GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


PRANCIS



PRESTASI

  • Juara ketiga Piala Dunia 1958 
  • Runner-up Piala Dunia 1982 
  • Juara ketiga Piala Dunia 1986 
  • Juara Piala Dunia 1998 
  • Runner-up Piala Eropa 1960 
  • Juara Piala Eropa 1984 
  • Semifinal Piala Eropa 1996 
  • Juara Piala Eropa 2000 
  • Juara Olimpiade 1984 
  • Juara Piala Konfederasi 2001
  • S etelah mengakhiri penampilan tidak memuaskan dalam sembilan kali Piala Dunia dan merebut tahta di kandang sendiri tahun 1998, juara bertahan Prancis tetap menjadi salah favorit juara.

    Gaya dan pola permainan Prancis amat digandrungi pencinta Sepakbola. Penampilannya di Piala Dunia menjadi "mercu suar". Permainan indah dan solid dengan mengandalkan harmonisasi dalam menyerang dan bertahan, seperti yang diperagakan tim Prancis di Kejuaraan Eropa 1984, menjadi tontonan menarik dalam permainan sepakbola kelas tinggi.

    Prancis tampil superior di Piala Eropa 1984 dengan kekuatan di sektor genlandang populer, yaitu kwartet Michael Platini, Alan Giresse, Luis Fernandez dan Jean Tigana. Mereka adalah kwartet gelandang paling solid di dunia. Kendati bakat besar generasi Platini itu belum tertandingi, Zinedine Zidane dan kawan-kawan diharapkan mewarisi gaya permainan mereka.

    Jika Prancis dikenal dengan format 4-4-2 pada tahun 1980-an, pasukan Aime Jacque kini menyenangi formasi 3-5-2 yang lebih modern. Prancis bisa mempertahankan keseimbangan antara kekuatan pertahanan dan serangan dalam merebut gelar Piala Dunia 1998. Keistimewaan itu dipertahankan hingga dua tahun lagi untuk menjadi juara Piala Eropa 2000. Di samping Argentina, Italia, Brasil, dan Inggris, juara bertahan Prancis masih favorit di Piala Dunia 2002 Korea/Jepang.

    Pelatih Roger Lemerre pusing memilih susunan pemain, terutama mencari jawaban atas mampu tidaknya mempertahankan performa sektor tengah. Pengunduran Laurent Blanc dari persepakbolaan internasional memberi peluang kepada teman satu tim di Manchester United, Mickaël Silvestre, untuk bergabung bersama kapten Marcel Desailly di posisi tengah. Apalagi dengan Bixente Lizarazu dan Lilian Thuram di garis belakang pertahanan yang juga diperkuat oleh kiper Fabien Barthez, hanya kesebelasan terbaik saja yang bisa menumbangkan Prancis.

    Lini tengah diperkuat oleh bintang Real Madrid, Zinedine Zidane, dan didukung oleh kemampuan luar biasa Patrick Vieira (Arsenal) yang dipadukan dengan sistem pertahanan atau penyerangan. Zidane adalah seniman sekaligus jenderal lapangan tengah yang memadukan keindahan mengolah bola, mengoordinasikan permainan sekaligus menjadi penentu sukses Prancis.

    Pemain Arsenal, Thierry Henry, mendapat kepercayaan Lemerre untuk menempati posisi sebagai striker utama. Begitu juga dengan pemain Juventus, David Trezeguet, yang bermain memukau saat final Euro 2000.mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws