|
Ekuador adalah negara penghasil minyak, jamrud dan pisang.
Negara ini juga menjadi acuan dunia sebagai ekuator sesuai
dengan namanya. Ada satu hal yang belum pernah dimiliki negara
ini yaitu kesempatan tampil terdepan dalam olahraga sepakbola.
Namun, tim sepakbola Ekuador berubah sejak 7 November 2001.
Mereka membuat sejarah dengan lolos ke putaran final Piala
Dunia untuk pertama kali. Momen bersejarah itu ditandai dengan
permainan berakhir seri 1-1 melawan Uruguay, dengan susunan
pemain seadanya. Hernan Dario Gomez adalah pelatih yang
berjasa membawa Ekuador ke pentas Piala Dunia.
Pada awal babak kualifikasi, tidak seorang pun pengamat
sepakbola meramalkan Ekuador lolos ke babak final Piala Dunia
2002 Korea/Jepang. Tim asuhan Gomez ini memang mengumpulkan
angka sedikit demi sedikit.
Mereka mulai mendapat angin segar saat memenangkan
pertandingan lima kali berturut-turut, melawan Cili (1-0),
Venezuela (2-1), Brasil (1-0), Paraguay (2-1), dan Peru (2-1).
Saat mengalahkan Paraguay dan Peru, mereka hanya tampil dengan
sepuluh pemain saja. Mereka pun berhasil naik 33 peringkat
dunia FIFA, dari posisi 71 ke 38.
Ekuador, yang selama ini dipandang sebelah mata dalam dunia
sepakbola Amerika Selatan, sebenarnya mulai bangkit sejak 1989
saat Montenegrin Dusan Draskovic menangani tim ini. Anak didik
Montenegrin antara lain Agustin Delgado, yang menjadi pencetak
gol terbanyak di Conmebol bersama Hernan Crespo. Berbagai gol
yang dihasilkan Augustin "Tín" Delgado memantapkan
posisinya untuk pindah ke klub Southampton, Inggris, dan juga
memberinya status pahlawan.
Namun, kesuksesannya juga merupakan kerja sama dengan
rekan-rekan satu timnya: Cevallos (Barcelona); De la Cruz
(Hibernian, Scotland), Guerron (Deportivo Quito), Hurtado (La
Piedad, Meksiko), Poroso (Emelec); Tenorio (Aucas), Obregon
(Delfin), Aguinaga (Necaxa, Meksiko), Cleber Chala (Nacional);
Ivan Kaviedes (Celta Vigo, Spanyol). Ekuador berharap banyak
dalam pertandingan final Piala Dunia 2002.
mahmudiono lamin/fwc |