Page 33 - al kasyfu wa tabyin
P. 33
32 al kasyfu wa tabyin
Mereka tertipu dari dua sisi. Pertama, harta yang diperoleh berbau zalim, syubhat, suap,
dan sejenisnya yang dilarang. Mereka jelas mengundang murka Allah dari apa yang telah
mereka kerjakan, yang dilakukannya merupakan kemaksiatan kepada Allah.
Satu-satunya yang harus mereka lakukan adalah bertaubat dan mengembalikan harta
tersebut kepada tuannya jika mereka masih hidup atau ahli warisnya jika tuannya tidak
ada. Dan jika pewarisnya tidak ada, maka yang wajib dilakukan adalah menggunakan
harta tersebut untuk kemaslahatan.
Terkadang hal yang lebih utama adalah membagibagikan kepada para fakir miskin,
demikian lebih berfaedah ketimbang dialokasikan menjadi suatu bangunan yang mana
hal itu umumnya dapat menjadikan seseorang menjadi pamer, ingin terkenal dan merasa
nyaman jika namanya disebut-sebut.
Kedua, mereka mengira telah ikhlas, berniat baik dalam berinfak, serta membangun
tinggi sebuah bangunan. Andai ia dimintai untuk menginfakkan hartanya kepada orang
miskin maka ia tidak tulus (lebih suka dipuji karena telah meninggikan Suatu bangunan
ketimbang sedekah kepada fakir miskin) karena ia sendiri telah menyukai pujian yang
bersarang di dalam hatinya.
2. Golongan Kedua.
Orang-orang yang mengerjakan pekerjaan yang halal dan mengindari pekerjaan yang
haram serta menginfakkan hartanya di masjid-masjid, tetapi mereka ini tertipu dari dua
Sisi.
Pertama, karena pamer, mencari perhatian dan pujian. Kadang di kalangan tetangganya
atau suatu daerah yang terdapat orang miskin, untuk membagikan hartanya kepada
mereka merupakan keutamaan ketimbang infak ke masjid. Karena di daerah tersebut
sudah banyak masjid.

