|
Kreatifitas, optimisme, semangat, dan pengalaman menjadi
modal utama tim ini. Keseimbangan itu membuat Turki tampil
sebagai kuda hitam. Setelah bertahan di putaran pertama Piala
Eropa 1996, mereka kembali dengan motivasi tinggi.
Sukses ke putaran final Piala Dunia 2002 membuat pemain
makin termotivasi. Hadiah dari pemerintah Turki sudah menanti
jika Hakan Sukur dkk. mampu lolos dari putaran grup. Hadiahnya
jauh lebih besar jika lolos ke babak berikutnya. Bayangkan,
para pemain mendapat bonus dari pemerintah Turki masing-masing
uang sekitar Rp1,4 miliar, sudah termasuk jeep Range Rover,
pada Piala Eropa 2000.
Sepakbola Turki sebelumnya tidak masuk unggulan. Prestasi
tertinggi hanya dicapai klub Galatasaray, Fenerbahce atau
Besiktas yang bermarkas di Istanbul. Untuk tim nasional, Turki
tidak pernah mampu menembus persaingan. Tetapi, Turki kini
menjadi sorotan sebagai kekuatan baru di Eropa. Keberhasilan
mereka ke putaran final Piala Dunia menyita perhatian banyak
pengamat sepakbola dunia.
Turki mengawali kebangkitan pada Kejuaraan Piala Eropa 1996
dan masuk ke putaran final di kejuaraan yang sama tahun 2000.
Dengan dua even terbesar itu, Turki mulai unjuk gigi di
persepakbolaan dunia.
Kesuksesan tim asuhan Senol Gunes itu memberikan semangat
baru dalam proses pembentukan kembali tim nasional Turki dalam
kurun waktu sepuluh tahun terakhir. Gunes menaruh kepercayaan
pada pemain-pemain inti dari klub-klub divisi satu Turki,
teurtama klub Galatasaray, Fenerbahçe, dan Besiktas. Sisanya
merupakan pemain-pemain yang memperkuat klub-klub terbaik
Eropa.
Hakan Sukur (Inter Milan), yang memulai karier di
Galatasaray, adalah pemain terbaik yang memimpin Turki di
babak kualifikasi dengan empat gol. Kiper Fenerbahçe, Rüstü
Reçber, bermain dalam sepuluh babak kualifikasi, hanya
kemasukan delapan gol. Defender Aston Villa, Alpay Ozalan,
menggetarkan Turki dalam kualifikasi melawan Macedonia dengan
mencetak hattrick.
Sukur termasuk pemain setia yang mendampingi tim dalam
sepuluh pertandingan babak kualifikasi. Gunes bereksperimen
dengan beberapa striker baru, Arif Erdem (Galatasaray), Oktay
Derelioglu (Trabzonspor), dan Yildiray Bastruk (Bayer
Leverkusen).
Turki termasuk kuat di lapangan tengah. Mereka memadukan
pemain sayap Muzzy Izzet dan Kerimoglu Tugay begitu dengan
para pemain berbakat seperti Hasan Sas (Galatasaray) dan Emre
Belozoglu serta Tayfur Havutcu (Besiktas).
mahmudiono lamin/fwc |