|
Sepakbola Jerman hanya berada satu tingkat di bawah
Brasil dalam sejarah prestasi. Namun, tim Mannschaft ini
mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir. Kini, tim
Panser tengah mencari momentum untuk kembali ke posisi puncak.
Tiga gelar juara Piala Dunia dan tiga gelar Piala Eropa di
tangan mereka. Sepakbola Jerman memang punya karakteristik
tersendiri dibandingkan Italia, Inggris atau Spanyol. Para
pemain Jerman mungkin tak banyak berkiprah di kompetisi luar
negeri. Tapi, jika kekuatan mereka disatukan dalam tim
nasional, sulit bagi tim manapun menahan keperkasaan mereka.
Pola permainan 3-5-2 atau 3-4-3 merupakan taktik khas
permainan tim Panser. Taktik ini sebenarnya tidak banyak
berbeda dengan yang biasa dimainkan Bayern Munich atau tim-tim
elit Bundesliga lainnya.
Dengan mayoritas pemain dari Bayern Munich, gaya permainan
Jerman pun otomatis terbawa dengan kharakter FC
Hollywood-julukan Bayern Munich. Kelebihan pola 3-5-2 atau
3-4-3 adalah terciptanya peluang lebih besar untuk memenangkan
pertarungan di lini tengah. Apalagi materi pemain Jerman
terkenal militan dan bertenaga.
Sejak generasi bintang Lothar Matthäus, Jürgen Klinsmann,
dan Rudi Völler mengakhiri karier, hanya sedikit pemain tim
nasional yang memiliki standar permainan memadai. Salah
satunya adalah Oliver Kahn dari Bayern Munich, yang terpilih
sebagai kiper terbaik dalam berbagai kesempatan. Kahn
merupakan contoh keinginan kuat, disiplin dan pemimpin yang
bertanggung jawab.
Rekan satu klubnya, Mehmet Scholl, juga dapat diandalkan
dalam keterampilan teknis dan gaya permainan. Jens Jeremies
masuk dalam hitungan berkat mobilitas tinggi dan figthing
spirit luar biasa. Jeremies memiliki komitmen dan kekuatan
tangguh.
Trio dari Bayern Munich memiliki pengalaman segudang di
dunia internasional, termasuk meraih kesuksesan bersama klub
mereka dengan puncaknya memenangkan Liga Champions UEFA
2000-2001.
Secara keseluruhan, beberapa pemain yang diharapkan
memiliki pengaruh sejauh ini belum tampil brilian dan harapan
terbesar Jerman terletak di pundak pemain tengah Sebastian
Deisler (Herta BSC Berlin). Deisler mungkin kurang
berpengalaman dalam menjadikan debutnya sebagai jenderal
lapangan hijau dalam Piala Dunia Korea/Jepang.
Pemain yang tengah naik daun, Michael Ballack, tampil
mengesankan dalam babak kualifikasi. Penyerang tengah asal
Bayer Leverkusen ini juga bergelar pencetak gol terbanyak
Jerman dan menyarangkan bola tiga kali dalam pertandingan play
off melawan Ukraina, dan akhirnya menunjukkan potensi
menjanjikan sebagaimana ia perlihatkan saat bertanding
antar-klub. Kalau dapat mempertahankan prestasinya, Ballack
akan menjadi kunci bagi mimpi-mimpi Jerman dalam memenangkan
trofi Piala Dunia untuk keempat kalinya.
Pertahanan Jerman, dengan para pemain seperti Jens Nowotny
(Bayer Leverkusen), Christian Wörns (Borussia Dortmund) dan
Thomas Linke (Bayern Munich), kecolongan sepuluh gol dalam
delapan pertandingan babak kualifikasi, setengahnya terjadi
saat melawan Inggris.
Dalam segi penyerangan, waktu yang dimiliki kapten Oliver
Bierhoff (Monaco) terbatas karena Bierhoff biasanya dijadikan
pemain pengganti di beberapa pertandingan internasional
belakangan ini, sedangkan striker seperti Carsten Jancker
(Bayern Munich), Oliver Neuville (Bayer Leverkusen), Miroslav
Klose (Kaiserslautern) dan Gerald Asamoah (Schalke 04)
dikhawatirkan kurang konsisten.
mahmudiono lamin/fwc |