tahun 1950 dan 1994. Pada tahun 1934, 1962, 1966, 1978, 1982, 1986 dan 1990, Spanyol paling tinggi mereka hanya lolos ke babak kedua

    Pertandingan kali ini akan berbeda. Pernyataan ini diulang-ulang oleh Spanyol. Permainan terbaik Spanyol di final Piala Dunia Brasil 1950 menempati posisi keempat.

    Walaupun menang dalam Piala Eropa tahun 1964 dan meraih medali emas Olimpiade 1992, kedua prestasi itu tercapai ketika Spanyol menjadi tuan rumah. Mereka kurang sukses di dunia internasional.

    Ada dua hal membantu Spanyol dalam meraih kesuksesan di putaran final Piala Dunia 2002 Korea/Jepang. Pelatih baru Jose Camacho dan status Spanyol sebagai negara Eropa penyelenggara liga. Sejak pengambilalihan dari Javier Clemente di tahun 1998, mantan pemain belakang Real Madrid ini memberikan angin segar kepada Spanyol. Gayanya dalam menyerang cocok dengan para pemain Spanyol. Pada periode sebelumnya, para pemain kurang sreg karena bermain dengan taktik penempatan pemain lapangan tengah cenderung sebagai defender, bukan sumber kreatifitas.

    Dalam Kejuaraan Piala Eropa 2000, Spanyol masuk ke perempat final sebelum dikalahkan Prancis melalui gol Zinedine Zidane. Raul Gonzalez gagal mengeksekusi tendangan penalti pada menit-menit akhir. Penampilan mereka memberikan gambaran bahwa dengan satu atau dua pemain baru bisa menjadikan Spanyol ancaman bagi negara-negara lain. Apalagi ditambah dengan kesuksesan klub-klub Spanyol dalam berbagai kompetisi di Eropa (Real Madrid, pemenang Liga Champions 1998 dan 2000, Valencia, runner-up Liga Champions 2000 dan 2001, Alaves, runner-up Piala UEFA 2001).

    Ivan Helguera (Real Madrid), Juan Carlos Valeron (Deportivo La Coruña) dan Vicente Rodriguez (Valencia) bergabung dengan para pemain seperti Raul, Fernando Hierro dan Josep Guardiola dalam membantu Spanyol lolos ke babak final dari grup mereka dan bisa menjadi pemain kunci.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws