Page 28 - al kasyfu wa tabyin
P. 28

27   al kasyfu wa tabyin



               mendapat siksaan. Terkadang mereka ini mempunyai suara yang bagus dan merasa

               nyaman dengan bacaannya, mereka ini tertipu dengan perasaan amannya tersebut.


               Mereka  mengira  dengan  suara  yang  bagus  maka  akan  membuat  nyaman  saat
               bermunajat kepada Allah dan mendengarkan firman-Nya. Ekspektasi yang sangat jauh

               sekali, padahal ketenangan saat mendengarkan firman Allah tidak dilihat dari suara dan

               kemerduannya, hatinya juga tidak terlalu bergantung dengan hal tersebut. Kenyamanan
               mendengar firman Allah itu terletak dalam maknanya.




               5. Golongan Kelima.


               Orang yang tertipu karena berpuasa. Terkadang mereka berpuasa bertahun-tahun dan

               di  hari-hari  yang  dimuliakan  tetapi  lidah  mereka  masih  suka  ghibah,  tidak  mampu
               menahan keinginan untuk berbuat pamer, tidak bisa menjaga perut dari perkara haram

               ketika berbuka, dan tidak dapat menjaga khayalan terhadap sesuatu yang tidak berguna
               baginya.



               Hal tersebut membuat mereka tertipu yang sangat besar sekali. Mereka meninggalkan
               kewajiban tetapi melaksanakan perkara yang sunnah dengan dalih hal itu akan dapat

               menyelamatkan mereka. Padahal tidak, yang selamat adalah orang yang didatangi oleh
               Allah dengan hati yang selamat.



               6. Golongan Keenam.


               Orang-orang  yang  suka  berdakwah  dengan  cara  menakut-nakuti,  mengajak  berbuat
               makruf, meninggalkan perkara yang mungkar dan berbuat kebaikan tetapi sayangnya ia

               lupa terhadap dirinya sendiri. Menyuruh orang lain untuk berbuat baik tetapi ia sendiri

               malah berlaku kejam, mencari jabatan dan kemuliaan.
   23   24   25   26   27   28   29   30   31   32   33