|
S
etelah mengakhiri penampilan tidak memuaskan dalam
sembilan kali Piala Dunia dan merebut tahta di kandang sendiri
tahun 1998, juara bertahan Prancis tetap menjadi salah favorit
juara.
Gaya dan pola permainan Prancis amat digandrungi pencinta
Sepakbola. Penampilannya di Piala Dunia menjadi "mercu
suar". Permainan indah dan solid dengan mengandalkan
harmonisasi dalam menyerang dan bertahan, seperti yang
diperagakan tim Prancis di Kejuaraan Eropa 1984, menjadi
tontonan menarik dalam permainan sepakbola kelas tinggi.
Prancis tampil superior di Piala Eropa 1984 dengan kekuatan
di sektor genlandang populer, yaitu kwartet Michael Platini,
Alan Giresse, Luis Fernandez dan Jean Tigana. Mereka adalah
kwartet gelandang paling solid di dunia. Kendati bakat besar
generasi Platini itu belum tertandingi, Zinedine Zidane dan
kawan-kawan diharapkan mewarisi gaya permainan mereka.
Jika Prancis dikenal dengan format 4-4-2 pada tahun
1980-an, pasukan Aime Jacque kini menyenangi formasi 3-5-2
yang lebih modern. Prancis bisa mempertahankan keseimbangan
antara kekuatan pertahanan dan serangan dalam merebut gelar
Piala Dunia 1998. Keistimewaan itu dipertahankan hingga dua
tahun lagi untuk menjadi juara Piala Eropa 2000. Di samping
Argentina, Italia, Brasil, dan Inggris, juara bertahan Prancis
masih favorit di Piala Dunia 2002 Korea/Jepang.
Pelatih Roger Lemerre pusing memilih susunan pemain,
terutama mencari jawaban atas mampu tidaknya mempertahankan
performa sektor tengah. Pengunduran Laurent Blanc dari
persepakbolaan internasional memberi peluang kepada teman satu
tim di Manchester United, Mickaël Silvestre, untuk bergabung
bersama kapten Marcel Desailly di posisi tengah. Apalagi
dengan Bixente Lizarazu dan Lilian Thuram di garis belakang
pertahanan yang juga diperkuat oleh kiper Fabien Barthez,
hanya kesebelasan terbaik saja yang bisa menumbangkan Prancis.
Lini tengah diperkuat oleh bintang Real Madrid, Zinedine
Zidane, dan didukung oleh kemampuan luar biasa Patrick Vieira
(Arsenal) yang dipadukan dengan sistem pertahanan atau
penyerangan. Zidane adalah seniman sekaligus jenderal lapangan
tengah yang memadukan keindahan mengolah bola,
mengoordinasikan permainan sekaligus menjadi penentu sukses
Prancis.
Pemain Arsenal, Thierry Henry, mendapat kepercayaan Lemerre
untuk menempati posisi sebagai striker utama. Begitu juga
dengan pemain Juventus, David Trezeguet, yang bermain memukau
saat final Euro 2000.mahmudiono lamin/fwc
|