S
Spanyol selalu tampil dengan reputasi menakutkan di
kejuaraan Piala Dunia. Fakta ini tak terbantahkan mengingat
tim Matador selalu lolos ke putaran final dengan poin-poin
tertinggi. Mereka sering mencetak rekor tak terkalahkan dan
memimpin grup penyisihan. Sayangnya, Spanyol yang meroket pada
babak kualifikasi itu biasanya mudah tersungkur di putaran
final.
Seperti menjelang Piala Dunia 1998, hanya Prancis yang
mampu mengadang rekor tak terkalahkan tim Matador. Dalam
pertandingan persahabatan itu Spanyol dikalahkan 0-1 setelah
tak terkalahkan dalam 31 pertandingan sejak usai Piala Dunia
1994 di Amerika Serikat.
Setelah sepuluh kali keikutsertaan di pesta sepakbola Piala
Dunia selalu jadi pecundang, untuk kali kesebelas di
Korea/Jepang ini Spanyol sangat berambisi meraih predikat tim
nomor satu di dunia.
Sejauh ini Spanyol hanya mampu dua kali lolos ke perempat
final Piala Dunia, tahun 1950 dan 1994. Pada tahun 1934, 1962,
1966, 1978, 1982, 1986 dan 1990, Spanyol paling tinggi mereka
hanya lolos ke babak kedua
Pertandingan kali ini akan berbeda. Pernyataan ini
diulang-ulang oleh Spanyol. Permainan terbaik Spanyol di final
Piala Dunia Brasil 1950 menempati posisi keempat.
Walaupun menang dalam Piala Eropa tahun 1964 dan meraih
medali emas Olimpiade 1992, kedua prestasi itu tercapai ketika
Spanyol menjadi tuan rumah. Mereka kurang sukses di dunia
internasional.
Ada dua hal membantu Spanyol dalam meraih kesuksesan di
putaran final Piala Dunia 2002 Korea/Jepang. Pelatih baru Jose
Camacho dan status Spanyol sebagai negara Eropa penyelenggara
liga. Sejak pengambilalihan dari Javier Clemente di tahun
1998, mantan pemain belakang Real Madrid ini memberikan angin
segar kepada Spanyol. Gayanya dalam menyerang cocok dengan
para pemain Spanyol. Pada periode sebelumnya, para pemain
kurang sreg karena bermain dengan taktik penempatan pemain
lapangan tengah cenderung sebagai defender, bukan sumber
kreatifitas.
Dalam Kejuaraan Piala Eropa 2000, Spanyol masuk ke perempat
final sebelum dikalahkan Prancis melalui gol Zinedine Zidane.
Raul Gonzalez gagal mengeksekusi tendangan penalti pada
menit-menit akhir. Penampilan mereka memberikan gambaran bahwa
dengan satu atau dua pemain baru bisa menjadikan Spanyol
ancaman bagi negara-negara lain. Apalagi ditambah dengan
kesuksesan klub-klub Spanyol dalam berbagai kompetisi di Eropa
(Real Madrid, pemenang Liga Champions 1998 dan 2000, Valencia,
runner-up Liga Champions 2000 dan 2001, Alaves, runner-up
Piala UEFA 2001).
Ivan Helguera (Real Madrid), Juan Carlos Valeron (Deportivo
La Coruña) dan Vicente Rodriguez (Valencia) bergabung dengan
para pemain seperti Raul, Fernando Hierro dan Josep Guardiola
dalam membantu Spanyol lolos ke babak final dari grup mereka
dan bisa menjadi pemain kunci.
mahmudiono lamin/fwc |