GRUP A

PRANCIS

SENEGAL

DENMARK

URUGUAY

GRUP B

SPANYOL

SLOVENIA

PARAGUAY

AFSEL

GRUP C

BRASIL

TURKI

CINA

KOSTA RIKA

GRUP D

KORSEL

POLANDIA

AS

PORTUGAL

GRUP E

JERMAN

ARAB SAUDI

IRLANDIA

KAMERUN

GRUP F

ARGENTINA

NIGERIA

INGGRIS

SWEDIA

GRUP G

ITALIA

EKUADOR

KROASIA

MEKSIKO

GRUP H

JEPANG

BELGIA

RUSIA

TUNISIA

JERMAN



PRESTASI

  Juara Piala Dunia 1954
  Juara Piala Dunia 1974
  Juara Piala Dunia 1990
  Runner-up Piala Dunia 1966
  Runner-up Piala Dunia 1982
  Runner-up Piala Dunia 1986
  Juara ketiga Piala Dunia 1934
  Juara ketiga Piala Dunia 1970
  Juara keempat Piala Dunia 1958
  Perempat Final Piala Dunia 1962
  Perempat Final Piala Dunia 1994
  Perempat final Piala Dunia 1998
  Juara Piala Eropa 1972
  Juara Piala Eropa 1980
  Juara Piala Eropa 1996
  Runner-up Piala Eropa 1976
  Semifinal Piala Eropa 1988
  Runner-up Piala Eropa 1992

Sepakbola Jerman hanya berada satu tingkat di bawah Brasil dalam sejarah prestasi. Namun, tim Mannschaft ini mengalami penurunan dalam satu dekade terakhir. Kini, tim Panser tengah mencari momentum untuk kembali ke posisi puncak.

Tiga gelar juara Piala Dunia dan tiga gelar Piala Eropa di tangan mereka. Sepakbola Jerman memang punya karakteristik tersendiri dibandingkan Italia, Inggris atau Spanyol. Para pemain Jerman mungkin tak banyak berkiprah di kompetisi luar negeri. Tapi, jika kekuatan mereka disatukan dalam tim nasional, sulit bagi tim manapun menahan keperkasaan mereka.

Pola permainan 3-5-2 atau 3-4-3 merupakan taktik khas permainan tim Panser. Taktik ini sebenarnya tidak banyak berbeda dengan yang biasa dimainkan Bayern Munich atau tim-tim elit Bundesliga lainnya.

Dengan mayoritas pemain dari Bayern Munich, gaya permainan Jerman pun otomatis terbawa dengan kharakter FC Hollywood-julukan Bayern Munich. Kelebihan pola 3-5-2 atau 3-4-3 adalah terciptanya peluang lebih besar untuk memenangkan pertarungan di lini tengah. Apalagi materi pemain Jerman terkenal militan dan bertenaga.

Sejak generasi bintang Lothar Matthäus, Jürgen Klinsmann, dan Rudi Völler mengakhiri karier, hanya sedikit pemain tim nasional yang memiliki standar permainan memadai. Salah satunya adalah Oliver Kahn dari Bayern Munich, yang terpilih sebagai kiper terbaik dalam berbagai kesempatan. Kahn merupakan contoh keinginan kuat, disiplin dan pemimpin yang bertanggung jawab.

Rekan satu klubnya, Mehmet Scholl, juga dapat diandalkan dalam keterampilan teknis dan gaya permainan. Jens Jeremies masuk dalam hitungan berkat mobilitas tinggi dan figthing spirit luar biasa. Jeremies memiliki komitmen dan kekuatan tangguh.

Trio dari Bayern Munich memiliki pengalaman segudang di dunia internasional, termasuk meraih kesuksesan bersama klub mereka dengan puncaknya memenangkan Liga Champions UEFA 2000-2001.

Secara keseluruhan, beberapa pemain yang diharapkan memiliki pengaruh sejauh ini belum tampil brilian dan harapan terbesar Jerman terletak di pundak pemain tengah Sebastian Deisler (Herta BSC Berlin). Deisler mungkin kurang berpengalaman dalam menjadikan debutnya sebagai jenderal lapangan hijau dalam Piala Dunia Korea/Jepang.

Pemain yang tengah naik daun, Michael Ballack, tampil mengesankan dalam babak kualifikasi. Penyerang tengah asal Bayer Leverkusen ini juga bergelar pencetak gol terbanyak Jerman dan menyarangkan bola tiga kali dalam pertandingan play off melawan Ukraina, dan akhirnya menunjukkan potensi menjanjikan sebagaimana ia perlihatkan saat bertanding antar-klub. Kalau dapat mempertahankan prestasinya, Ballack akan menjadi kunci bagi mimpi-mimpi Jerman dalam memenangkan trofi Piala Dunia untuk keempat kalinya.

Pertahanan Jerman, dengan para pemain seperti Jens Nowotny (Bayer Leverkusen), Christian Wörns (Borussia Dortmund) dan Thomas Linke (Bayern Munich), kecolongan sepuluh gol dalam delapan pertandingan babak kualifikasi, setengahnya terjadi saat melawan Inggris.

Dalam segi penyerangan, waktu yang dimiliki kapten Oliver Bierhoff (Monaco) terbatas karena Bierhoff biasanya dijadikan pemain pengganti di beberapa pertandingan internasional belakangan ini, sedangkan striker seperti Carsten Jancker (Bayern Munich), Oliver Neuville (Bayer Leverkusen), Miroslav Klose (Kaiserslautern) dan Gerald Asamoah (Schalke 04) dikhawatirkan kurang konsisten.

mahmudiono lamin/fwc


© 2002 LAMPUNGONLINE.COM --- DIVISI DESAIN MEDIA HARMONI PERKASA. ALL RIGHT RESERVED

HASIL

PREDIKSI

ULASAN

BINTANG

JADWAL

REKOR

PESERTA

TROFI

LEGENDA

SEJARAH

MASKOT

HOME

VENUES

ANEKA

SPORT

 -

SELINGAN

 -

INVESTIGASI

 -

ANALISIS

 -

BISNIS

 -

BLITZ

 -

AGENDA

 -

KRIMINAL

1
Hosted by www.Geocities.ws