Page 30 - al kasyfu wa tabyin
P. 30
29 al kasyfu wa tabyin
Mereka adalah orang-orang yang tertipu dengan hal-hal yang zahir. Dengan
prasangkanya bahwa gedung (Mekkah dan Madinah) tersebut dapat menyelamatkannya.
Padahal tidak. Kadang mereka tidak mau bermurah hati dengan bersedekah sesuap nasi
kepada orang-orang yang fakir.
Jika bertetangga dengan manusia saja sulit lantas bagaimana bisa ia bertetangga
dengan Allah. Alangkah indahnya bertetangga dengan Allah seraya menjaga diri dan
hatinya.
8. Golongan Kedelapan.
Orang-orang yang zuhud dalam harta dan qanaah terhadap makanan, pakaian
sederhana dan tempat tinggal dekat dengan masjid. Mereka mengira telah mencapai
derajad kezuhudan, saat itu juga mereka senang mencari jabatan dan kedudukan.
Padahal zuhud hanya bisa diperoleh melalui salah satu di antara hal; ilmu, nasihat atau
murni zuhud. Sungguh mereka telah meninggalkan dua perkara sederhana dari hal
tersebut, malah berpaling kepada perkara yang jelas-jelas dapat menimbulkan
kerusakan.
Sungguh pangkat itu lebih agung dari harta, apabila mereka mengambil harta dan
meninggalkan jabatan maka hal itu lebih mendekatkan kepada keselamatan.
Mereka semua telah tertipu oleh prasangkanya bahwa mereka telah mencapai
kezuhudan selama di dunia tetapi mereka tidak sadar bagaimana hal tersebut telah
menipunya. Terkadang mereka mendahulukan orang kaya dan mengesampingkan orang
fakir.
Sebagian lagi merasa bangga dengan ilmu_ yang dimilikinya, mengutamakan khalwat
padahal tidak memenuhi syarat-syaratnya, kalau diberi uang maka ia akan menolak

