GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA


RUSIA



PRESTASI

  • Perempat final Piala Dunia 1958 
  • Perempat final Piala Dunia 1962 
  • Juara keempat Piala Dunia 1966 
  • Perempat final 1970 
  • Juara Piala Eropa 1960 
  • Runner-up Piala Eropa 1964 
  • Runner-up Piala Eropa 1968 
  • Runner-up Piala Eropa 1972 
  • Runner-up Piala Eropa 1988 
  • Juara Olimpiade 1956, 1988
  • Sejak terpecahnya Uni Soviet, persepakbolaan Rusia harus membentuk identitas baru yang terpisah dari prestasi-prestasi tim atas pemain asal negara-negara Republik Uni Soviet. Kesebelasan Soviet terakhir kali tampil di Piala Dunia 1990. Setelah gagal tampil di final Piala Dunia Prancis 1998. Perpaduan antara pemain veteran dan pemain muda mengantarkan Rusia pada posisi atas Grup 1 dan menempatkannya dalam final Piala Dunia 2002 Korea/Jepang.

    Pelatih Rusia Oleg Romantsev sibuk merancang pasukan yang bisa menciptakan banyak gol dengan taktik pergantian pemain tengah dan depan. Di antaranya adalah Dmitri Khoklov dan Alexandre Mostovoi. Striker Vladimir Beschastnykh menyarangkan tiga gol ke gawang Swiss dan memastikan Rusia ke final Piala Dunia.

    Di bawah mistar, Rouslan Nigmatoulline tidak bisa disamakan dengan kiper legendaris Rusia Lev Yashin, tetapi ia telah membuktikan sebagai penghenti serangan efektif. Ia hanya kecolongan lima gol dalam sepuluh pertandingan kualifikasi Piala Dunia 2002.

    Romantsev selain melatih tim nasional juga melatih Spartak Moscow. Seperti tim pada era Soviet, ia mengikuti model pasukan Liga Champions. Bersama Beschastnykh dan pemain Spartak lainnya, Romantsev menggaet pemain skala internasional seperti Mostovoi dan Valery Karpin (Celta Vigo). Hasilnya adalah sebuah kesebelasan berpengalaman yang bisa bekerja sama dengan baik.

    Sang pelatih tampaknya ingin membangun citra baru tim Rusia yang sebelumnya terbelenggu oleh semangat kemapanan sebagai ujung tombak Eropa Timur. Mereka menyadari bahwa persepakbolaan Rusia belum sehebat zaman Uni Soviet. "Baju lama" itulah yang mendorong Romantsev mentasbihkan semangat baru.

    Seperti tim-tim papan atas yang secara tradisional menguasai kancah Piala Dunia, Rusia masih mengemban misi pengakuan. Mereka dikenal paling sukses menerjemahkan keutuhan dan organisasi permainan, tetapi belum pernah merasakan sebuah gelar juara dunia.

    mahmudiono lamin/fwc


    © 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

    HASIL

    PREDIKSI

    ULASAN

    BINTANG

    JADWAL

    REKOR

    PESERTA

    TROFI

    LEGENDA

    SEJARAH

    MASKOT

    HOME

    VENUES

    ANEKA

    SPORT

     -

    SELINGAN

     -

    INVESTIGASI

     -

    ANALISIS

     -

    BISNIS

     -

    BLITZ

     -

    AGENDA

     -

    KRIMINAL

    1
    Hosted by www.Geocities.ws