National News
JAKARTA (SINDO) � Bank umum masih menunjukkan dominasi dalam penyaluran kredit perbankan selama periode Maret 2007.Bank umum menyalurkan kredit sebesar Rp800,373 triliun atau meningkat sebesar 2,15% dibandingkan bulan sebelumnya.
Posisi kedua diduduki bank umum swasta nasional devisa yang menyalurkan kredit sebesar Rp315,095 triliun atau meningkat 1,64%. Secara keseluruhan, penyaluran kredit perbankan selama Maret menunjukkan peningkatan.Hal itu mengundang optimisme target pertumbuhan kredit selama tahun 2007 yang sebesar 18%. Berdasarkan data Bank Indonesia (BI), dari bulan ke bulan, kredit perbankan umum mengalami kenaikan.
Pada Desember 2006 penyaluran kredit sebesar Rp792,297 triliun dan Januari 2007 penyaluran kredit sebesar Rp774,834 triliun. Pada Februari, penyaluran kredit sebesar Rp783,542 triliun dan Maret kembali meningkat 2,15% menjadi Rp800,373 triliun. Bank umum swasta nasional devisa menduduki peringkat kedua dengan penyaluran pada Maret 2007 sebesar 315,095 triliun atau meningkat 1,64 dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp310,007 triliun.
Adapun pada Januari dan Desember 2006, masing-masing sebesar Rp306,614 triliun dan Rp315,256 triliun. Peringkat ketiga terbesar penyaluran kredit adalah bank persero sebesar Rp288,095 triliun atau naik 2,59% dibandingkan bulan sebelumnya sebesar Rp280,831 triliun.Pada Januari, bank persero menyalurkan kredit sebesar Rp278,924 triliun dan Rp287,910 triliun pada Desember 2006.
Kepala Ekonom BNI Tony Prasentiono mengatakan, penyaluran kredit perbankan memang terus meningkat, namun jumlah simpanan, terutama deposito,meningkat lebih cepat sehingga loan to deposit ratio (LDR) stagnan di level 61%. �Target pertumbuhan kredit sebesar 18% dapat saja tercapai. Tapi yang realistis pertumbuhan kredit hanya sekitar 16%,� jelas dia di Jakarta,kemarin.
Tony menambahkan, pertumbuhan kredit bisa mencapai 18% asalkan terjadi penurunan suku bunga acuan BI Rate secara berkesinambungan dan kepercayaan pasar yang meningkat sehingga ekspansi kredit pada semester II 2007 melesat lebih tajam dan pertumbuhan kredit sebesar 18% terpenuhi.
Hal senada diungkapkan ekonom Bank Lippo Winang Budoyo.Winang mengatakan, pertumbuhan kredit sebesar 18% pada 2007 dapat tercapai dengan ekspansi kredit perbankan terus-menerus. Hal ini terkait dengan alternatif pembiayaan kelebihan likuiditas sudah terbatas.
�Mau tidak mau,perbankan mencari pendapatan lain melalui penyaluran kredit. Sebab, alternatif penyimpanan kelebihan likuiditas semakin terbatas. Lambat laun, simpanan dalam bentuk SBI sudah tidak menarik lagi,� papar dia. Peningkatan penyaluran kredit terjadi pada sektor bank daerah (BPD).Pada Maret 2007, BPD menyalurkan kredit sebesar Rp58,816 triliun atau meningkat 3,31% dibandingkan periode sebelumnya sebesar Rp56,930 triliun.
Pada Januari dan Desember 2006 masing-masing sebesar Rp55,588 triliun dan Rp55,955 triliun. Bank umum swasta nasional nondevisa menyalurkan kredit Rp20,236 triliun atau meningkat 3,12% dibandingkan bulan sebelumnya Rp19,624 triliun.Pada Januari dan Desember 2006 masing-masing menyalurkan kredit Rp19,281 triliun dan Rp19,114 triliun.