|
Jarang orang mengingat masa kejayaan Polandia saat
mengalahkan Brasil untuk menduduki juara ketiga di Piala Dunia
1974 di Jerman. Polandia juga mampu menundukkan juara bertahan
Jerman Barat pada tahun 1978 dan menempati posisi ketiga
setelah mengalahkan Prancis.
Di Korea dan Jepang, tim nasional Polandia tampil di final
Piala Dunia untuk pertama kalinya sejak 1986. Di Olimpiade
1992, tim Polandia meraih medali perak. Sejak awal dekade
1980-an, persepakbolaan Polandia mengalami kemunduran. Mereka
gagal berkali-kali dalam babak kualifikasi Piala Eropa dan
tidak pernah menjadi ancaman tim lain di Piala Dunia.
Semua berubah ketika pemain kelahiran Nigeria Emmanuel
Olisabede menjadi warga negara Polandia dan mulai rajin
menyarangkan bola sejak aksi terakhir Polandia di Piala Dunia,
saat mereka dikalahkan Brasil 0-4 di putaran kedua tahun 1986.
Olisadebe banyak membuat perubahan sepanjang babak
kualifikasi. Ia mencetak tujuh gol ketika Polandia mencatat
serangkaian kemenangan dan kalah satu kali dalam persaingan
Grup 5. Setelah kemunduran satu dekade, Polandia muncul lagi
sebagai peserta putaran final Piala Dunia Korea/Jepang 2002.
Dengan dukungan penuh warga Polandia yang menerima
Olisadebe bagian dari mereka, kini ia memiliki kesempatan
untuk mengembalikan Polandia pada masa-masa kejayaan Grzegorz
Lato, pencetak skor terdepan di Piala Dunia 1974. Bagi
Polandia, masuk ke Piala Dunia merupakan pengingat akan
kekayaan warisan sepakbola di Polandia. Pemain andalan
sebelumnya: Grzegorz Lato, Kazimierz Deyna, Wlodzimierz
Lubanski, Jan Tomaszewski.
mahmudiono lamin/fwc |