GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


KOSTA RIKA



PRESTASI

  • Juara Piala UNCAF 1991, 1997, 1999

Meskipun kurang mendapat tempat di konfederasi CONCACAF, Kosta Rika membanggakan diri sebagai negara Amerika Tengah/Karibia yang sukses melakukan "revolusi" pembinaan. Buah "revolusi", perubahan sentral pembinaan dari federasi ke klub-klub profesional, adalah tiket ke final Piala Dunia 2002 Korea/Jepang.

Bagi Kosta Rika, penampilan di putaran final Piala Dunia 2002 merupakan kesempatan kedua. Keberhasilan pertama dicapai pada Piala Dunia 1990 di Italia.

Kosta Rika bermain dengan formasi 3-5-2 dengan pemain tengah yang fleksibel untuk menarik lawan masuk ke lini fital. Dengan memperagakan taktik demikian, pemain-pemain Kosta Rika melancarkan counter attack atau serangan balik secepat kilat. Dua pemain belakang maju dengan konstan dan dua pemain tengah tetap di belakang untuk mengisi kekosongan.

Kekuatan tim ini sebenarnya terletak pada kemampuannya bermain menyerang secara simultan. Ini dibuktikan dengan 25 gol dalam 14 pertandingan. Rolando Fonseca dan Paulo Wanchope memimpin penyerangan. Di Kosta Rika sendiri, keduanya tercatat sebagai pencetak skor terbaik di atas kertas maupun di lapangan.

Di samping mengandalkan kehebatan kedua pemain, tim Ticos menempatkan Hernan Medford, yang bermain di Piala Dunia 1990 dan menyarangkan bola ke gawang Swedia yang mengantarkan Ticos ke putaran kedua. Pemain ini mempunyai daya dobrak tinggi, karena ditopang dengan fisik prima dan skill bagus.

Perjalanan Kosta Rika ke putaran final Piala Dunia 2002 berliku-liku. Mereka kalah melawan Barbados di putaran pertama babak kualifikasi. Pertandingan berikutnya bertambah berat dengan rekor kalah lebih banyak, yaitu empat kali kalah dan dua kali seri pada dua babak kualifikasi. Namun, Kosta Rika memiliki prestasi yang tidak dimiliki tim anggota CONCACAF, yaitu memenangkan pertandingan di Stadion Guillermo Caneda, Mexico City. Kemenangan itu menjadi titik balik.

Manager Alexander Guimares mengambil alih pasukan ini pada Januari 2001, hanya beberapa saat sebelum play off babak pertama melawan Guatemala. Sejak saat itu Ticos mulai mencatat banyak prestasi, 11 kali menang, enam seri dan hanya dua kali kalah. Pemain andalan: Juan Ulloa, Javier Astua.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

ANALISIS

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

KRIMINAL

1
Hosted by www.Geocities.ws