|
D
enmark tak pernah menempati daftar unggulan setiap
menghadapi kejuaraan besar seperti Piala Dunia dan Piala
Eropa. Dengan predikat juara Eropa 1992, Denmark sebenarnya
bukan kekuatan kelas dua di Eropa. Namun, tim Dinamit-julukan
Denmark-tak lebih diprediksi sebagai tim kuda hitam atau malah
kesebelasan pecundang.
Tdenmark kini dalam masa transisi, sehingga pelatih Morten
Olsen harus ekstra waspada. Sebagai mantan bintang tim
Dinamit, Morten Olsen tahu persis bahwa tim asuhannya perlu
motivasi baru. Generasi Schmeichel turun panggung dan angkatan
Ebbe Sand tampil ke permukaan. Piala Dunia 1998 merupakan
ujian nyata setelah Denmark tidak diperkuat penjaga gawang
legendaris itu. Seiring dengan mundurnya generasi Schmeichel,
Denmark ingin bermain fleksibel, terutama barisan tengah.
Satu hal yang mengurangi beban Olsen adalah keistimewaan
pemain-pemain belakang yang mewarisi seniornya. Defender
Denmark terkenal dengan pertahanan tangguh. Mereka memang
piawai dalam duel bola-bola atas. Bukankah Denmark mempunyai
semacam trade mark dengan pertahanan "H Block"
dengan ciri khas defender paling gemar main jegal?
Denmark lolos ke babak final Piala Dunia FIFA setelah
mengalahkan Islandia 6-0 Oktober lalu. Kesebelasan Denmark
tampil memukau di grup dengan persaingan yang ketat. Mereka
tampil tak terkalahkan dengan mencetak angka
sebanyak-banyaknya dan menahan masuknya bola dari pesaing
terkuat Rep. Ceko.
Tim Denmark diperkuat oleh para pemain top internasional
yang kebanyakan bermain di luar Denmark. Dalam Tim ini
bergabung Thomas Gravesen (Everton) dan kiper Thomas Sorensen
(Sunderland), yang kemampuannya cukup mengesankan sejak
mengambil alih kedudukan sang legendaris Peter Schmeichel.
Harapan besar dibebankan pada Jesper Gronkjaer (Chelsea).
Mantan pemain Ajax ini tidak bermain dalam final babak
kualifikasi karena mengalami cedera lutut cukup serius, tetapi
dipastikan dapat bertanding saat final. Pemain tengah diisi
oleh Thomas Helveg (AC Milan) dan Martin Jorgensen, yang
sukses dalam pertandingan Seri A Italia di Udinese.
Barisan depan Denmark sangat kuat. Ebbe Sand (Schalke 04),
pemain top Eropa yang menempati top skor kompetisi Bundesliga
tahun 2000-01 dengan 22 gol. Selain Ebbe ada John Dahl
Tomasson (Feyenoord), yang menyumbang serangan-serangan vital
dalam tiap pertandingan.
Pelatih Morten Olsen sebelumnya adalah seorang pemain.
Belakangan ia menandatangani kontrak untuk tetap mengasuh tim
nasional dan dibantu mantan bintang Denmark lainnya, Michael
Laudrup.
mahmudiono lamin/fwc |