|
Sepakbola Piala Dunia, bagi Cina, semula hanya impian.
Negara dengan penduduk terbesar di dunia itu berjuang dari
satu babak kualifikasi ke babak kualifikasi berikutnya
sepanjang beberapa dekade, tetapi tak pernah lolos ke putaran
final.
Jangankan berdiri sama tinggi dengan tim-tim finalis,
sekadar lolos sebagai wakil Asia pun tak pernah tergapai.
Setelah pelatih Yugoslavia, Bora Milutinovic, menggembleng
pemain-pemain berbakat Cina, tim nasional Negeri Tirai Bambu
itu membuka lembaran sejarah baru: lolos ke putaran final
Piala Dunia 2002 Korea/Jepang.
Cina menanti selama 44 tahun untuk bertanding di Piala
Dunia. Bagi pemain veteran Cina, Hao Haidong, Fan Zhiyi dan Ma
Mingyu, pertandingan putaran final ini bakal menjadi titik
puncak. Namun, bagi generasi berikutnya, yang telah merasakan
manfaat dari perkembangan dunia sepakbola Cina belakangan ini,
pertandingan putaran final nanti dapat dijadikan pijakan untuk
merambah karier internasional, terutama Eropa.
Para pemain seperti Sun Jihai, Li Tie dan Qu Bo tampil
memukau selama babak kualifikasi dan mereka bisa dijadikan
indikasi bahwa program pembinaan persepakbolaan dan liga
profesional Cina membuahkan hasil.
Cina semula diragukan untuk menduduki posisi teratas
jajaran persepakbolaan negara-negara Asia. Namun, Cina
berhasil menunjukkan kebolehannya dengan lolos ke babak semi
final kejuaraan Asia 2000 di Libanon.
Satu hal penting yang harus diatasi oleh para pemain Cina
adalah kekuatan mental. Mereka tampil kurang meyakinkan di
lapangan. Kelemahan ini menyita perhatian Milutinovic. Ia
berusaha menutupi kelemahan itu dengan memperbanyak
pertandingan internasional ke mancanegara dan mengundang tim
luar ke Cina.
Setelah menjadi kekuatan baru Asia, penampilan Cina makin
meyakinkan dan menembus kejuaraan terbesar Piala Dunia.
Keberhasilan itu merupakan yang pertama kali setelah masa
penantian hampir setengah abad. Dalam babak-babak awal
kualifikasi melawan Maldives dan Indonesia, tim asuhan
Milutinovic ini tersendat-sendat.
Namun, pada babak kedua dan akhir, tim Cina mulai unjuk
kebolehan. Cina lima kali menang dan satu kali seri dari
keenam pertandingan pertama untuk memperoleh tempat dalam
final dua putaran sebelum akhir kualifikasi.
mahmudiono lamin/fwc
|