|
Setelah reputasi Belgia perlahan-lahan redup, orang
mengingat sepakbola Belgia hanya dari dua hal: aturan Bosman
dan tragedi Heysel 1985. Peristiwa terakhir itu juga jadi
hantu ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Eropa 2000.
Di ajang Piala Dunia, Belgia juga selalu diadang kegagalan.
Meski sempat tampil mengejutkan di Piala Dunia 1986, Belgia
yang dimotori Enzo Scifo, berhasil memulangkan tim sekelas Uni
Soviet dan Spanyol. Di semifinal, mereka dijegal Diego
Maradona dkk. yang akhirnya mengantarkan Argentina jadi juara.
Dibandingkan tetangga dekatnya, Prancis dan Jerman,
kebesaran sepakbola Belgia kalah jauh. Paling tidak ketiga
negara tetangga itu pernah merebut mahkota juara dunia atau
Eropa. Pada dua piala dunia sebelumnya, ambisi Belgia tergeser
keperkasaan Belanda.
Saat Michel D'Hooghe pensiun dari jabatannya sebagai
presiden Asosiasi Sepakbola Belgia, ia mewarisi sebuah tim
yang berhasil memasuki putaran final Piala Dunia enam kali
berturut-turut. Sayangnya dalam babak kualifikasi final, Red
Devils menyerahkan posisi wahid di Grup 6 setelah kalah
melawan Kroasia.
Sejak Bosman menduduki jabatan presiden, banyak pemain
Belgia menandatangani kontrak dengan klub-klub asing.
Kesempatan itu menguntungkan seluruh pemain, karena beruntung
bermain untuk klub lain, terutama di Jerman, Belanda dan
Prancis. Para pemain domestik kebanyakan berasal dari
Anderlecht (Glen de Boeck, Walter Baseggio, Yves Vanderhaeghe
dan Marc Hendrikx), Klub Brugge (Gert Verheyen, Timmy Simons),
Racing Genk (Wesley Sonck) dan Standard Liege (Eric van Meir).
Marc "Mr. 1.000 Volts" Wilmots tetap menjadi
primadona tim Belgia. Veteran pemain tengah asal klub Schalke
04 ini memukau dunia persepakbolaan setelah dirinya berhasil
pulih dari operasi tepat saat Belgia bertanding melawan
Skotlandia dan Kroasia di babak kualifikasi pada dua Piala
Dunia yang lalu. Kekuatannya dalam berlari, merebut dan
menendang bola dengan jangkauan yang panjang menjadikannya
pemain tengah berpengaruh menggantikan posisi Enzo Scifo.
Posisi striker Emile Mpenza asal Schalke yang mengalami
cedera paha bakal digantikan oleh Wesley Sonck. Striker
berusia 23 tahun asal Racing Genk itu termasuk pemain berbakat,
namun jam terbangnya masih minim.
mahmudiono lamin/fwc |