GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA

BELGIA



PRESTASI

  • Juara keempat Piala Dunia 1986 
  • Juara ketiga Piala Eropa 1972 -
  • Runner-up Piala Eropa 1980 
  • Juara Olimpiade 1920

Setelah reputasi Belgia perlahan-lahan redup, orang mengingat sepakbola Belgia hanya dari dua hal: aturan Bosman dan tragedi Heysel 1985. Peristiwa terakhir itu juga jadi hantu ketika mereka menjadi tuan rumah Piala Eropa 2000.

Di ajang Piala Dunia, Belgia juga selalu diadang kegagalan. Meski sempat tampil mengejutkan di Piala Dunia 1986, Belgia yang dimotori Enzo Scifo, berhasil memulangkan tim sekelas Uni Soviet dan Spanyol. Di semifinal, mereka dijegal Diego Maradona dkk. yang akhirnya mengantarkan Argentina jadi juara.

Dibandingkan tetangga dekatnya, Prancis dan Jerman, kebesaran sepakbola Belgia kalah jauh. Paling tidak ketiga negara tetangga itu pernah merebut mahkota juara dunia atau Eropa. Pada dua piala dunia sebelumnya, ambisi Belgia tergeser keperkasaan Belanda.

Saat Michel D'Hooghe pensiun dari jabatannya sebagai presiden Asosiasi Sepakbola Belgia, ia mewarisi sebuah tim yang berhasil memasuki putaran final Piala Dunia enam kali berturut-turut. Sayangnya dalam babak kualifikasi final, Red Devils menyerahkan posisi wahid di Grup 6 setelah kalah melawan Kroasia.

Sejak Bosman menduduki jabatan presiden, banyak pemain Belgia menandatangani kontrak dengan klub-klub asing. Kesempatan itu menguntungkan seluruh pemain, karena beruntung bermain untuk klub lain, terutama di Jerman, Belanda dan Prancis. Para pemain domestik kebanyakan berasal dari Anderlecht (Glen de Boeck, Walter Baseggio, Yves Vanderhaeghe dan Marc Hendrikx), Klub Brugge (Gert Verheyen, Timmy Simons), Racing Genk (Wesley Sonck) dan Standard Liege (Eric van Meir).

Marc "Mr. 1.000 Volts" Wilmots tetap menjadi primadona tim Belgia. Veteran pemain tengah asal klub Schalke 04 ini memukau dunia persepakbolaan setelah dirinya berhasil pulih dari operasi tepat saat Belgia bertanding melawan Skotlandia dan Kroasia di babak kualifikasi pada dua Piala Dunia yang lalu. Kekuatannya dalam berlari, merebut dan menendang bola dengan jangkauan yang panjang menjadikannya pemain tengah berpengaruh menggantikan posisi Enzo Scifo.

Posisi striker Emile Mpenza asal Schalke yang mengalami cedera paha bakal digantikan oleh Wesley Sonck. Striker berusia 23 tahun asal Racing Genk itu termasuk pemain berbakat, namun jam terbangnya masih minim.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

ANALISIS

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

KRIMINAL

1
Hosted by www.Geocities.ws